'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Kitab (5)
Saturday, January 27, 2007
Kampus; Rawan Curanmor
Oleh Ibn Ghifarie

Tak seperti biasanya pintu gerbang UIN SGD Bandung tertutup rapat-rapat. Malahan sang penjaga pun seakan-akan tak mangkal lagi. Kecuali ngrumpi di depan kantor pos satpam, yang tak jauh letaknya dari perhelatan Al-Jamiah. Terlebih lagi, bila memasuki malam hari. Saat senja mulai tanpak di ufuk Barat.

Bila tempo dulu kendaraan bermotor bisa hilir mudik tanpa pengawasan pihak keamanan. Seolah-olah teras Rektorat dan taman demokrasi bagi para aktivis pergerakan itu berubah bak lautan kendaraan roda dua maupun empat.

Kini, pemandangan serupa pun mulai tak tampak lagi. Hingga nyaris lengang. Bahkan untuk sekedar parkir saja mesti memberitahukan terlebih dulu kepada penjaga kampus. Apalagi pasca relokasi parkir (12/06/06), yang di pusatkan di sekitar Auditoruim UIN SGD Bandung.

Tak hanya itu, keluar-masuk motor pula harus mengikuti jejak pejalan kaki. Yakni depan kantor keamanan. Pasalnya, supaya memudahkan pihak penjaga kampus dalam patroli.

Alih-alih supaya meminimalisir terjadi pencurian kendaraan bermotor di kampus. Segala aktivitas civitas akademika yang menggunakan kendaraan harus mengikuti aturan tersebut. Terkecuali pengguna kendaraan roda empat yang masih menggunakan pintu utama.

Ketatnya, keamanan kampus dalam menjaga laul-lalang motor terjadi akibat kealfaan salah satu personil satpam kecolongan motornya.

Peristiwa naas itu, terjadi saat pajar mulai tenggelan di Barat. Sang empunya motor menyimpan barang bawaanya berupa satu buah air mineral isi ulang ke rumahnya. Letaknya di belakang kampus atau sekitar DPR (Dibawah Pohon Rindang) (07/01). Selang beberapa menit, kendaraan kesayangnya pun raib digondol pencuri, ungkap pria berbadan tegap dan gemuk itu.

'Padahal tadi teh ngaliwat kadieu (pintu utama-red). Sugan teh keur dipake ku barudak. Pan sok rajin di injem ku mahasiswa.Eh.. aya anu maling,' jelasnya.

Tak ayal, aksi nekad curanmor (Pencurian motor) itu membuat geram pihak keamanan. Laksamana kebakaran jenggot. Komunikasi antar personil satpam pula tak terelakan lagi via walk talky, hingga melapor ke pihak berwajib dilakukan mereka. Namun, tak membuahkan hasil. Semuanya sirna di telan kegelapan malam.

Meski kedengaranya aga aneh sekaligus mengundang tanda tanya besar. Masa penjaga kemanan harus di amankan. Ironis. Sungguh ironis.

Walhasil, laju kendaraan roda dua pun harus melewati satpam. Tak lain guna memberangus aksi curanmor tersebut. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Satpam, (07/01;20.35 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/27/2007 11:21:00 PM   0 comments
Kitab (4)
Thursday, January 25, 2007
Wilujeng Tahun Hijriah
Ku Boelldzh

Sampurasun...!!
Dulur Salembur, Baraya Sablog...!!
Assalamu alaikum Wr Wb

Simkuring saparakanca neda jembar pidu'a:

Wilujeng Tahun Hijriah
1 Muharam 1428 H

Mugia urang aya dina tanggayungan Gusti Anu Mangeranan Sadaya Alam. Atuh ku rubahna tahun mugia nambihan oge ka imanan jeung kaislaman urang.
Tug dugikeun luyu antara tekad, ucap jeung lampah dina enggoning milari Anjeuna. Amien.

Wassalamu alaikum wr wb.
Cah Ah Baraya
Rampes

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 20/01; 21.34 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/25/2007 06:47:00 AM   1 comments
kitab (3)
Wednesday, January 24, 2007
Brithday...!!!
oleh Ibn Ghifarie

Apa ari sebuah kelahiran? Lama aku termenung, sulit menemukan jawabab. Yang tergambar justru Neneku. Dialah penggenti pigur Ibu. Konon, Ia mengembil fungsi ke dua Orang Tuaku semasa aku lahir ke dunia fana ini.

Tak ada kata-kata bermakna yang selalu keluar dari Mamah Endet, pangilan akrab Nenekku kecuali satu ungkapan `Semoga menjadi orang` itu doa Nenek, pendek dan sederhana.

Saat termenung di tengah-tengah pencarian ari Maulid. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara `Cis kacang buncis nyengcle` dari HP(Hand Pone)ku. Tanpa panjang leber ku buka alat komunikasi tersebut. Met pagi. Oy, Nit mau ngucapin Selamat Ulang Tahun. Semoga panjang umur, makin tambah wawasan dan pengalaman, banyak temen, cepat Wisuda dan cepat dapat yang geulis. He 6x. Saratnya jangan lupa traktir Nit . Makasih, (20/01;06.27.09) tulis Oka Yuanita, Mahasiswa STIMIK AKAKOM Yogyakarta.

`Met Ultah A.Sukses !! Inget 24 Lho` (20/01;07.26.36) kirim Rofi Mumahad Rizal Ghifarie, Mahasiswa Agro Industri UGM.
`Kawan hari ini. Hari bukan Ulang Tahunmu. Ini harimu bertambah tahun, sebab setiap langkah ke depan takan jadi ulangan yang telah kau tinggalkan di masa silam, sebab selalu ada pergeseran. Semoga tahunmu kali ini lebih menggairahkan` (20/01;07.34.10) tulis Pradewi Chatami, Mahasiswa Psikologi UIN SGD Bandung.

`Aslkm. Happy Brithday yang ke......Moga panjang umur, tercapai semua cita-citanya dan moga sukses selalau. Met pagi` (20/01;08.33.54) kirim Isti Mahasiswa Menejemen IAIN Serang Banten.
`Kawan usiamu kini bertambah. Berarti sisa hidupmu di dunia berkurang. sudahkah kau membuat kemungkinan untuk masa depan? Semoga segala kemungkinan yang kau rencanakan dapat kau capai dan merupakan pilihan yang terbaik (20/01;13.19.59) pesan Siti Yasmin, Mahasiswa Sejarah Peradaban Isalam (SPI) UIN SGD Bandung.

`Cager, bager, singer, jujur, akur sing jadi pulas katumbiri. Anjeun anaking. Wilujeng Milang Kala la 17 welas` (20/01;19.08.05) tulis Mamah Pradewi Chatami.
`Ngomean sms nu dikirimkeun kamari, Moga ulah bosen malam di ajar bari teugaduh paririmbon. Cageur, bager, bener, singer, pinter, jujur, akur sing jadi pulas katumbiri rengkah paripolah hidep engoning hirup kumbuh. Wilujeng Milang Kala ka 17 . Mugia Allah nu marbeng alam masih panang tayungan. Amien. Nyuhunkeun dibalas hatur nuhun. (21/01;06.50.02) Mamah Pradewi Chatami.

Lain pesan singkat via HP. Lain pula SMS via Friendster. Alo Nu...Duuh yang gi ultah...
Met ultah aja ya Nu...Mudah2an Nu tambah sehat, banyak rezeki n panjang umur...`Posted (14/01) She kawanku di Surabaya.
`MET MILAD nya.. kanggo akang Ibnu. Mugia tambah kabagjaanna...seer rezekina..enggal2 lulus,heheheheh pondok jodohna.........sareng disayang ku kaluarga sareng rerencanganna. Punten telat ngucapkeunna??? Hatur nuhunnya`, Posted (23/01) Marlia Mahasiswi Sosial Ekonomi Industri Peternakan IPB Bogor.

`I just wanna say: HAPPY BIRTHDAY YA..yg ke berapa neh...? Well, hope u success ya & may Allah bless u` Posted (23/01) Radhiah Mahasiswa FDI (Fakultas Dirosah Islamiyyah) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

`Sobat, meski sedikit telat, aq ucapin HaPPy BiRThDaY 2 You..... Wish u for the best!!!
Oia, aq kan jg blm tau siapa qm, n testiqu di balas ya...thanx...`Posted (23/01) Can Mahasiswa Biologi Universitas Air Langga Surabaya.

Walhasil, tak ada yang ku perbuat selain berdoa, menulis, menulis dan menulis. Sampai-sampai coretan di catatan harian pun terlahir.

Memang ku akui.
Terkadang aku alfa mengingatmu.
Untuk sekedar berdzikir saja, rasanya berat.
Untuk sekedar ibadah tepat waktu saja, rasanya susah.
Untuk sekedar memuja kebesarmu saja, rasanya tak sempat.

Malah asyik.
Membaca, hingga tak kenal tempat.
Menulis, hingga tak kenal waktu.
Diskusi, hingga tak ada kesimpulan.
Utak-atik Blog, hingga tak kenal lelah.

Namun, ku lakukan semua itu demi meraih ke Agunganmu. Amien. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 20/01;06.12 dan 20.23 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/24/2007 07:01:00 AM   1 comments
Kitab (2)
Tuesday, January 23, 2007
Detik-Detik Hari Bersejarah
Oleh Boelldzh

Kala itu, tak ada yang aku perbuat selain duduk termenung di depan komputer sambil buka-buka; email, Blogger, nyari data buat bikin tulisan. Sesekali, posting di Web Blog LPIK (www.lpik.multiply.com) guna membuplikasikan tulisan; Surat Pernyataan, Buntut Surat Pernyataan dan Sosok Badru. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara HP (Hand Pone) berbunyi di Remember 'Ulang Tahun Simkuring'.

