'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Suhuf (12)
Friday, March 30, 2007
Selamat Jalan Sang Legendaris
Oleh Ibn Ghifarie

Tak ayal, meninggal dunianya Chisye,Jumat pagi pukul 04.00 WIB di kediaman Jalan Asem II Nomor 80 Cipete, Jakarta Selatan membuat kalangan musisi Indonesia harus rela kehilangan sang legendaris (Metro, 30/03). Pasalnya Ia telah tutup usia, setelah sekian lama bergelut dengan pelbagai penyakit akut (kanker paru-paru) yang dideritanya sejak lama.

Betapa tidak, pecinta musik tanah air mesti merelakan kepergian sosok profesional dalam bidang musik dan sangat menghargai perbedaan serta ramah dengan musisi kalangan muda.

Salah satunya, Emil, Manager pribadi Chrisye, menjelaskan Chrisye menghembuskan nafas terakhir di tengah semua anggota keluarga yang berkumpul untuk merelakan kepergian suami dan ayah dari empat anak itu.

"Saya kehilangan seorang teman, guru, saudara yang sangat baik terhadap semua orang. Dunia musik Indonesia kehilangan seorang legenda yang sangat profesional, yang sangat menghargai jerih payah semua orang yang dekat dengannya," katanya. (Media Indonesia, 30/03)

Tak ada salahnya sekirnya kita selaku insane musik mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas berpulanganya Chrismansyah Rahadi. Semoga keluarga duka mendapatkan ketabahan. Terutama bagi keempat putra-putrinya dan satu istrinya.

Thus, tak ada kata indah yang terlontar dari kita selain ucapan `Selamat Jalan Sang Legendaris`. Mudah-mudahan segala amal bakti semasa hidupnya diterima di sisi Tuhan. Amien. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 30/03;09.16 wib.

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 3/30/2007 10:22:00 AM   1 comments
Suhuf (11)
Thursday, March 29, 2007
Mendukung Resolusi Iran; Indonesia Boneka Amerika
Oleh Ibn Ghifarie

Lagi, pemerintah Indonesia mendapat kecaman dari sebagian umat islam tentang sikap Indonesi yang mendukung resolusi resolusi sanki terhadap Iran. Tak ayal, sejumlah Ulama angkat bicara melalui Tim Pengacara Muslim (TPM), dilaporkan akan segera melakukan gugatan class action terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY dianggap telah melanggar hukum yang berlaku.

Rencana class action disampaikan Ketua TPM Muhammad Mahendradatta di Jakarta, Rabu (28/3). Menurut Mahendra, tindakan SBY yang tiba-tiba berbalik mendukung Resolusi DK PBB, telah mengecewakan sejumlah ulama. TPM berharap Presiden SBY dapat bersikap lebih bijaksana menanggapi sanksi untuk Iran. Menurut dia, Presiden seharusnya bisa bersikap netral atau lebih bagusnya menolak sanksi tersebut. (Metro 29/03)

Ditengah-tengat krisis kepercayaan dan kemerosotan popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terus anjlok. Bila pada awal jabatannya, tiga tahun lalu, popularitas SBY 80% dan Kalla 77%, sekarang sudah merosot di bawah 50%.

Survei terbaru yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia pada 17-24 Maret 2007 di 33 provinsi dengan responden 1.238 orang menghasilkan angka seperti itu. Popularitas SBY merosot ke posisi 49,7%, sedangkan Jusuf Kalla tinggal 46,9%.

Memang harus diakui melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menurut Syaiful Mujani, Direktur Eksekutif LSI menunjuk situasi perekonomian yang tidak kunjung membaik--bahkan dalam beberapa hal memburuk--adalah penyebab utama kemerosotan popularitas duet SBY-JK. Untuk mereka yang percaya pada survei, popularitas di bawah 50% adalah situasi yang membahayakan. (Editorial, 28/03)

Pihak penguasa masih sempat-sempatnya menyuarakan sikap politik luar negeri Indonesia dengan lantang yang mendukung negara Adidaya. Sudah tentu, pasti akan menuai protes. Jangankan rakyat jelata yang tak tau menahu persoalan itu, perwakilan dewan saja mengutuk keras tindakan ganjil tersebut. Salah satunya, anggota komisi 1 dari F-PAN Abdillah Toha. Menurutnya, sikap Indonesia yang mendukung resolusi sanksi terhadap Iran, akan mendpat blunder politik luar negeri Indonesia kedepan.

