'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Kitab (2)
Friday, August 17, 2007
Mohon Maaf
Oleh Boelldzh

Sebelumnya kami selaku pengelola Blog mengucapkan mohon maaf kepada seluruh pengunjung setia. Pasalnya, ada satu pekerjaan yang memang benar-benar menyita banyak waktu. Sampai-sampai hampir lupa posting di Mblog.

Padahal, deretan coretan di buku harian kian menumpuk sekaligus menuntut untuk di simpan di blog Alakadarisme.

Namun, kuatnya ikhtiar menyelesaikan satu pekerjaan. Memang membuat pekerjaan lain harus di tunda dulu. Pantas saja bila Nenek Moyang kita selalu berpesan `Jang mun anggeus hiji pagawean. Kakara bisa anggeuskeun nu lainna,` katanya.

Adalah membukuan Surat 'Buat Rektor [Baru] UIN SGD Bandung Periode 2007-2011' (Catatan Harian Mahasiswa; Mengabdi Pada Universitas); 'Oposisi Rice Cooker' (Catatan Harian Post LPIK); 'Kala Beda Paham Jadi Petaka' (Catatan Harian Seorang Pengembara). Ketiga naskah itu masih dalam proses pengeditan dan lay out sana-sini serta menunggu jawaban dari salah satu penerbit.

Belum lagi kondisi kesehatan kami yang sedikit terganggu buah dari kurang istirahat dan makan tak teratur. Hingga 2 hari harus rela berbaring di Sekre Kere tanpa ditemani satu kawan pun, kecuali kertas, pena dan tv.

Tak lupa kami memohon doa restu para blogger mania dan pembaca budiman supaya cepat-cepat selesai karya tersebut.

Sekali lagi, mohon maaf para pengunjung blog Ghifarie Area Alakadarisme. Bila beberapa hari ini tak ada tulisan baru, maka harap di maklum. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 17/08;23.05 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 8/17/2007 06:04:00 PM   1 comments
Kitab (1)
Monday, August 06, 2007
Apa Kata Mereka Tentang Penemuan Lagu Indonesia Versi Pertama
Oleh Ibn Ghifarie

Pasca ditemukanya lagu Indonesia raya versi pertama oleh Roy Suryo dan Tim Air Putih dari sebuah museum di Leiden, Belanda, malah menuai protes. Pasalnya, lirik nyayian itu bukan yang pertama sekaligus hasil penggandaan semata, bahkan terdapat versi lainya.

Di Mata Tokoh
Salah satunya, Des Alwi pelaku sejarah mengatakan video berisi lagu kebangsaan Indonesia Raya secara utuh yang ditemukan Roy Suryo bukanlah temuan baru. Data yang didapatkan dari sebuah museum di Leiden, Belanda, itu adalah hasil penggandaan.

“Dokumen aslinya masih saya pegang,” kata Des Alwi di Jakarta, Minggu (5/8). Des Alwi mengaku berperan sebagai produser dalam pembuatan film atau video yang menggambarkan persiapan kemerdekaan RI yang dilengkapi dengan teks itu.

Lain hanya dengan Ahmad Mansur, sejarawan. Kehadiran teks lagu ini tidak akan berpengaruh pada lagu kebangsaan Indonesia Raya. Bisa saja teks lagu yang ditemukan Roy Suryo itu dinyatakan teks asli. Akan tetapi, keasliannya tersebut dalam konteks "asli terbuka". Adapun teks yang "asli tertutup" yakni teks lagu Indonesia Raya sekarang ini. Teks lagu Indonesia Raya yang boleh jadi ditemukan Roy Suryo itu sekadar lagu Indonesia Raya dalam kemasan yang sudah dihaluskan (efeumisme) karena faktor tekanan pihak penjajah Belanda.

"Sejarawan di Indonesia mencermati fakta tidak diucapkannya syair teks Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Saat itu, yang dilakukan para pejuang pergerakan sekadar lagunya. Kenapa? Karena, itu merupakan upaya kompromi atau strategi perjuangan. Jika syairnya diucapkan, tentu dilarang oleh Belanda. Nah, yang terjadi dengan lagu Indonesia Raya seperti itulah," tuturnya

Seraya mengungkapkan sejumlah fakta historis sejenis, teks lagu Indonesia Raya yang ditemukan Roy Suryo merupakan teks lagu dalam konteks kompromi atau strategi para pejuang. Justru teks lagu Indonesia Raya yang sekaranglah yang sesuai dengan gelora perjuangan dan hati nurani para pejuang Indonesia.

Misalnya, pada zaman Belanda teks lagunya ada yang liriknya berbunyi "Marilah kita mendoea", sedangkan pada teks lagu Indonesia Raya versi resmi sekarang adalah "Marilah kita berseru". "Dulu penjajah Belanda melarang penggunaan berseru, karena itu akan berlanjut untuk berseru "merdeka" dan "bersatu". Karenanya, diubahlah oleh Bung Karno dan para pejuang dengan kata "mendoa" yang lebih lembut, tambahnya. (Pikiran Rakyat, 05/08)

Ironisnya lagi. Orang nomor 2, Yufuf Kalla di negeri ini tak mengatahui kontroversi lagu itu, "Saya kurang jelas, Soepratman masak tidak asli," kata Wapres

Karena mengaku tidak tahu, Wapres enggan berkomentar lebih jauh. "Wah saya tidak tahu," tuturnya (Media Indonesia, 04/08)

Berbeda dengan Andi Mallarangeng, juru bicara kepresidenan “Kita kan belum tahu orisinalitasnya, otentiknya,” katanya.