Waktu itu, tepat menunjukan pukul 00.00. Kontan saja, pengingat pesan itu membuat aku sedikit gemetar, celengak-celinguk sekaligus bertanya-tanya. Siapa yang Milang Kala? Saya kira, hari itu masih tanggal 19/01. Nyatanya, malam itu sudah masuk penanggalan selanjutnya.

Tak ayal, sederetan pertanyaan pun keluar dari mulutku; Apa yang telahku perbuat selama ini?, Apa yang telah kudapatkan dikehidupan alpa ini?, Apa yang engkau cari di kehidupan pana ini?, Apa yang telah kau persiapkan guna menyongsong hari esok supaya lebih baik lagi?

Tanpa kusadari, coretan demi coretan pun akhirnya ku tuanggkan dalam Blog Alakadarsme sebagai bukti mensyukuri apa yang telah ku perbuat selama ini.

Walhasil, Shalat Isya dan Muhasabah pun ku kerjakan tanpa kawan dan ucapan 'Selamat' guna menutup segala aktifitas keseharian. Semoga hari esok lebih baik. Amien. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok PusInfoKomp,20/01;00.0o wib


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/23/2007 07:48:00 AM   0 comments
Kitab (1)
Friday, January 19, 2007

Badru Yang Saya Kenal

Oleh Ibn Ghifarie


Di tengah-tengah kebingungan sekaligus ketidak jelasan keputusan LPIK secara kelembagaan. Tak terelakan lagi, Saya selaku mantan pengurus LPIK periode 2003/200. Kini, Koordinator Post LPIK, sebutan bagi Alumni LPIK. Merasa kehilangan atas pengunduran diri Badru. Pasalnya, Ia merupakan tonggak LPIK. Terutama dalam khazanah sastra.

Meski di masa kepemimpinannya (2005-2006) Ia sempat hengkang hampir 4 bulan lamanya dari masa baktinya. Tepatnya di semester genap. Terhitung dari bulan Mei-Agustus 2006. Tentunya, menuai pelbagai kritik, cacian, makian hingga hujatan sekalipun dari anggota, pengrus sampai Alumni.

Namun begitu, Ia tetap berdikari di Saung Kajian. Hingga ajal kepengurusanya berakhir di Gerbang Musyag X. Yakni 14 Oktober 2006. Saat ngabuburit Ramadhan ala LPIK. Terpilihlah Tedi Taufik Rahman sebagai Pentolan LPIK masa bakti 2006-2007.

Tak cukup berhenti sampai di sini saja, Mifka pun ikut larut menjadi pengurus sekarang. Sampai-sampai Ia menghantarkan terselanggaranya acara; Geliat LPIK (11-12/12/06), Talk Show (18/12/06), TGB (Ta`aruf Generasi Baru; 20-22/1206 ), Menebus Kelahiran dan Kematian (30/12/06). Sudah tentu, keberhasilan kegiatan spektakuler itu berkat berbagai pihak. Khususnya, pengurus LPIK dengan Anggota Muda.

Seiring waktu. Sepenggal asa. Kuatnya arus modernitas dan peliknya kehidupan. Akhirnya Ia mendeklarasikan diri dengan cara melayangkan surat pernyataan ‘Mengundurkan Diri Sebagai Pengurus LPIK Periode 2006-2007 Sekaligus Melepas Identitas Keanggotaan LPIK. Entah karena alasan apa? Yang jelas Ia menulis lima alasan diantaranya; Pertama, Rapuhnya Komunikasi Yang Sehat Sesama Anggota. Kedua, Lemahnya Temali Kekeluargaan di Tubuh Organisasi. Ketiga, Lunturnya Tradisi-tradisi LPIK Dalam Keseharian. Keempat, Sekaratnya Kerja Kepengurusan. Kelima, MatinyaTradisi Penalaran Anggota.

Tak ayal, kehadiran Surat Sakti itu, membuat sebagin besar kawan-kawan pengurus dan anggota bertanya kepadaku. Dengan pelbagai pertanyaan; Apa sebenarnya yang terjadi, Pernahkan Ia bercerita sebelumnya kepada kamu (Aku-red), Eta sugan pernah ngobrol heula jeung Boelldzh teu?

Lontaran kata-kata itu, tentu saja menghentakan perasaanku. Seolah-olah aku yang bersalah dan tidak pernah peduli pada kawan.

Semula tak ada jawaban dariku. Kecuali geleng-geleng kepala sebagai pertanda ketidak tahuan persoalan tersebut sambil terus membaca Surat Pengunduran Diri. Yang dipajang di Sekretariat. Tanpa kusadari pikiranku melayang jauh menembus ruang dan waktu, hingga tergambarlah sosok Ahmad Wahib (Pergulatan Pemikiran Islam). Saat Ia mengundurkan diri secara forman dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dengan membuat satu tulisan. Ia beranggapan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sudah tak nyaman lagi baginya, tak bisa berekspresi, bahkan disebut-sebut sebagai pembawa aliran lalim. Mungkinkah Badru meniru sekaligus mengikuti jejal Neo-Wahib? Entahlah

Sejurus kemudian, ngahuntu pun kumulai sambil mengingat-ngingat beberapa hari yang lalu. Memang dulu pernah ngobrol antara aku dengan Badru di samping Mesjid Iqomah antara pohon Jambe dengan ruko Jualan Rokok, Kopi ala Sifi (detik-dertik terakhir direlokasi ke M’ahad Aly d/h) (13/01).

`Leudzh, kadie sakeudeng urang hayang ngobrol jeung ente`, ungkap Mifka mengawali pembicaraan.

`Aya naon Dru`, sahutku.

`Ari cara nyieun Surat Pengunduran diri the kumaha`, kata Mantan Ketum tersebut.

`Secara organisatoris atau luar organisatoris`, jawabku.

`Secara organisatorsi dong’` ungkapnya sambil ketawa-ketiwi.

Tanpa basa-basi. Semua unsur-unsur surat pengunduran diri ku jelaskan sampai tek-tek bengeknya. Di penghujung penjelasan baru aku sadar dan balik bertanya `Jang aya naon bet nanyakeun surat pengunduran sagala’` tegasku.

‘Ah biasa pan entege geus nyaho, lamun urang nanyakeun data jeung sajabana pastilah eta keur nyieun tulisan`, kilah Koor Divisi Jurnalistik tersebut.

‘Siga baheula urang nanyakeun data BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) KBM UIN SGD Bandung pan keur nyien tulisan`, tambahnya.

Tanpa memperpanjang masalah buat apa dan kebetulan dua kawan Ia dan aku menghampiri kami. Lebih tepatnya salah seorang senior kami di organisasi ekstra kampus. Akhirnya, ngawadul surat pun berakhir. Tanpa salam apalagi.

Selang beberapa hari dari obrolan senja itu, di tengah malam dan gemercik hujan sekitar 22-an di depan Wartel UIN. Saat aku membeli bubur guna menyantap obat karena memang aku aga tak enak badan (17/01).

Kala itu, Ia berdiri di antara temen-temen pengurus LPIK (Sutisna, Fani, Zarien) sambil berkata `Leudzh kadieu sakeudeung urang hayang ngobrol`, paparnya dalam mengawali ngahuntu.

`Aya naon Jang` jawabku.

`Sabenerna mah lain keur nyieun tulisan batur atawa insfirasi tulisa keur di publikasikeun, tapi baheula nanyakeun surat pengunduran teh keur urang’`jelasnya.

Kontan saja, aku pun balik berkata ‘Emang aya naoan jeung alasana naon bet rek ngundurkeun diri sagala’, cetusku.

Sebelum menjawab pertanyaanku. Ia malah balik bertanya, ‘Tapi aya masalah yeuh ngenaan No surat kesediaan Jadi Pengurus baheula euweuh teu manggihan, geus neangan kasasaha’, tambahnya.

‘Ah pokonamah kudu aya. Lamun euweuh urang pertama anu rek ngagugat surat eta’, jelasku sambil bercanda.

Tanpa ada jawaban lebih. Memuaskan penasaranku apalagi. Mantan Pimred Al-Kitobah itu, berpamitan kepada kami. ‘Urang balik heula yeuh,’ menutup obrolan malam.

‘Moal ka Sekre LPIk heula’, tanya salah satu rekan sepengurusnya.

Lagi, tak ada jawaban kecuali meninggalkan kami. Akhirnya, kami pun berpisah satu sama lain.

Walhasil, terjawab sudah kepenasaranku tentang pembuatan surat pengunduran diri. Yakni terpajangnya Surat Pernyataan di sekretariat LPIK. Tepatnya di bawah papan pengumuman No kontak LPIK. Saat mentari mulai menggeliat ke titik zenit (18/01).

Hingga hari ini, tak ada keputusan jelas dan tegas secara lembaga. Namun, secara pribadi saya sangat menyayangkan langkah yang ditempuh kawanku. Tapi aku tak bisa berbuat banyak. Kareha hal itu telah terjadi. Cuman terkadang aku sangat menyesalkan peristiwa itu terjadi. Pasalnya, kali ini terjadi pengunduran diri yang dilakukan oleh mantan Ketum.

Apapaun alasannya. Aku harus rela menerima kenyataan pahit ini. Tanpa menyalahkan satu sama lain. Mungkin saja ini, kekhilafanku yang tak begitu peduli pada sahabat dan terlalu percaya pada kawan. Jika mereka menanyakan sesuatu kepadaku. Terlebih masalah organisasi.

Walaupun ada keganjilan dalam Surat tersebut; Pertama, tidak ada kop surat beserta kawan-kawanya. Mulai dari Nomor, Lampiran sampai Prihal. Semuanya tidak ada.