`Ini blunder karena tidak mencerminkan masyarakat Indonesia. Pemerintah dalam kebijakan luar negeri seakan berjalan tanpa rakyat,` tegasnya dalam rapat kerja denagn komisi 1 DPR di Gedung Parlemen Senayan Jakarta Kamis (29/03).

Bagi Permadi dari F-PDIP menyatakan keputusan mendukung resolusi PBB terhadap Iran itu memperlihatkan bahwa pemerintah saat ini menjadi boneka Amerika Serikat.
`Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB adalah untuk memperjuangkan hak dan asfirasi rakyat indonesia, bukan menjadi alat Amerika,` tandas parmadi (Medai Indonesia, 29/03)

Hal senada pun dilontarkan Amin Rais, mantan Ketua MPR. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan prinsip politik Indonesia yang bebas dan aktif. Amien menilai, koputusan itu sebagai bukti nyata ketakutan pemerintah terhadap negeri adidaya Amerika Serikat.

"Ya, sebuah negara yang ternyata tidak mampu menyetir kebutuhan negerinya, bebas dan aktif. Artinya, bebas di bawah bayang-bayang Amerika dan aktif di bayang-bayang Washington. Jadi sama saja. Ketakutan. Tapi, ini tidak aneh," jelas Amien kepada wartawan seusai menghadiri penerbitan sebuah buku di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3).

Lebih jauh Ia menilai, dalam kasus nuklir Iran, Indonesia tidak konsisten menerapkan prinsip bebas aktif karena terpengaruh pada Amerika Serikat. Seharusnya sebagai sesama negara ketiga, Indonesia mesti berpihak pada Iran. (Metro, 28/03)
Sekali lagi, Indonesia telah menjadi boneka negara Paman Sam. Yakni dengan ikut mendukung resolusi PBB terhadap Iran tersebut.

Dengan demikian, inilah pintu awal pudar sealigus berakhirnya pemerintahan SBY-JK. Tinggal menunggu waktu dan ajal menjemput para penguasa lalim tersebut. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 29/03;23.48 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 3/29/2007 09:34:00 PM   1 comments
Suhuf (10)
Pengadaan Laptop; Akal-Akalan DPR
Oleh Ibn Ghifarie

Meski pengadaan 550 laptop senilai Rp 21 juta per unit bagi anggota DPR tak berbanding lurus dengan keinginan perwakilan rakyat. Malahan mendapatkan cacian, makian dari sejumlah masyarakat. Akhirnya keputusan tak berpihak pada dewan pun harus diterimanya. Ketidak bersahabat itu diputuskan dalam Rapim darurat DPR yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono, juga dihadiri oleh pimpinan fraksi-fraksi. Pasalnya, biar bagaimanapun penilaian miring kerap mengemuka. Tentunya pengadaan laptop itu tidak tepat, bila dikaitkan dengan upaya peningkatan kinerja anggota DPR. Maka wajar bila masyarakat mempertanyakan sekaligus menghujat pengadaan barang mewah tersebut.

Lebih parah lagi, pengadaan komputer ringan itu, negara melalui alokasi APBN 2007 mesti menganggarkan dananya sekira dari Rp 12 miliar lebih. Sungguh dana yang melambung tinggai. Apalagi untuk ukuran pembangunan pasca multi bencana yang semakin seretnya dan tak tau dimana rimbanya.

Sudah berulang kali angka-angka kemiskinan yang kian menjulang dipublikasikan. Versi Bank Dunia, misalnya, menyebutkan pada 2006 tercatat 109 juta penduduk miskin Indonesia.

Pertanyaan berikutnya, benarkan dengan dibatalkanya alokasi dana buat pengadaan Laptop itu dipergunakan sebaik mungkin untuk rehabilitasi dan rekontruksi pembangunan fisik pasca musibah. Pasalnya, masih amat banyak rakyat yang tak punya tempat tinggal dan hidup di daerah-daerah kumuh. Banyak anak yang mengalami gizi buruk dan tak bisa mengenyam bangku pendidikan apalagi.