Kedua, Dalam No Surat Kesediaan Menjadi Pengurus (No 01/B/LPIK/Desember/2006). Sepengetahuanku Desember bulan-bulanya acara LPIK dan TGB. Kalau tak salah pelantikan kepengurusan masa bakti 2006-2007 itu bulan pertengahan November. Berarti surat kesediaan sekira awal bulan.

Ketiga, penempatan 5 alasan-alasan pengunduran diri. Kebiasaan penulisan selalu di akhirkan dalam bentuk terlampir.

Keempat, Tidak ada Matrai dan tanda tangan di penghujung surat.

Meski begitu, kau tetap rekan seperjuanganku. Lebih-lebih sewaktu engkau menjabat Ketum LPIK dan Sekretaris Lembaga Pres GPMI (LPG) Gerakan Persatuan Mahasiswa Islam. Kebetulan waktu itu, aku menjabat Koord Alumni (LPIK), Sekjen (GPMI), Pimred sekaligus penggerak LPG (doBRak).

Hampir dua tahun lamanya aku mengenal dirimu. Sampai-sampai orang lain iri dengan kekompakan team doBRak (Ifa, Mifka, dan Boelldzh). Selama itu pula, aku sedikit demi sedikit mengetahui lebih dalam kepribadianmu.

Paling tidak yang ku ketahui engkau sosok Sastrawan dengan sederetan sebutan Pujangga, Cerpenis (Juara II tingkat PT STAIN, IAIN dan UIN se-Indonesia di Palembang; Desember 2005), hingga gelandangan Liberal. Begitu asyik memainkan huruf, kata-kata, kalimat dalam menyusun sebuah tulisan. Sampai-sampai aku ingin mengikuti jejak langkahmu. Namun, sudah ku coba berulang-ulang kali, hingga tak terhitung, tapi tetap saja aku tak bisa kecuali dalam memainkan data semata.

Selain itu, karena terlalu gandrung dengan permainan rima. Setiap kejadian, keluh kesah, letupan-letupan suara hati engkau semua tuangkan dalam Catatan Harian.

Bergelut dengan Dyari bukan pertama bagi Ia. Malahan sudah hampir 5 tahun Ia akrabi. Sampai-sampai di satu kesempatan engkau pernah menyuruhku guna mengklasifikasi mushaf berserak tersebut. Namun, entah satu alasan apa, Ia meninggalkan ikhtiar tersebut. Padahal ingin ku menyunting semua goresan penamu. Terkadang kau lupa menyimpan agenda harian tersebut. Thus, aku pula yang menyimpan bait-bait puisimu.

Kuatnya tradis menulis bagimu bak nafas yang terus menghembuskan sanu bari. Tengok saja, hasil lengkingan penanya di WebBlog pribadinya (www.mifka.multiply.com) atau di Komunitas Mata Pena (KMP) Bandung (www.komunitasmatapena.multiply.com).

Ketidak terlibatanmu dalam kecerian di Saung Kajian LPIK mulai hari ini dan selanjutnya. Engkau tetap Mifka bukan yang lainya. Mudah-mudahan terus berkarya dan akhirnya aku hanya bisa berkata ‘Selamat Jalan Dru, Teruskanlah Perjuananganmu Sampai Ajal Menjemput’. Itulah Badru yang saya kenal. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 19/01;03.47 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/19/2007 01:47:00 PM   0 comments
Suhuf (20)

Buntut LunturnyaTradisi Dialog Itu Bernama Surat Pernyataan

Oleh Ibn Ghifarie


Keluarnya surat edaran Menyatakan ‘Mengundurkan diri sebagai pengurus LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Kesilaman-red) KBM UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 2006-2007 sekaligus melepas identitas kenggotaan LPIK’ oleh Badru Tamam Mifka, mantan Ketum LPIK periode 2005-2006 (18/01).

Tak ayal lagi, hal ini membuat sebagian pengurus dan anggota kebingungan sekaligus bertanya-tanya. Pasalnya, kepengurusan masa bakti 2006-2007 baru beberapa bulan dilantik dan Mabim (Masa Bimbingan Anggota Muda) pun belum berjalan dengan baik. Salah satu pengurus angkat bicara Abdul Kumis, Koord Divisi Ekternal ‘Saya ngarasa kecewa jeung teu satuju Badru kaluar ti LPIK. Kulantaran terlalu buru-buru nyokot kaputusan, teu bijak jeung egoislah, ungkapnya.

‘Mestinya ngobrol terlebih dahulu dengan pengurus untuk mengundurkan diri tersebut. Sebab segala persoalan bisa diselesikan dengan dialog. Ini tidak dan keluarlah surat pernyatan,’ tambahnya.

Menyoal pengunduran diri mantan Ketum LPIK itu, Tedi Taufik Rahman selaku Ketum LPIK periode 2006-2007 beranggapan ‘Ini hanya ekspresi kejengahan saja dan cukup beralasan. Meski dalam bentuk titik nadir ekstrim, katanya.

‘Secara pribadi saya bangga dengan keputusan Badru dan sent of bilonging Ia terhadap LPIK begitu tinggi daripada Hakim (anggota divisi Internal-red) yang tidak aktif dikepungurusan dan tidak menyatakan diri keluar dari kepengurusan sekarang, baik secara lisan maupun tulisan,’ jelasnya.

Berbeda dengan Tedi, Iya Maliya anggota Divisi Ekternal sekaligus Pimred Suaka (Lembaga Pres Mahasiswa-red) menilai ‘Biasa aja. Mentang mentang anak lembaga kajian surat pengunduran diri saja dibikin secara tertulis dan panjang. Coba kalau di Suaka mengundurkan diri cukup dengan lisan saja,’ paparnya.

‘Inilah sindrom cinta. Sudah jelas misalkan LPIK itu mempunyai berbagai macam masalah. Ini malah diperumit lagi dengan keluarnya Badru, tambahnya.

Tentunya, komunikasi antar pengurus pun sudah tak sehat lagi. Jika setiap persoalan harus diselesaiakn dengan tulisan semata, tanpa adanya dialog terlebih dulu, ujarnya.

Senada dengan Iya, Reni Sendiawati, Bendum LPIK ikut menggapi ‘Biasa aja’. Kok, kelemahan lembaga dianggap tameng buat keluar dari lembaga. Padahal yang saya ketahui bukan itu alasan mengundurkan dirinya. ’Ah geus kapangih modalna jeung beulangna sifat manehna ku barudak,’ tegasnya.

Bingung. Abong hayang dipika ngarti ku batur, tapi manehna anu teu ngarti ka batur. Maeunya teu ngobrol heula jeung barudak. Ujug-ujung kabur bari nyieun tulisan pernyataan,’ cetus Johan Koord Johan Koord Seni dan Budaya.

‘Tapi lamun mah kaluar ti LPIK keur majukeun organisasi lain, samodel GPMI mah teu nanaon jeung urang ngadukung pisan. Kade omat lamun di GPMI teu baleg oge. Tah anu kitu mah hayang meunang soranangan we,’ tegasnya.

‘Teu bisa kumaha deui. Da ieu mah geus urusan eksistensial,’ Sutisna sekretasir Divisi Seni dan Budaya.

'Atuh antukna mah bakal saling menghakimi, tidak ada dialog dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusanya', katanya.

Berbeda dengan Sutisna, Wanda Al-Rasid, Koord Divisi Internal berkata ini salah yang dilakukan oleh Badru. ‘Salah ibarat membuat patah semangat kepengurusan. Walaupun, ini hasil dari akumulasi masalah-masalah sebelumnya. Imbasnya pada kepengurusan sekarang,’ paparnya.

‘Ceuk urangmah ieu aya kaitanan jeung masalah hate,’ tambahnya.

Lain pengurus. Lain pula Anggota Muda. Bagi Pradewi Chatami, mahasiswa Psikologi berkata ‘Inilah delirium (Kekacauan sebelum sekarat), kekanak-kanakan, teu otokritik. Pokonamah teu sehat jeung masih keneh boga hutang 2 buletin lateral ka LPIK,’

‘Biasa teu biasa jeung emosioanal we. Solana ari saya mah karek ka LPIkna ge jeung teu apal kumaha tradisina, kata Dian mahasiswa Sosiologi semerter III.

‘Ayeuan aya anu ngundurkeun sagala ti kapengurusan pan teu hade jeung bakal di contoan ku budak anyar, lamun teu genah didieu (LPIK-red). Pokonamah jangan ada dusta diantara kita,’ jelasnya.

Senada dengan Dian, Naoval Ketua Angkatan anggota muda menjelaskan ‘Takut perlakuan serupa ditiru oleh kawan seangkatanya, manakala sudah tak nyaman lagi di sini (LPIK-red)’, paparnya.

Walapun sebelumnya ‘Ada keganjilan di Badru sendiri, terutama dalam sikap (sebelum pindah-red) dan sewaktu di angkutnya buku-buku di WSC. Padahal LPIK mempergunakan perpustakan tersebut, ujarnya.

‘Aneh we. Maenya keceriaan dan kebahagian memajukan LPIK selama 3 tahun kalah dengan kekcewaan selama 2 minggu. Pan teu logis jeung emosional we. Padahal, Badru merupakan pilar LPIK. Jika ia keluar, maka ada yang kurang di LPIK, menutup perbincangannya.

Biasa wae jeung geus waktuna. Maeunya mantan ketua masih jadi pengurus tambah Abdul Aziz, mahasiswa jurnalistik semester IV.

Meski membuat kebingungan Pengurus dan Anggota. Namun dilain pihak seakan-akan beredar surat pernyataan pun tidak membuat getir LPIK. Salah satunya Didin Syarifuddin, mantan Koord Divisi Metodologi dan Wacana berujar ‘Ah, sok wae rek kaluarmah jeung urang ngadukung. Lamunmah hiji jelema geus teu nyaman di imahna sorangan’.