Nyatanya tidak. Malah seperti dilansir Pikiran Rakyat, (29/03) dana itu akan dikembalikan ke Departemen Keuangan dengan jumlah yang sudah berkurang, kabarnya pulus itu tetap akan dialokasikan untuk peningkatan kinerja anggota DPR. Seperti dituturkan Agung Laksono, dana Rp 12,1 miliar tetap ada, makanya pihak DPR pun segera mengundang fraksi-fraksi untuk membicarakan alokasi anggaran itu nantinya. Hingga celotehan Si Kabayan (PR,29/03) menyindirnya dengan nada `Laptop untuk anggota DPR resmi dibatalkan. Uangnya sih enggak batal kan?`

Ironis memang. Para wakil rakyat punya logika sendiri dalam menyikapi kemiskinan dan keterbelakngan bangsa. Rencana satu kandas, maka tanpa restu rakyat pula keinginan yang lain terus menyusul sekaligus menuntut pelaksaannya. Begitupun dengan pengadaan laptop.

Inilah wajah DPR. Pengadaan laptop hanya sebuah akal-akalan bulus dan rekayasa wakil rakyat semata. Intinya, tak lain guna mempercepat penurunan anggaran dana dari keuangan negara yang dialokasikan untuk anggota DPR. Cuma itu saja. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 29/03;09.35 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 3/29/2007 07:14:00 AM   1 comments
Suhuf (9)
Saturday, March 24, 2007
DPR; Kena Sindrom Tukulian

Oleh Ibn Ghifarie

Lagi, DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) bikin onar. Kali ini, bukan masalah RUU (Rancangan Undang-Undang); Otonomi Daerah, Porno Aksi dan Porno Grafi, Agraria, Tenaga Kerja, Hak Kekayaan Intelektual. Melainkan urusan leptop. Betapa tidak. Di tengah-tengah krisis beras dan meroketnya sembako. Anggota Dewan masih sempat terpikir sekaligus merancanakan, setiap penyambung asfirasi masyarakat itu harus mendapatkan pasilitas tersebut.

Alih-alih mengimpentarisir dan tanggap terhadap segala persoalan yang sedang melanda Indonesia pun barang langka itu mesti hadir dan menghiasi setiap pertemuan sidang Dewan. Padahal, harga nominal satu saja, media maya itu bisa mencapai puluhan juta (21). Betapa menyakitkan masyarakat kecil.
Semula kehadiran anggota dewan sebagai penyambung lidah rakyat. Kini, mereka hanya memperjuangkan kepentingan-kepentingan kelompok dan pribadinya. Tentunya, cita-cita mulia pun tak tau dimana rimbanya.

Wahai, dewan dimanakah nuranimu. Atau jangan-jangan engkau sedang terkena penyakit sindrom Tukulian. Pasalnya, hampir setiap malam di dunia pertelevisian kita selalu dijejali acara mimpi, infoteiment, dunia entah berantah dan negeri dongeng.

Terlebih lagi, saat acara 'Empat Mata' yang dipandu Tukul Arwana mendapat perhatian lebih dari insan hiburan. Hingga menjadi icon Indonesia. Siapa yang tak kenal Tukul, melalui selogan 'Kembali Ke Laptop' Ia menjadi orang terkenal seklaigus menina bobokan persoalan pelik bangsa. Adakah persamaan antara Tukul dengan DPR?

Adalah laptop yang mempertemukan kedua insan yang berbeda tersebut. Bila itu yang terjadi, maka DPR telah menjadi murid setia Tukul. Ironis Memang. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 24/03;23.16 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 3/24/2007 11:17:00 PM   2 comments
Suhuf (8)
Thursday, March 22, 2007
Hari Raya Nyepi; Hanya Menyepi
Oleh Ibn Ghifarie

Leudz, tumben geuning. Naha beut teu miluan acara Nyepian. Apan biasana mah barudak PA (Perbandingan Agama. Kini, Studi Agama-Agama-red) tara pernah katinggaleun tina peringatan hari raya agama-agama, demikian ungkap salah satu kawanku.

`Berarti teu menunang berkat ti Padita atuh,` jelasnya.


Tak ayal, lontaran kata-kata itu, tentu saja menghentakan perasaanku. Pasalnya, aku sedang asyik membuat catatan kecil tentang Hari Raya Nyepi. Ya, semacam refleksi. Semula tak ada jawaban dariku. Kecuali anggukan kepala sebagai pertanda membenarkan ikwal ketidak ikut sertaanku dalam perayaan Nyepi kali ini. Sejurus kemudian, ngobrol pergantian Tahun Baru Hindu pun mulai merambah kesana-kemari bak kentut saja. Hingga ke pemaknaan hakikat peryaan Tahun Baru tersebut.