Selain itu, tambahnya ‘Lain opat alasan eta anu matak Badru kaluar, tapi sigana aya kaitanan jeung duriat. Matakna ari heureuy teu tong kamalinaan heg jadi we kieu akibatna’,

Bagi Farid Ridwan Koord Nalar Intelektual ‘Wajar, soalnya saya merasakan sendiri bagaimana keluh kesah Badru. Walaupun tergesa-gesa, ungkapnya.

Menurutnya, ‘Secara psikologis sudah tak nyaman lagi. Masa mantan ketua jadi pengurus lagi. Di organisasi manapun tidak ada perlakuan seperti itu dan profesionalisme tidak ada di LPIK’,

Lain keluarga besar LPIK. Lain pula WSC (Women Studies Center) menyayangkan pengunduran diri Badru ‘Sangat disayangkan keluar dari LPIk. Padahal dulu LPIK ibarat tubuhnya. Segala kegiatan dan aktifitas LPIk pasti dilakukan dengan sungguh-sungguh dan diutamakan terlebih dahulu olehnya daripada organisasi lain’, kata Dedeh Ketum WSC.

Walau begitu, Ia medukung segala keputusan Badru. Mungkin itu yang terbaik dan sudah tepat. Sebab Ia mantan Ketum. Meski caranya tak tepat, jelasnya.

Menanggapi tanggapan miring dari pelbagai pengurus dan anggota LPIK, Badru Tamam Mifka ketika ditemui lateral di kosan sementaranya (18/01). Ia memaparkan ‘Wajar saja mereka berkata seperti itu. Sebab segala keputusan pasti ada konsekuensinya. Yang jelas Saya ingin membuktikan kepada kawan-kawan bahwa persoalan pribadi bisa berimbas pada organisasi. Selama ini mereka beranggapan adanya pendikotomian antara masalah pribadi dan organisasi. Padahal, kedua-duanya saling berkaitan’, ungkapnya.

Walaupun dalam tulisan (surat pernyataan-red) itu, hanya gambaran umum dan bentuk ideal satu organisasi. Tapi lagi-lagi masalah pribadi (konplik-red) dapat mempengaruhi dan menggangu stabilitas kinerja organisasi, tegasnya.

Selain itu, mudah-mudahan dilayangkanya surat pengunduran diri sebagai ajang introspeksi diri buat kepengurusan sekarang. Sehingga sikap kekeluargaan dan keterbukaan diantara kita terjaiin kembali, tambahnya.

Menyinggung ketidak harmonisan komunikasi antar pengurus. Menurutnya ‘Memang saya akui untuk masalah pengunduran diri sebelumnya tak pernah di dialogkan kepada siapapun. Namun, bukankah kehadiran ‘Surat Pernyataan’ sebagai bentuk dialog secara tulisan. Karena saya percaya kawan-kawan LPIK lebih pandai dalam menafsir dan memaknai kata-kata’.

Hingga pemberitaan ini diturunkan pihak LPIK secara kelembagaan belum bisa mengambil keputusan, kecuali secara individu berharap forum dialog segera dilakukan. Seperti yang diungkapkan Tedi ‘Kita adakan kumpulan b’ada Maghrib seluruh pengrus guna membahas surat pernyataan tersebut, ujarnya.

‘Mudah-mudahan dengan adanya, surat pernyataan ini dapat mempererat tali persaudaraan kita dan meningkatnya muhasabah, baik secara pribadi maupun lembaga, menuntup perkataanya.

Perkataan senada pun dilontarkan Johan, ‘Harus diadakan semacam ruang curhat. Setiap pengurus atapun angota ketika ada persoalan harus dikomunikasikan dalam forum tersebut.

Selain dialog itu, harus diadakan rencana pesan singkat buat pengurus tersebut. Sebab tak semuanya pengurus dan anggota mahir dalam bicara, terkadang sulit atau sebaliknya, tambah Farid.

‘Serta harus dibentuk team khusus penggerak kesadaran guna membangun kebersamaan dan bertangung jawab, jelas Wanda. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 19/01;02.57 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/19/2007 12:30:00 PM   0 comments
Suhuf (19)
Wednesday, January 17, 2007
Tergelincirnya KA Begawan; Akibat Lemahnya Managemen Transportasi
Oleh Ibn Ghifarie

Di tengah-tengah maraknya pelbagai gempa, tanah longsor, bajir bandang, kekeringan, kebakaran hutan dan kelaparan. Kini, wilayah transportasi pun ikut menegaskan bahwa Indonesia memang bangsa amburadul.

Tengok saja, pasca tenggelamnya KM Senopati (29/12) dan tergelincirnya pesawat Adam Air (01/01). Hingga sekarang belum diketahui bangkai pesawat naas tersebut. Kini, giliran KA Bengawan jurusan Solo-Jakarta pula ikut terguling. Seperti yang dilansir Editorial Media Indonesia (17/01) Lima orang menemui ajal dan ratusan orang luka-luka dalam kecelakaan di Banyumas, Jawa Tengah, Senin (15/1) malam itu.

Bencana transportasi di negeri seperti susul-menyusul. Perkabungan yang satu belum usai muncul perkabungan yang lain. Kecelakaan seolah menjadi karib dan sahabat dekat bangsa ini.

Nyatanya, tragedi kemanusiaan itu tak begitu membuat pemerintah tanggap darurat sedini mungkin terhadap pelbagai kejadian, malah asyik sibuk mengurus 'Kritik berbalas kritik'. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dikritik bertubi-tubi membalas kritik dengan kritik. Kepada para pengkritiknya SBY bertanya, "Apa yang sudah mereka perbuat untuk kepentingan rakyat?"; Rapat Kordinasi Penanggulangan Bencana; Menaikan gaji anggota Dewan; minta bantuan ke negara Amerika dan singapura.

Sudah jelas-jelas, menjamurnya kecelakaan baik di Darat, Laut, maupun Udara. Semuanya, akibat lemahnya menegemen sekaligus transparansi transportasi. Bukan malah sibuk mencari kambing hitam guna mengurai penyebab olengnya KA Begawan. Mulai dari faktor kesalahan teknis, kesalahan manusia, atau sekalipun faktor alam.

Dengan demikian, haruskan kelahiran sistem penggulangan bencana di era transportasi menumbalkan berjuta manusia yang tak berdosa.

Thus, kemunculan Menegemen Bencana pula hanya sebatas wacana semata. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 17/01;06.57 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/17/2007 08:01:00 AM   0 comments
Suhuf (18)
Tuesday, January 16, 2007
Meningkatkan Citra Dengan Menafikan Kaum Tak Berkucukupan
Oleh Ibn Ghifarie

Adalah segala bentuk kejadian, sekecil apa pun pasti ada kihmahnya. Terlebih lagi, hanya peralihan tempat jualan saja. Semula, mereka hanya mangkal di Fakultas Sainstek dan Psikologi ke Pelataran M'ahad Aly.

Apalagi upaya relokasi pengais rezeki itu, tak lain guna mewujudkan kampus berbasis 'Wahyu Memandu Ilmu'. Sehingga tak terkesan kampus semberawut bak Gede Bage. Segala macam bentuk makanan bisa nongkrong dimana saja dan seenaknya. Ketidah bersahajaan penjual akan kita dapatkan mulai dari Gerbang Kampus, Samping Pos Satpam, depan Fakultas Saintek dan Psikologi, samping Fakultas Ushuludin, sekira DPR (Di bawah Pohon Rindang) dan taman Biologi, Samping kanan Perpustakaan, samping kiri Fakultas Adad dan Dakwah, samping kanan Fakultas Syariah maupun belakang Takhosus. Kebersihan, keindahan dan keamana pun harus terjaga. Inilah cita-cita mulia dari perubahan IAIN menjadi UIN.

Kini, pusat perbelanjaan ala UIN SGD Bandung hanya terdapat di pelataran Perumahan Dosen Asing dan sekira DPR.

Namun, perlu diketahui oleh seluruh civitas akademika. Haruskan upaya meningkatkan kualitas pendidikan tingggi dan menjadi mitra terdepan Garda Jawa Barat. UIN SGD Bandung harus dengan cara menumbangkan persoalan lain. Yakni mereka kelompok lemah.

Tak hanya itu, haruskan semangat mengambil pelajaran, kesabaran dan ketaatan kepada Tuhan di uji melalui cara mengenaskan ini.

Sudah tentu, jawabanya tidak. Jika tak rela mengambil kebahagiaan dengan cara menafikan kaum tak berkecukupan, maka penuhilah keinginan para pengasong makanan tersebut.

Tak muluk-muluk keinginan yang mereka gapai. Relokasi dengan saran yang memadai pun menjadi tumpuan sekaligus harapan mereka. Tanpa harus berebut lapak, menata ulang ke khasan tempat berjualan dan memberitahu tata letak warungnya kepada setiap pengunjung. Meski pun, pelanggan setianya dapat mengetahui dimana letak cemilan favoritnya.

Walhasil, Paling tidak tempatnya stategis. Tetutup dari sengatan matahari, dan dinginya hujan. Bukan malah tak terkendali. Hingga panasnya sang raja siang dan banjir bila musim penghujan menjadi teman akrab mereka. Terjangkau oleh pelabagai kalangan civita akademika apalagi. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok PusInfokomp, 15/01;21.24 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/16/2007 12:22:00 PM   0 comments
Suhuf (17)
Monday, January 15, 2007
Relokasi Pedagang; Acak-Acakan Tata Ruang UIN SGD Bandung
Oleh Ibn Ghifarie


Memasuki hari pertama Ujian Akhir Semester (UAS) sebagian mahasiswa dikagetkan dengan adanya relokasi pedagang di daerah Takhosus. Pasalnya, tak biasanya para pengais rezeki itu, mangkal di Kompleks Dosen Asing.