Bila dulu sewaktu aktif sekaligus masih menjadi pentolan di BEM-J PA (Badan Eksekutif Mahasiswa-Jurusan Perbandingan Agama), Komunitas Ushuluddien. Mau tidak mau kita akrab dengan PHB (Peringatan Hari Besar) Agama-Agama. Termasuk perayaan Nyepi.

Terlebih lagi, saat bergabung dengan FORSADA (Forum Silaturahmi Antar Beda Agama) Jawa Barat, Jakatarub (Jaringan Antar Umat Beragama) Bandung, FKKUB (Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama) Bandung, FKMPAI (Forum Komunikasi Mahasiswa Perbandingan Agama se-Indonesia), hingga menjabat posisi terpenting dari pelbagai lembaga lintas iman tersebut.

Tentunya, setiap tiba PHB selalu digelar perhelatan akbar. Sekedar ucapan selamat, diskusi ringan, bakti sosial, aksi damai, ramah tamah dengan anak jalanan atau refleksi keimanan selalu kami lakukan.

Kini, rasanya tak ada kecerian lagi antar iman tersebut. Terputusnya komunikasi membuat temali persaudaraan lintas keyakinan yang sempat kita rajut sekaligus kita bina secara bersama, mulai terkoyak bahkan tercabik-cabik karena dimakan waktu dan usia.

Terutama saat roda kepemimpinan di tingkatan BEM-J PA beralih ke generasi muda. Rasanya, tak ada lagi, silaturahmi ke organisasi antar keimanan di luar kampus. Alhasil, mereka hanya bergaul dengan kelompoknya semata.

Ketidak harmonisan antar iman itu, membuat Alumni Studi Agama-Agama lain mencibirku dengan sederetan kata-kata bernada getir. So.... naon atuh gawena BMJ PeA sekarang....???? Pejabat RT aja banyak kerjaannya, minimal bikin dan memperpanjang KTP....Masa BMJ sekarang untuk memperpanjang silaturahmi saja ngak becus...??
Hudaaangggg.....!!!! ulah molor wae... Hareudang ningalina........, tulis Leled Samak Alumni PeA 1985

Meski tak langsung menyindir perayaan Nyepi. Melainkan saat peringatan Imlek tiba BEMJ PA tak ada acara sama sekali. Sekedar menghadiri saja tidak ada. Maka wajar bila letupan itu bermunculan. Inilah salah satu bentuk kepedulian Alumni terhadap kita.

Lagi, dikesempatan lain saat aku duduk termenung menunggu kawanku. Sekoyong-koyong salah satu seniorku di jurusan (2001) menghampiriku seraya berkata 'Kamari Nyepian dimana? Sipur atawa Cimahi. Leuni teu beja-beja. Mentang-mentang urang jarang ka kampus.`

Tentu saja, pertanyaan itu menyakitkan perasaanku. Mengapa aku yang menjadi sasaran tembaknya. Padahal, harus diakui BEMJ PA tak ikut andil dalam perayaan tersebut.

Dipenghujung obrolan, Ia berpesan `Cing atuh mikir jeung bejakeun ka barudak pengurus ayeuna leudz. Ieuh..urang mah baheula keur ngabangun silaturami samodel kieu teh meuni bebeakan. Ceuk paribasana peting-beurang, panas-hujan teudianggap lamun rek aya acara samodel kieu (Peringatan Hari Raya Nyepi-red) pasti geus diobrolkeun saencana jeung pihak penyelenggara, ungkapnya.

Nya supaya bisa miluan dina perayaan eta. Lamun teu bisa, pan masih bisa ngahadiran wungkul. Itung-itung neangan link. Lain cicing kieu, tambahnya.

Diakui atau tidak, keterputusan temali lintas iman merupakan beban moral sekaligus peringatan bagiku. Sebab aku lebih asyik merangkai kata dalam dunia tulis-menulis. Bukan memutus mata rantai kepercayaan beda agama. Mudah-mudahan di hari peringatan besar lainya kita bisa menambal sulam persaudaan kita.

Walhasil, kehadiran hari raya umat Hindu pun hanya berucapa doa 'Selamat Tahun Baru Nyepi (1 Caka 1929)` kepada beberapa kawanku. Semoga kita mendapat berkah, aman, damai dan sejahtera dari Tuhanya.

Kali pertama tak mendapatkan berkah. Bertemu kawan-kawan lama lintas iman sepengurusan apalagi. Sungguh sayang hari bermakna itu dilewatkan begitu saja. Apalagi, tanpa ada pertukar pikiran, gelak-tawa sahabat-sahabat beda keyakinan. Thus, menyepi pun menjadi teman akrab saat Hari Raya Nyepi tiba.[Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 19/03;12.16 wib


Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 3/22/2007 10:58:00 AM   0 comments
Suhuf (7)
Monday, March 19, 2007
Wilujeng Tahun Baru Nyepi
Ku Boelldzh

Sampurasun...!!
Dulur Salembur, Baraya Sablog...!!
Om Swastiastu
....!!

Simkuring saparakanca neda jembar pidu'a:

Wilujeng Tahun Baru Nyepi
1 Caka 1929

Mugia urang aya dina tanggayungan Gusti Agung Anu Mangeranan Sadaya Alam. Atuh ku rubahna tahun mugia nambihan oge ka percayaan jeung kasih sayang. Tug dugikeun luyu antara tekad, ucap jeung lampah dina enggoning milari Anjeuna.

Teu hilap oge, mugia bangsa urang kaluar tina sagala mamala, karma buruk anu nangkod teubisa dileupaskeun eta sagala malapetaka teh. Atuh, akhirna cita-cita Indonesia anu damai, sajahtra jeung nangtayungan dina sagala widang bisa kahontal deui.

Om Santhi Santhi Santhi Om
Cah Ah Baraya
Rampes

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 18/22; 22.34 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 3/19/2007 03:44:00 AM   0 comments
Suhuf (6)
Saturday, March 17, 2007
Alhamdulillah
Oleh Boelldzh

Alhamdulillah, kata itu pun tanpa disadari sempat keluar juga dari bibirku. Setelah berjuang hampir seharian penuh oprak-oprek Blog. Seolah-olah Catatan Karya ini menjadi teman akrab melepas rindu sekaligus mengisi waktu-waktu senja. Tak lain guna nge-layout ccs dan templet sekaligus pasang Banner.

Alhasil, selesai sudah satu pekerjaan. Meskipun, masih belum sempurna. Maka wajar bila kami menyebutnya Blog Alakadarisme. Pasalnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata. Kita hanya wajib berusaha dalam melakukan perbuatan ke arah yang lebih baik tersebut. Tentunya, sesuai dengan kemampuan kita.

Thus, teruslah berkarya dan menulis. Konon kedua tradisi itu merupakan petanda orang beradab. Semoga.

Cag Rampes, Pojok Sekre PusInfokom, 16/03;22.14 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 3/17/2007 03:05:00 AM   0 comments
Suhuf (5)

Lagi, Ibu Kandung Bunuh 4 Anaknya
Oleh Ibn Ghifarie

Lagi, seorang ibu tega membunuh 4 anaknya. Kali kedua peristiwa mengerikan itu terjadi di Malang. Keempat buah hatinya tewas terbujur kalu karena diracun ibu kandungnya sendiri. Setelah keempat anaknya meninggal, sang ibupun menyusul bunuh diri, dengan meminum racun yang sama. Kelima jenazah tersebut adalah Junania Mercy, 35, dan empat anaknya, yaitu Athena Latonia, 11, Prinsessa Ladova, 9, Hendrison, 9, dan Gabriela Al Cei, 1,5. Peristiwa menggegerkan itu baru diketahui masyarakat pada Minggu (11/3) siang.

Diduga mereka telah tewas pada Sabtu malam. Sebelum bunuh diri, Mercy menjajarkan keempat anaknya yang sudah tewas di atas tempat tidur di rumah mereka di Jl Taman Sakura RT 1/10 No 12, Lowok Waru, Malang. Tak jauh dari kelima mayat itu terdapat surat yang ditulis Mercy, yang berisi ucapan terimakasih pada suami Mercy yang juga ayah keempat bocah, Hendri Suwarno, 37. Mercy juga meminta agar jenazahnya dan anak-anaknya dikremasi. (Waspada online, 13/03)

Masih ingat dalam benak kita, di pertengahan tahun 2006. Bagaimana seorang ibu membunuh 3 anaknya. Alih-alih tak mampu membahagiakan pujaan hati pun berujung pangkal pada pengambilan nyawa ketiga anaknya.