Bila, dahulu semua pengaso makanan, baik yang berada di Depan Fakultas Saintek maupun Psikologi. Kini, mereka harus tumpah ruah di pelataran M'ahad Aly.

Menyoal, pemindahan pedagang ke Takhosus membuat sebagian mahasiswa angkat bicara 'Lain bet kudu dipindah keun sagalanya. Keur didieu (depan Fakultas Saintek-red) wae sok males ari kahandap teh. Komo deui ayeuna,' Pradewi, aktivis perempuan.

'Masa deumi secangkir kopi harus dibayar dengan pengorbaban yang begitu berat dan memakan waktu lama. Inilah ketidak jelasan tata ruang kampus UIN SGD Bandung, yang tak belajar Planologi. Pokonya asal jadi dan ngumpul,' tambahnya

'Wah, sekarang tak bisa makan-makan bareng lagi di sekre (UKM-red) dong. Solanya, pesan makana harus pergi ke sana (perumahan Dosen Asing-red). Berdeda dengan dulu, masih disini. Mudah sekali. Tinggal panggil, datang makanan,' kata Iya mahasiswa Jurnalistik.

'Ya, bukanya apa-apa. Habis takut ngerepotin pedagang harus nganterin ke sekre,' jelasnya.

Nyatanya, relokasi pedagang tak menyelesaikan persoalan Keindahan, Kebersihan dan Keamanan (k3) kampus. Malah terkesan, melestarikan sekaligus melanggengkan budaya acak-acakan. Yang jelas, hijrah pedagang itu bagi saya ''Ledzh, jauh rek ka Si Sipi (pedagang asongan roko, kofi-red) teh ayeuna mah. Jeung teu bisa ngabon heula. Solana pedagang geus dilokalisir ka M'ahad Aly, cetus Badru, Sekum GPMI (Gerakan Persatuan Mahasiswa Islam). [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 15/01;11.27 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/15/2007 09:59:00 AM   0 comments
Suhuf (16)
Yang Penting Untung...!!
Oleh Ibn Ghifarie


Kala itu, tak ada yang aku perbuat selain duduk-duduk sambil menyantap idangan Baso Tahu di depan Fakultas Sains dan Teknologi (Ruang UKM ; Unit Kegiatan Mahasiswa d/h), samping Pasca Sarjana, belakang Mesjid Iqomah. Posisi duduk tepatnya berada di bawah pohon buah, dan pembatas parit di antara pedagang Mie Ayam dan Batagor. Tiba-tiba aku di kejutkan dengan kedatangan salah seorang perempuan berbadan tinggi dan aga gemuk bererta beberapa mahasiswa yang aktif dipelbagai UKM beladiri. Tak lain guna memindahkan peralatan jualan makan nasi ke daerah sekitar Ma'had Aly (13/010).

Kontan saja, perbuatan ganjil tersebut menyulutku supaya bertanya pada sang empu jualan, hingga obrolan dengan Asep pun dimulai, tanpa salam, prolog apalagi, Ia menjelaskan, 'Mulai hari Senin (15/01) tak ada pedagang lagi yang mangkal di depan Fakultas Saintek,' tegasnya.

Alih-alih menertibkan para pedagang guna mewujudkan kampus UIN SGD Bandung ilmiah dan religius. Para pengais rezekipun harus rela direlokasi ke Takhosus. Tepatnya, samping mesjid Iqomah, belakang Senat Fakultas Syariah, samping Kopma (Koperasi Mahasiswa), dekat Kompleks Dosen Luar Negeri (Arab), samping kanan Lapangan Sepak Bola UIN (Sekretasiat Mahapeka d/h).

Meski mengisahkan pelbagai cerita, para penjaja makanan itu, tetap ngungsi ke daerah Komplek Dosen Asing. Sebut saja, penjual makan 'Nya teu nanaon ari rek dipindahkeun mah. Da eta hak Rektorat. Ngan meureun kuhu aya tempatna. Lain kudu ngabeubeunah heula, ungkapnya.

'Pokonamah kudu aya tempat heula. Lain nguruskeun pindah. Kusabab goreng katinggalina jualan didieu mah. Etage ceunah, tambah pedagang yang datang-datang ikut nimbrung.

'Ah, salain kudu parebut tempat heula. Pan ayeuna mah kudu ngawawarkeun heula ka sakumna mahasiswa. Yen anu jualan es kalapa teh, misalna beulah dieu, cetus laki-laki berbadan kurus.

'Da anu penting mah jualan laku bari jeung untung. Rek didieu pek, rek diditu heug bae, papar pedagang lainnya.

Ngobrol ngaler-ngidul pun tak terelakan lagi, mulai dari membincang banyaknya mahasiswa yang berdemo, kuliahnya lama, kebijakan Rektor, sampai pemaknaan kehidupan.

Menyingung K3 (Kebersihan, Keindahan dan Keamanan) yang setiap hari dipungut Rp 1.000-/pedagang oleh Satpam. Salah satu penjual angkat bicara 'Tah perkawis artos eta mah duka kamana leubeutna. Anu jelasmah kami sok remen ditaging,' ujarnya.

'Tapi naha beut kedah dipindahkeun sagala. Tempatna teu puguh deui,' tambahnya.

Tentu, tak ada jawaban yang kulontarkan pada mereka kecuali diam seribu bahasa dan hanya gelengan kepala serta terus melahap Baso Tahu.

Walau pun hijrah pengaso perut dari sekitar Iqomah dan Tempat Regisrasi (kini, Fakultas Psikologi) ke Mahad Aly. Namun, mereka berharap semoga kebesaran UIN ini tak dapat menindas kaum lemah seperti kami. Salah satunya, dengan adanya 'relokasi pedagang'. Mesti dalam mengais rezeki harus dimana lagi, kalau bukan disini, cetusnya. Meskipun mereka yakin rizki ada di tangan Tuhan dan setiap orang punya bagian masing-masing.

Sungguh, sepenggal kisah itu, membuatku merenung sejenak guna memaknai hidup. Tanpa disadari pelbagai pertayaan pun datang silih berganti, mulai dari bagaimana kalau yang dipindahkan itu aku. Lantas apa yang harus ku perbuat?, Apakah harus berteriak menuntut pasilitas memadai bila ingin di relokasi kepada Petinggi kampus? atau harus mengingkari nikmat Tuhan yang telah diberikan kepadaku, karena aku tak percaya bila berjualan di tempat Takhosus tak akan mendapatkan ke ungtungan banyak? Apalagi menyalahkan satu sama lain. Entahlah !!

Yang jelas, tak terasa, sepiring Baso Tahu pun habis kulahap. Obrolan Senja bareng pejual berakhir pula[Ibn Ghifarie]

Cag Rampes Pojok Buah, 13/01;17.02 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/15/2007 09:29:00 AM   1 comments
Suhuf (15)
Sunday, January 14, 2007
Bakri Pahlawan Bangsa
Oleh Ibn Ghifarie


'Ledzh, naha bener eta anu mangihan kahiji pesawat (Serpihan Ekor-red) Adam Air teh Nelayan urang, lain bangsa Amerika atawa Singapura pan!'
ungkap Sutisna, Mahasiswa Aqidah Filsafat UIN SGD Bandung.

'Coba lamun lain bangsa urang anu mangihan. Sigan nagara urang bakal di kumaha keun ku nagara lain,' tambahnya.

Lontaran kata-kata itu, tentu saja menghangatkan kecerian kami. Pasalnya, semenjak penerimaan Anggota Baru Angkatan XI (Ta'aruf Generasi Baru) belum terdapat diskusi guna membincang pelabagai persoalan di sekretariat LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman). Entah menyoal Kampus; kepemimpinan KBM (Keluarga Besar Mahasiswa), evaluasi internal (LPIK), tenggelamnya KM Senopati, tergelincirnya Adam Air, Banjir dan gempa yang terus menerpa Bumi Pertiwi.

Padahal, dahulu obrolan ringan pelepas kepenatan dari segala rutinitas keseharian sering kita lakukan. Laksanama makan. Kini, mulai ditinggalkan. Kecuali terlebih dahulu ada undangan dari kepegurusan. Pastilah, anggota, pengurus dan alumni hadir dalam acara ngawadul tersebut.

Semula tak ada jawaban dariku. Kecuali anggukan kepala sebagai pertanda membenarkan temuan tersebut. Sejurus kemudian, ngahuntu tergelincirnya, pesawat Boing 737-400 mulai merambah kesana-kemari bak kentut saja. Hingga ke pencitraan harkat martabat Indonesia.

Bayangkan, bila orang pertama yang menemukan bangkai pesawat tersebut bangsa Amerika sebagai contoh. Pastilah negara Zamrud Katulistiwa akan tergantung kepada negara Adi Kuasa tersebut. Segala persoalan tek-tek bengek apapun harus meminta bantu ke negara Paman Sam.

Namun, guratan nasib berkata lain. Kali pertama yang menemukan serpihan pesawat itu bernama Bakri, seorang nelayan tradisional. Tak menggunakan peralatan canggih berbasis teknologi. Sistem pendeketsian radar sejak dini apalagi.

Yang jelas, berkat temuan sang nelayan itu, misteri hilangnya AdamAir dalam perjalanan Surabaya-Manado awal Januari lalu, sedikit demi sedikit mulai terkuak. Kita berharap seluruh misteri hilangnya pesawat itu terungkap.

Meski, terlebih dahulu hasil temuan buntut pesawat itu harus dilaporkan ke Komandan Lapangan Udara Hassanuddin Marsekal Pertama Edy Suyanto. Ia kemudian mengembangkan temuan Bakri bersama pasukan asing guna pencarian pesawat nahas tersebut.

Alhasil, tim Amerika dan Singapura pun tak bisa berbuat banyak. Selain secara bersama-sama menyisir daerah penemuan barang tersebut.

Dengan demikian, kisah penemuan ekor pesawat menyelamatkan muka bangsa dari rasa malu sekaligus mengukuhkan harkat bangsa Indonesia dari sebutan negara terbelakang.

Karena itu, sudah amat tepat Wakil Presiden M Jusuf Kalla secara spontan memberikan penghargaan kepada sang nelayan itu. Sebab, berapa harga diri bangsa yang harus dibayar jika yang menemukan pesawat bukan bangsa sendiri? Sekurang-kurangnya kita akan membayarnya dengan rasa malu. Seperti yang dilansir Editorial Media Indonesia (14/01) "Saya takut kalau yang menemukan lebih dulu orang asing," kata Wapres.

Tentu saja, penemuan itu menampar keras muka pemerintah. Sebab penguasa hanya menerima bantua dari bangsa asing. Nelayan, tak begitu dilibatkan dalam proses pencarian pesawat Adam Air. Padahal, orang-orang baharilah yang paham betul bagaimana laut harus disikapi dan 'ditaklukkan'.

Singkat kata, bangsa kita kaya pengarung lautan lepas dan meneguhkan kembali Nenek Moyang Nusantara adalah Pelaut.

obrolan siang pun, mulai tak ramai, hingga satu persatu meninggalkan ruang 2x3 m tersebut. Terlebih lagi, kawan yang lain memangilnya 'Dahar, dahar euy. Sangu geus asak yeuh!'. Semuanya, sirna dihadapan tumpukan nasi putih dengan seonggok bala-bala Alakadarna. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 13/01;12.46 wib dan 14/01;06.37

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/14/2007 12:57:00 PM   0 comments
Suhuf (14)
Saturday, January 13, 2007
Menejemen Bencana Baru Sebatas Wacana
Oleh Ibn Ghifarie

Kehadiran menejemen bencana di tengah-tengah maraknya pelbagai gempa, tanah longsor, bajir bandang, kekeringan dan kebakaran hutan. Semuanya baru sebatas diskursus elit. Kaum pelajarlah yang menggagas kelahiran upaya penanggulangan kejadian tersebut.

Tengok saja, pasca gempa dan tsunami di Aceh dan sekiranya. Beberapa bulan peristiwa yang sama pun kian menerpa Bumi Pertiwi ini, hingga memilukan kita. Mulai dari gempa di Jogya (27/05), Tsunami jilid II di Pangan daran dan sekiranya (17/07), semburan lapindo di Porong Sidoarjo dan Kalimanta, lelehan lapa dingin gunung Merapi di Jogya, banjir dan tanah longsor di Padang Pariaman, Riau, Aceh, di Mandaili Natal Medal, pengusutan tuntas pembunuhan Munir, tenggelamnya kapal KM Senopati sampai tergelincirnya Kapal Adam Air.

Nyatanya, tragedi kemanusiaan itu tak begitu membuat pemerintah tanggap darurat sedini mungkin terhadap pelbagai kejadian, malah asyik sibuk mengurus Skandal Dewan akibat VCD sure, ngelancong ke berbagai negara sehabat dengan berkedok Studi Banding, pertikaian keputusan Presiden dan Wapres (keppres) tentang BPK, recoling anggota Dewan, resafle Kabinet Indonesia Bersatu, dan pergantian Pemerintah Daerah via Pilkada.

Singkat kata, jangankan membuat kurikulum berbasis ramah lingkungan dalam sistem pendidikan guna mendeteksi sejumlah tragedi sejak dini. Ternyata, kemunculan Menegemen Bencana pula hanya sebatas wacana an sich [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 09/01;23.27 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/13/2007 03:57:00 PM   0 comments
Suhuf (13)
Kata Malu Pun Raib Di UIN SGD Bandung
Oleh Ibn Ghifarie

Berlomba-lombalah dalam menduduki jabatan. Pandangan ini, acapkali menancap dalam sanu bari penguasa. Petinggi UIN SGD Bandung apalagi.

Alih-alih ingin mencari uang banyak. Meski dengan cara lalim sekalipun. Nyatanya, kedudukan merupakan salah satu cara paling mudah dalam merauk keuntungan.

Tak terelakan lagi, sederetan cara curang dan memalukan pun kerapkali mewarnai proses pemilihan orang nomor satu tersebut. Seperti ayng terjadi di Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung pemilihan Dekan berujung pada pemboikotan mahasiswa, karena dinilai cacat dalam gelar.

Memalukan pun menjadi kata mahal dan tak bermakna. Malah akrab dengan pejabat tersebut bila menginginkan kedudukan. Entahlah [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, pojok Sekre Kere, 09/01;20.35 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/13/2007 03:48:00 PM   0 comments
Suhuf (12)
Mengamini Pameo Masyarakat
Oleh Ibn Ghifarie

Kedengarannya aneh, politisasi mahasiswa di kalangan pemerintahan kaum terdidik kian hari semakin menjadi-jadi, hingga marak aksi sekaligus pakar politisi lokal (pejabat KBM) tersebut.

Entah, kita sedang mengaminini pameo sebagian masyarakat lamun urang hayang jago dina bag-bagan pulitik, omat tong sakola ka UNPAD (Fisipol) atawa ka UPI, tapi sakola wae ka IAIN (kini UIN). Meski, tidak ada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Yang jelas, budaya melekat di kalangan generasi muda UIN SGD Bandung.

Sudah tentu, tradisi bogem pun menjadi obat mujarab dalam menggugat pemerintahan status quo. Alih-alih, memperjuangakn asfirasi mahasiswa pula menjadi kata kunci bermakna. [Ibn Ghifarie]

Cag Rempes, Sekre Kere, 20/12;21.35 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/13/2007 03:43:00 PM   0 comments
Suhuf (11)
Alhamdulillah
Oleh Boelldzh

Alhamdulillah, kata itu pun tanpa disadari sempat keluar juga dari bibirku. Setelah berjuang hampir seharian penuh oprak-oprek Blog. Seolah-olah Catatan Karya ini menjadi teman akrab melepas rindu sekaligus mengisi waktu-waktu senja. Tak lain guna nge-layout ccs dan templet.

Alhasil, selesai sudah satu pekerjaan. Meskipun, masih belum sempurna. Maka wajar bila kami menyebutnya Blog Alakadarisme. Pasalnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata. Kita hanya wajib berusaha dalam melakukan perbuatan ke arah yang lebih baik tersebut. Tentunya, sesuai dengan kemampuan kita. Amien.

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 12/03;21.34 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/13/2007 03:18:00 PM   0 comments
Suhuf (10)
Thursday, January 11, 2007
Laras Istirahat Panjang
Oleh Ibn Ghifarie

Adalah istirah sejenak dari segala kepenatan rutinitas dalam keseharian. Namun, menghindari sekaligus menyelesaikan pelbagai masalah dengan tidur, bukan cara arif. Malah mengundang decak seribu tanda tanya orang-orang disekira kita. Termasuk kekasih.

Segala persoalan pun tetap tak terpecahkan, bahkan kian rumit dan semakin menumpuk. Maka wajar bila pujaan kita mengingatkan perbuatan lalain tersebut. Sebagai bentuk keiklasan dan petanda rasa memilikinya.

Ikutilah perintah dengan sebaik mungkin. Semoga memberikan manfaan besar dan melanggengkan tali 'silang rasa'.

Namun, bila tak mengindahkanya. Jangan harap bisa tumbuh dan berkembang seribu tahun lamanya, tapi akan seumur buah jagung. Berdalih 'memejamkan mata' bisa melepas lelah dari 'kekacauan-sosial'. Nyatanya tidak. Berbanding lurus dengan ketulusan hati mencintainya apalagi. Hingga terkesan angkuh. Meski peluh.

Akhirnya, jalinan kasih pun bersemi dikata tidur. Entahlah. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 09/01;21.34 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/11/2007 10:18:00 AM   0 comments
Suhuf (9)
Tuesday, January 09, 2007
Ambil Hikmahnya..!!
Oleh Boelldzh

"Ledzh, matakna tong sagala dioprek wae. Geus alus-alus rapih tampilana anu kamari-kamari. Eh...Pan ayenamah ancur burantakan"
, ujar Mifka, Koord Sastra Komunitas Mata Pena (KMP) Bandung.

"Da lamun blog anu urang jeung di ruangan sorangan (kamar pribadi; lengkap dengan pasilitas internet-red) pasti diacak-acak pusInfoKomp teh", tambahnya.

Tak banyak yang ku perbuat selain nge-klik refresh dan control z (back) guna mengkembali tampilan template semula. Bayangkan saja, tampilan dasar ala www.Isnaini.com dan sedikit-sedikit ku desain ulang. Supaya terkesan indah dilihat dan menarik dibaca serta tak terkesan nora. Maka ku perbaiki tampilan CSSnya. Hingga membuahkan hasilnya.

Namun, kuatnya keinginan dan dorongan mencoba sesuatu yang baru. Karena sering melihat dan ngelancong ke Blog orang lain. Jerih payah selama beberapa hari guna melengkapi blog Ghifarie Area Alakadarisme pun berbuntut isapan jempol semata.

Alhasil, deretan posting dan tek-tek bengeknya pula raib entak kemana. Yang jelas hanya terdapat tampilan Simkuring, Sakola, Pang Ulinan, Ngajleng Wae, Mantra-Mantra dan Waktu Samporet.

Sangatlah wajar bila orang bijak berkata "Keinginana sumber penderitaan dan tempatnya ada dalam pikiran" melalui Bung Iwan Fals.

Tak hanya itu, browsing internet aga loli (loding lila-red) dan rasa ngantuk mulai tak bersahabat lagi menjadi penicu berhantinya mengutak-atik css+template .