Mesti pihak berwajib tak menetapkan terdakwa sebagai pelaku pembunuhan berencana sekaligus menjerat tersangka dalam hotel predeo. Pasalnya, Ia mengalami ganguan kejiwaan akut. Tentunya, setelah mendapatkan rekomendari dari rumah sakit jiwa.

Menjamurnya, aksi pembunuhan berdarah dingin bak fenomena gunung es. Terlebih lagi, dengan dalih kehidupan ekonomi keluarga yang tak kunjung membaik. Membuat sebagian orang menyudahi segala persoalan pelik itu dengan bunuh diri.

Keberadaan Sang Kholik pula sebagai tumpuan segala pertolongan dan kemauan kita malah ditinggalkan jauh-jauh. Semangat berusaha dan bekerja keras guna mencukupi keperluan rumah tangga, malah kian memudar. Hingga mengandalkan belas kasihan dari pihak berderma. Ironis memang.

Namun, inilah potret muram warga Indonesia yang tak bisa keluar dari multi krisis. Termasuk krisis kepercayaan dalam menghadapi hari esok. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 13/03;17.25 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 3/17/2007 02:13:00 AM   0 comments
Suhuf (4)
Wednesday, March 14, 2007
Lagi, Kapal Garuda `Meledak`
oleh Ibn Ghifarie

Sekali lagi, musibah kapal terbang kembali terjadi. Kali ini, Pesawat jenis Boeing 737-400 milik Garuda terbakar dan meledak di Bandar Udara Adisucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3) sekitar pukul 07.14 WIB. Badan pesawat terbelah memanjang dari bagian kabin pilot hingga ke ekor pesawat. Sementara salah satu sayap pesawat pecah dan terbelah dengan posisi turbo pesawat terlepas.

Pesawat dengan nomor penerbangan GA-200 ini lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, pukul 06.00 WIB. Menurut informasi sementara yang diperoleh Menteri Perhubungan Hatta Rajasa kepada Metro TV dari 133 penumpang, 76 sudah berhasil dievakuasi.(Metro, 07/03)


Sekali lagi, musibah kapal terbang kembali terjadi. Kali ini, Pesawat jenis Boeing 737-400 milik Garuda terbakar dan meledak di Bandar Udara Adisucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3) sekitar pukul 07.14 WIB. Badan pesawat terbelah memanjang dari bagian kabin pilot hingga ke ekor pesawat. Sementara salah satu sayap pesawat pecah dan terbelah dengan posisi turbo pesawat terlepas.

Pesawat dengan nomor penerbangan GA-200 ini lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, pukul 06.00 WIB. Menurut informasi sementara yang diperoleh Menteri Perhubungan Hatta Rajasa kepada Metro TV dari 133 penumpang, 76 sudah berhasil dievakuasi.(Metro, 07/03)

Peristiwa naas itu terjadi saat Menteri Perhubungan, Hatta Rajasa melakukan intruksi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera menyelesaikan penyelidikan terkait dengan kecelakaan pesawat Adam Air di Sulawesi (dari Jakarta tujuan Manado); Bandara Juanda dan terbakarnya KM Levina I di perairan Kepulauan Seribu. Tentunya tak tau dimana bala rimbanya.

Yang lebih mengerikan lagi, para penguasa malah sibuk mencari kambing hitam atas terjadinya insiden pesawaat taas tersebut. Hingga melakukan pemecatan terhadap anggota KNKT.

Ironis memang. Pemerintah hanya mampu saling menyalahkan satu sama lain. Inilah bentuk korban ke konyolan transportasi kita. Seolah-olah, bencana transportasi udara di negeri Indonesia seperti susul-menyusul. Perkabungan yang satu belum usai muncul perkabungan yang lain. Pelbagai malapetaka kadung menjadi teman akrab sekaligus siklus yang harus kita lalui pula.

Maraknya, kecelakaan transportasi baik udara, darat, maupun laut secara beruntun membuat masyarakat khawatir. Kondisi itu sebagai buntut tidak mampunya pemerintah menyediakan sarana transportasi yang aman bagi rakyat. Dipertanyakan, mengapa audit komprehensif angkutan belum diselesaikan. Haruskan menuntu mundur Hatta Rajasa?