Sudah tentu, hasil blog Alakadarisme tak begitu memuskan, malah bikin pusing kepala. Meski begitu, kita tetap harus berusaha sesuai kemampuan dan bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

Nyatanya, setiap keinginan tak selamanya berbanding lurus dengan apa yang kita cita-citakan. Sederetan halangan dan rintangan pun harus menjadi korbal.

Thus, kami selaku pengelola Blog mohon maaf kepada seluruh pengunjung. Pasalnya, lagi proses perbaikan. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 09/01;06.34 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/09/2007 09:36:00 AM   0 comments
Suhuf (8)
Monday, January 08, 2007
Sekolah Anti Korupsi Mungkinkah?
Oleh Ibn Ghifarie


Tak sedikit hasil berpendidikan tinggi dan terdidik di dunia akamesik. Entah itu prodak dalam negeri maupun luar negeri. Yang jelas semuanya berupaya melanggengkan status quo. Lantas, apa yang kita bisa perbuat dalam meminimalisir perbuatan lalim tersebut?

Bila KM UGM (Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Madja) dan UIN Sarif Hidayatullah sekira 1 tahun lalu membuat (SAK) Sekolah Anti Korupsi beserta kurikulum dan tenaga profesionalnya. Meski, terbatas pesertanya.

Singkat kata, apakah UIN SGD Bandung harus mengikuti pembuatan SAK tersebut? Jangan-jangan dihadirkanya pelatihan tersebut, malah melanggengkan tradisi korup.

Nyatanya, tak ada pendidikan khusus korupsi atau anti korupsi di KBM (Keluarga Besar Mahasiswa) UIN SGD Bandung, baku hantam antara Legislatif dan Eksekutif dan menjamuarnya lahar basah guna memperkuat posisi di kedua lembaga tinggi mahasiswa itu semakin semberawut. Terselenggarakanya Sekolah Anti Korupsi (SAK) apalagi. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok pusInfoKom,08/01;14.36 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/08/2007 08:09:00 AM   0 comments
Suhuf (7)
Jemaat Haji, Pemerintah, Katering dan Bisnis Tahunan
Oleh Ibn Ghifarie

Aneh memang. Kok, bisa beribu-ribu jema'ah haji asal Indonesia kelaparan. Sungguh memalukan. Negara kaya raya Sumber Daya Alam dan banyaknya jemaah yang melaksanakn rukun Islam kelima harus kebakaran jenggot akibat katering.

kini, pameo orang yang melaksanakah ibadah haji mesti sehat jasmani, rohani dan pulus banyak tak menjamin mengikuti proses ritual haji.

Tak hanya itu, kuatnya pengaruh keyakinan dan kelaparan bisa membuat orang menjadi dekat kepada kekufuran. Wukuf di Arafah menjadi salah satu bukti mendarah dagingnya pemahaman tersebut.

Nah, Siapa yang mesti kita salahkan bila semuanya memegang tradisi. Pemerintah melalui ongkos haji Mahal dan kelaparan, Jemaah yang ugal-ugalan ingin mendapat pasilitas enak dan kesengsaraan dapat membawa ketidak mabruran haji atau Pihak Ketering yang murah dan tak piawai dalam mengelolanya? Entahlah!!

Nyatanya, ketiga unsur itu tak saling bekerja sama dan menamkan kepercayaan, malah terkesan saling menyalahkan satu-sama lain. Hingga ibadah haji pun beralih profesi menjadi Bisnis Tahuanan pemerintah bukan perintah Tuhan yang harus ditunaikan oleh manusia berkecukupan. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok PusInfoKomp, 08/01;14.15 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/08/2007 07:51:00 AM   0 comments
Suhuf (6)
Negeri Dongeng
Oleh Ibn Ghifarie

Laksamana di Negeri Seribu Kisah. Tergelincirnya, pesawat Boing 737-400 milik maskapai penerbangan Adam Air menjadi simpang siung. Mulai dari buruknya cuaca, kerusakan mesin, human eror, sabotase, tak di cek and rick sebelumnya, hingga di lahap oleh Gegitiga Bermuda ala Indonesia. Ketidak percayaan dan lambanya pemberitahuan kepada keluarga korban mengikis kepemimpinan pemerinah.

Seolah-olah bangsa kita kena sihir Harry Potter. Kehidupan nyata beserta kejadian mengenaskan itu malahan berbuntuk kepada mesteri dunia lain. Atau Bisa juga, keturtuaan Bumi Pertiwi menjadikan silih berganti dan tumbuh kembang penyakit 'pelupa'. Faktor kepikunan pun menjadi kendala 'tegasnya' peraturan Transpormasi kendaraan.

Nyatanya bangsa kita memang negeri dongeng di antah beranhah. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok PusInfokom, 08/01;14.55 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/08/2007 07:09:00 AM   0 comments
Suhuf (5)
Antara Rahmat, Laknat dan Risalah Tuhan
Oleh Ibn Ghifarie

Alih-alih manusia menjadi kholfah di bumi, dari Tuhan sesunguhnya. Maka dengan serta merta abid itu beralih fungsi menjadi seolah-olah penguasa jagat raya ini, hingga seakan-akan mendektarasikan diri sebagai nomor satu di dunia.

Tak ayal lagi, deretan agama di luar kelompoknya pula menjadi bahan cemoohan, cacian, hujatan sekalipun saling kafir-mengkafirkan, bahkan berujung pada peperangan atas nama risalah Tuhan antar golongan tersebut.

Salah satunya dengan menertibkan keyakinan Ahmadiyyah, Yusman Roy Sholat Bi Lingual, Lia Eden, Sekte Kiamat oleh organisasi tertentu.

Singkat kata, benarkah kehadiran agama untuk memberikan rahmat manusia di bumi sesuai dengan pesan Tuhan atau guna melestarika laknat sekaligus keserakahan manusia semata? Entahlah....[Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok PusInfoKomp, 08/01;14.32 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/08/2007 05:24:00 AM   0 comments
Suhuf (4)
Friday, January 05, 2007
Haji Tersandung Katering
Oleh Ibn Ghifarie

Lagi, penyelenggaraan haji menuai kontroversi. Bila tempo dulu, sebagian umat islam mempertaruhkan nyawa guna melaksanakan pelbagai rukun dan syarat haji. Meski harus rela saling berdesakan dengan semua umat dari penjuru dunia. Hingga menyandang gelar haji mabrur.

Terlebih lagi, kuatnya pemahaman sebagian masyarakat bila meninggal di Tanah Suci dalam mencari ridha Allah sekaligus di makamkan disana. Hal itu lebih baik daripada mati di tanah kelahirannya.

Kini,kontroversi pelaksanaan Rukun Islam kelima itu terulang kembali. Pasalnya, ratusan ribu jemaah Indonesia tidak mendapatkan pasokan makan saat melakukan wukuf di Padang Arafah hingga keberangkatan mereka ke Mina untuk melempar jumrah. Selama lebih dari 30 jam, sebanyak 189 ribu jemaah sejak Kamis sampai Sabtu (28-30/12) terpaksa menahan lapar karena ransum makanan tidak datang.

Ironis. Peristiwa itu sungguh sebuah tragedi. Meski kejadian yang memilukan ini, kali pertama dalam sepanjang sejarah penyelenggaraan haji, ratusan ribu jemaah Indonesia kelaparan karena tiadanya pasokan makanan.

Konon, musibah itu berawal ketika Panitia Ibadah Haji Indonesia di Arab Saudi menunjuk katering Ana for Development Est sebagai perusahaan yang memasok makanan bagi jemaah asal Indonesia. Sebelumnya, panitia selalu menggunakan Muasasah (lembaga pelayanan haji) Asia Tenggara yang sudah puluhan tahun melayani haji Indonesia.

Pengalihan itu dilakukan karena katering Ana menawarkan harga lebih murah daripada muasasah sebelumnya, dengan selisih harga 50 riyal atau sekitar Rp115 ribu per jemaah. Untuk 15 kali makan di Arafah dan Mina, katering Ana mematok harga SR250 per jemaah, sedangkan harga dari muasasah mencapai SR300.

Namun, ternyata katering Ana tidak mampu menyediakan makanan saat jemaah haji Indonesia berbondong-bondong ke Padang Arafah untuk melakukan wukuf. Padahal, wukuf termasuk prosesi ibadah yang membutuhkan keandalan fisik karena jemaah harus berjalan di Padang Arafah yang luas. Akibatnya, sejumlah jemaah jatuh pingsan karena kelaparan saat melakukan prosesi itu. (Media Indonesia,04/04)

Dengan demikian, terjadinya malapetaka itu dapat memalukan martabat bangsa Indonesia dalam mengelola rukun islam kelima tersebut.
Padahal, tak sedikit uang yang harus dikekuarkan oleh setiap jemaah haji. Sampai-sampai orang lain beranggapan ongkos naik Bumi Pertiwi lebih mahal bila dibandingkan dengan negara tetangga.

Sudah tentu, melambungnya harga haji harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, bukan malah prosesi ibadah itu dijadikan sebagai ajang bisnis tahunan pemerintah. Demi merauk keuntungan sesaat.

Terlebih lagi, berkenaan dengan isi perut. Sebab kekosongan makanan selain berakibat tak afdhlnya menjalankan perintah Tuhan guna meraih kebahagian hakiki kelak. Nyatanya, kelaparan dapat mendekatkan diri kita kepada kekafiran. Pertikain antar saurada seiman apalagi.