Memang, tak adil rasanya bila kita menyerahkan segala urusan bencana transportasi sepenuhnya kepada Menhub semata. Terlebih lagi, bila tidak ada keterlibatan ektra serius dan hati-hati dari masyarakat saat menumpang kendaraan serta keterlibatan penuh dari pemangku kekuasaan. Hingga kejadiaan tak berkesudahan itu dapat diminilalisir dan tak begitu banyak menelan kobran yang tak berdosa. Uintuk itu, maka wajar bila masyarakat menginginkan pemimpin yang tanggap secara dini terhadap persoalan pelik tersebut.

Meski, selain perlu kepengurusan yang punya kecakapan mengatasi bencana transportasi, juga betapa mendesaknya konsep menegemen bencana untuk segera direalisasikan. Ini agar wong cilik dapat mendeteksi gejala-gejala bencana dan pertolongan pertama dalam kecelakaan supaya tak panik, hingga nyaris tak melakukan tindakan yang bersifat konyol.

Thus, rakyat sungguh menunggu pemimpin yang mampu melakukan dua tindakan berani dalam dua perkara itu. Siapakah sosok pemberani itu? Entahlah [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 08/03; 09.35 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 3/14/2007 09:29:00 AM   0 comments
Suhuf (3)
Saturday, March 03, 2007
Andai Saya Hatara Jasa
oleh Ibn Ghifarie

`Saya tetap akan menjadi Menteri Perhubungan. Walau cacian terus menimpaku. Pokoknya harus menyelesaiakan persoalan dulu. Bukan malah saling menyalahkan dan mengundurkan diri karena masalah itu tak akan selesai dengan cara mengundurkan diri saja,` ungkap Adam mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (SPI).

`Ya daripada rusak dan berakibat patal kepada masyarakat dan tidak menyelesaiakn masalah. Mendingan tetap jadi Menteri,` tambahnya.

Senada dengan Adam. Salah satu mahasiswa yang tak mau disebutkan namanya ikut nimbrung `Pokona mah ulah turun da lain salah-salah teuing mentri, tapi rakyat. Coba lamun teu dipilih pamingpina (Presiden-red), sigana moal kieu,` cetusnya.

`Matakna tong salah pilih dina pemilu engke mah. Pan lamun geus kieu mah tarima we ka ayaanana. Jeng omat tong disaruakeun bangsa urang jeung Jepang dina pasoalan ieu. Lamun Jepang gagal dina mingpin nagara PMna (Perdana Mentrina-red) pasti ngundurkeun diri. Tah lamun Indinesiamah moal. Buktina Hatara Jasa atawa Ical (Abu Rizal Bakri-red) masih jadi mentri,` kilahnya.

Berbeda dengan Pradewi Chatami mahasiswa Psikologi angkat bicara `Saya akan mengundurkan diri. Kalau tidak bisa, maka saya akan menggandeng Bung Yos (Sutioso, Gubernur DKI Jakarta-red) sebab Ia pandai membuat jalan. Proyek Trans Jakarta salah satunya,` katanya.

`Meski perbaikan jalan dan memperketat trayek transpotrtasi yang harus diutamakan dalam menyelesaikan bencana transportasi,` jelasnya.

Meski mendapat kritikan bertubi-tubi dan bernada pedas. Sekalipun menuntut Menhub untuk segera menyatakan siap mengundurkan diri, tapi Ia malah ribut mencari kambing hitam atas terjadinya musibah tak kunjung selesai pada jalur transpotrasi darat, laut maupun udara.

Nyatanya, naluri kemaluan dan hati nurani pemimping pula sudah tak tentu dimana rimbanya. Yang jelas mereka berani secara terang-terangan dan berlomba-lomba dalam perbuatan lalim dalam menjalankan amanah rakyat. Hingga Noval Noval mahasiswa Sosiologi menuturkan`Kalah kumaha ge bangsa urang mah hese ngaku teu mampu dina ngabereskeun pasoalan atawa ngaku salah terus dibarenganku ngundurkeun diri tina jabatan. Sabab lain Jepang jeung goreng kasebutna lamun can bisa ngabereskeun masalah,`

`Mendingan disebut awet rajet daripada turun tina mentri lain waktuna, `menutup pembicaraanya. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 27/02; 19.24 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 3/03/2007 10:07:00 AM   4 comments
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.