Pendek kata, terjadinya kelaparan itu menandakan pemerintah tak bisa mengelola ibadah haji dengan baik. Tawaran katering terrendah pun menjadi tumpuan pejabat lalim tersebut. Meski menuai kontroversi sekaligus menjadi objek bagi pemodal gunamemperlakukan semena-mena. Haruskah, kelahir menejemen haji dibayar mahal dengan kelaparan? [Ibn Ghifarie]


Cag Rampes, Pojok Sekre Kere,04/01;06.39 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/05/2007 09:17:00 AM   0 comments
Suhuf (3)
Benarkah Segitiga Bernuda Mencaplok Adam air
Oleh Ibn Ghifarie


Hingga hari ini, bangkai pesawat Boeing 737-400 milik maskapai penerbangan Adam Air dari Jakarta tujuan Manado dilaporkan belum ditemukan.

Padahal semenjak tergelincirnya Adam Air, Senin (1/1) sore. Pihak pesawat bekerja sama dengan pemerintah telah berupaya mencari semaksimal mungkin rongsokan kapal tersebut. Namun, tak membuahkan hasil apa-apa. Kecuali berjuta penafsiran, mulai dari para ahli aeronautika, jurnalis, bahkan masyarakat awam. Akibat buruknya cuaca, kerusakan mesin, human error, hingga sabotase menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Tak ayal lagi, Dudy Sudibyo, pakar penerbangan pun angkat bicara "Bahwa ada sebuah keanehan terhadap kecelakaan ini, pesawat yg berada pada ketinggian 32.000 kaki yang berarti dalam posisi aman, tiba2 turun di ketinggian 4000 kaki". Pencarian didaratan dan selat Sulawesi pun sudah di lakukan, namun hasilnya nihil (Kompas, Rabu,03/01).

Alih-alih Segitiga Bermuda ala Indonesia pula muncul menjadi obat penenang sesaat misteri hilangnya pesawat Adam Air. Pasalnya, ada kemiripan dengan "Bermuda Triangle" di Samudra Pasifik (wilayah teritorial Inggris) yang menelan kapal dan pesawat terbang, saat melintasi area Segitiga Setan. Sebut saja, melenyapnya dua tanker tambun KC-135 AU AS di 900 mil sebelah timur-laut Miami pada 1963 menambah heboh misteri Segitiga Bermuda.

Benarkah terperosoknya kapal Adam Air itu, ditelan oleh keganasan Segi Tiga Bermuda versi Indonesia. Atau jangan-jangan munculnya analisis itu, upaya pengalihan isu tentang kebobrokan menegemen kapal terbang ke dimensi lain.

Nyatanya, tergelincirnya pesawat Boeing 737-400 milik maskapai penerbangan Adam Air menambah deretan kelam kecelakaan pesawat dan lemahnya penyelamatan sekaligus pengamanan nyawa manusia oleh pihak Adam Air. [Ibn Ghifarie]



Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 04/01;12.25 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/05/2007 06:55:00 AM   1 comments
Suhuf (2)
Wednesday, January 03, 2007
Lagi, Perbaikan..!!
Oleh Boelldzh

Sebelumnya kami selaku pengelola Blog mohon maaf kepada seluruh pengunjung. Pasalnya, lagi diperbaiki. Tak lain guna mempermudah silatur fikir diantara kita.

Akhirnya, setelah berpusing ria mengutak-atik css+template selama satu hari. Wajah baru Ghifarie Area pun muncul. Meski banyak kekurangan. Terutama soal penempatan Pesan Singkat, yang masih di simpan dalam posting. Padahal kegaliban SMS itu, berada tepat di bawah tulisan Blogger.

Alih-alih, belum ketemu letak lay out buat penyimpanan shout box, maka tak jadi halangan media komunikasi itu di tempatkan sejajar dalam Suhuf. Pokonya, lain waktu kita lanjut ikhtiar tersebut. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 03/01;23.34 wib



Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/03/2007 04:03:00 PM   1 comments
Ruang Riung
Tuesday, January 02, 2007



Free shoutbox @ ShoutMix


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/02/2007 02:00:00 PM   0 comments
Suhuf (1)
Pemutihan Beras Kian Menjadi
Oleh Ibn Ghifarie

Di tengah-tengah meroketnya harga beras dan derasnya impor padi, maka pemerintah harus tega banting setir guna melakukan pembagian raskin (beras miskin) ke seluruh pelosok negeri. Tak lain, guna mencegah semakin meingkatnya kelaparan di kalangan masyarakat, hingga berujung pada kematian.

Mulai Sabtu (23/12) pemerintah dalam hal ini Perum Bulog serentak menyalurkan beras untuk rakyat miskin di seluruh Indonesia. Tidak kurang dari 160 ribu ton beras setiap bulannya akan disalurkan oleh Perum Bulog, dengan harga jual Rp 1.000,00/kg. Menurut Dirut Perum Bulog Widjanarko Poespoyo, penyaluran ini dimajukan waktunya atas instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dari rencana sebelumnya yang baru akan direalisasikan Januari 2007 mendatang.

Sungguh sesuatu yang tepat, pemajuan jadwal penyaluran raskin tersebut erat kaitannya dengan masih bertenggernya tingkat harga beras di pasaran yang tetap tinggi. Sehingga dengan mulai disalurkannya raskin, selain bisa membantu masyarakat miskin mendapatkan jatah beras berharga murah, sekaligus menekan lajunya kenaikan harga beras umumnya di pasaran. (Pikiran Rakyat, 27/12)

Namun, upaya penanggulangan krisis kemanusian jangka panjang tersebut, tak berbanding lurus dengan ulah segelintir manusia. Pasalnya, mereka tega melakukan perbuatan dzalim dengan cara 'pemutihan beras'. Kedengaranya agak aneh, tapi perilaku yang dapat merugikan konsumen sekaligus masyarakat itu memang acapkali terjadi, bahkan kian hari semakin menjadi.

Alih-alih supaya beras berkualitas, putih, awet dan harganya terjangkau oleh wong cilik, dengan tanpa rasa iba mereka melakukan proses pencucian beras tersebut. Demikian penuturan hasil investigasi Good Morning (27/12) Proses pemutihan beras hampir terjadi di sekira Jawa Barat. Untuk memutihkan beas itu cukup menggunakan metabolposin 1/2 kg. Bahan pemutihnya pula tak secuil yang kita kira, bahkan mudah didapat di pasar-pasar tradisional.

Alhasil, caranya pun sangat muhad tinggal diaduk dengan air. Lalu dimasukan ke dalam tengki. Sudah tentu ditambah pula air satu jerigen. Namun, semua beras itu sudah digiling dan didiamkan selama 1 minggu.

Ironis. Sunguh ironis. Nyatanya kelangkaan beras malah dijadikan komoditi oleh sebagian pembisnis, hingga merauk keuntungan dari proses pemutihan tersebut. [Ibn Ghifarie]



Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 27/12;8.56 wib
__________________

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/02/2007 06:24:00 AM   0 comments
Mushaf (20)
Natal; Maulid Isa Yang Mesti Di Imani
oleh Ibn Ghifarie

Perayaan Natal lintas iman, menuai protes dari sebagian umat islam. Pasalnya, mereka yang urun rembug dalam prosesi misa itu tak lain dari generasi muda kaum nahdiyyin.

Tak ayal lagi, hujatan, cacian, hingga makin sekalipun dilontarkan oleh kelompok fundamental ke Ormas NU (Nahtadul Ulama) tersebut. Tengok saja, manakala Abdurrhman Wahid (sewaktu masih menjadi Presiden) mengucapkan Merry Chistmas sekaligus merayakan Natal di Gereja. Benarkah umat Islam tak diperkenankan untuk merayakan kelahiran Isa itu?

Bila dirunut persoalan itu, berawal dari pemahaman yang tak mengakui Isa sebagai anak Tuhan, tapi sebagai abid. Alih-alih barang siapa yang meniru kelompok lain, maka ia termasuk pada golongnya pun menjadi benih-benih pelengkap kebencian terhadap non muslim.

Adalah mengimani paran nabi itu satu kewajiban yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi umat yang mengaku dirinya beriman kepada Tuhan, Hari Akhir dan berbuat baik. Salah satunya dengan mempercayai adanya Isa. Bukan malah mempertentangkan kelahiran mesias yang jatuh pada (25/12), atau (13/01). Hingga mengugat kebasahan umat Kristiani. Sebab keimanan Kristen sekarang berbeda, bahkan mengada-ngada dari ajaran Nasrani tempo dulu.Tentunya, perayaan Natalan pula tak boleh dilakukan oleh umat Islam.

Padahal Tuhan mengutus Rasul kepada setiap manusia itu sesuai dengan bahasa dan kelompok mereka. Meski begitu, kita tetap harus menyakini kebenaran ajaran nabi tersebut. Apalagi saat memperingati kelahiran Isa. Apa bedanya dengan merayakan hari Maulid Nabi Muhammad yang setiap 1 tahun sekali kita peringati dengan pelbagai cara perlombaan, mulai dari lomba adzan, kaligrafi, busana muslim, cerdas cermat sampai mengelar acara Tabligh Akbar.

Dengan demikian, apa yang telah kita perbuat manakala Maulid Isa itu tiba. Mencibirkah, melakukan bom buhun diri dengan cara menghancurkan tempat ibadah tanpa ada perasaan khawatir, atau malah asyik menyebarkan 'pitnah' supaya tak berprilaku arif terhadap orang Kristen.

Bila di Bandung Gereja Katedral dijaga anggota Banser Gerakan Pemuda Ansor, NU dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKU juga membagikan seribu mawar kepada umat kristiani di sejumlah gereja. Tak hanya itu, di Kediri, 200 anggota Banser dikerahkan untuk mengamankan Natal. Di Jakarta, sejumlah remaja masjid dan anggota ormas Islam turut menjaga malam Natal. (Kompas,26/12). Lantas apa yang kita telah perbuat demi terciptanya kerukunan umat beragama di Bumi Pertiwi tersebut? [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 25/12;23.28 wib & Pojok Warteg Bahari, 26/12;13.13 wib

Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 1/02/2007 05:51:00 AM   1 comments
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.