Jika lagu Indonesia Raya temuan Roy Suryo dinyatakan asli, pemerintah juga belum dapat memutuskan untuk menggunakan lagu versi yang lama atau yang saat ini dipakai.
“Kita akan lihat dulu hasil evaluasi dari para ahli tersebut,” pungkasnya. (detikcom,05/08)

Dalam pengakuanya, Roy menuturkan Ia bersama timnya telah menemukan data berbentuk video lagu Indonesia Raya versi pertama. Versi ini berbeda dengan lirik lagu Indonesia Raya yang selama ini dinyanyikan (Baca kutipan lengkap lagu Indonesia Raja versi pertama, di halaman ini, -Red). `Saya bersama Tim Air Putih sejak tiga bulan lalu mencari data tentang Indonesia yang ada di berbagai server. Di salah satu server di Belanda, kami menemukan lagu ini,`paparnya.

Lagu asli ini direkam September 1944, berbeda dari yang sekarang sering dinyanyikan. Iramanya lebih cepat, lebih bersemangat, dan lirik lagunya tiga stanza atau coplet, tiga kali lebih panjang daripada yang sekarang. "Lagunya sangat heroik, berapi-api sesuai dengan tempo con bravura yang ditulis asli WR Soepratman. Lebih cepat dan lebih bersemangat dari tempo lagu Indonesia Raya sekarang yang dinyanyikan di marcia. Dan couplet yang selama ini kita nyanyikan hanya couplet pertama atau stanza pertama," jelasnya.

Mengenai lagu Indonesia Raya yang sekarang merupakan hasil aransemen musisi Belanda Jos Cleber. Wartawan senior Bondan Winarno mengaku pernah bertemu Jos Cleber. Menurut dia, Cleber pernah mengutarakan bahwa Bung Karno mulanya meminta agar irama lagu Indonesia Raya terdengar sama dengan lagu kebangsaan Belanda Wilhelmus. Namun menurut Cleber, hal itu tak bisa dicapai karena Wilhelmus berirama lambat (tempo di largo), sedangkan Indonesia Raya berirama mars (tempo di marcia). (www.surya.co.id)

Para Blogger

Penemuan Roy Suryo ternyata mendapatkan cibiran sekaligus hujatan dari para blogger. Kalau Roy baru Sabtu (4/8) mengabarkan klaim temuannya soal video berisi lagu asli 'Indonesia Raja', para blogger sudah meng-upload video tersebut sejak tahun lalu.

Video itu tersebar dalam berbagai format, mulai 3gp sampai flv di situs-situs populer macam www.youtube.com atau www.multiply.com. Seseorang berinisial Arto4805 misalnya, meng-upload video itu di www.youtube.com sejak 19 Desember 2006. Video itu dilihat pengunjung lain 36.902 kali, dikomentari 253 kali, dan difavoritkan 268 kali hingga Sabtu petang.

dalam pantauan Surya menjelaskan, hingga Minggu (5/8) petang, meningkat jadi 41.369 pengunjung, 301 komentar, dan difavoritkan 308 kali.

Mayoritas komentar dalam dua hari terakhir berisi olok-olok buat Roy Suryo. Komentator berinisial mukegilee menulis, "Bung Arto4805 ternyata anda lebih canggih dari pakar telematika kita Sdr Roy Suryo, dia butuh waktu lama buat nyari tau versi perdana sementara kita2 dah bisa nikmatin lagu ini sebelum temuan dia."

Komentator lain berinisial teliksandi, menulis, "Dia bilang videonya dapat dari server di Belanda. Server yang mana, bung? Jangan-jangan juga download dari sini pula... Roy Suryo bukan hanya mengklaim mendapatkan video asli tapi juga salinan digital partitur asli Indonesia Raya. Namun, salinan digital itu sesungguhnya sejak lama tersedia bebas di http://david.national-anthems.net/id~.jpg.”

Lebih lengkap lagi hasil penelusuran detiknet.com diantaranya; Lasben Sitinjak menuturkan Saya baca berita tentang penemuan versi baru Indonesia raya yang diklaim oleh Roy Suryo bahwa dia adalah penemunya. Kebenarannya, lagu ini sudah lama ada di Youtube, sejak Desember tahun lalu.

Bersama ini, saya juga memberikan link video tersebut dari youtube: http://www.youtube.com/watch?v=6QvyLkdl1_s&mode=related&search=

Dias MD, berkata Mengenai penemuan lagu Indonesia Raya temuan Roy Suryo mungkin perlu dibaca d ibawah ini, karena sudah banyak yang lebih dulu mengabarkan: http://jejaklangkah.multiply.com/journal
http://www.freelists.org/archives/ppi/08-2005/msg00346.html
http://rumahkiri.net/index.php?option=com_content&task=view&id=48&Itemid=19
http://www.indonesia100.com/wp02/?p=38

Mohammad Ridwan, PNS, saat ini tugas belajar di Jepang menjelaskan Saya ingin ikut nimbrung soal versi Indonesia Raya baru yang katanya ditemukan oleh Roy Suryo.

Ketika melihat teks tersebut di detikcom, ingatan saya kembali ke masa SD dulu (1980-1986). Seingat saya, waktu kelas 2 SD dulu, saya pernah mendapat buku lagu-lagu perjuangan yang isinya insya Allah persis dengan teks yang ditemukan. Sayang saya tidak bisa membuktikan hal ini secara hitam di atas putih. Yang pasti saya ingat adalah bagian reffrain, tepatnya kalimat "Indonesia tanah yang mulya, tanah kita yang kaya".

Untuk itu coba detikcom menyelusuri buku-buku pelajaran, khususnya lagu-lagu perjuangan/nasional, yang dipakai saat itu (kurikulum sebelum 1984).

Walhasil, menurut saya apa yang ditemukan Roy Suryo ini bukan sama sekali baru. Mungkin teks lengkapnya pernah beredar. Tetapi kemungkinan PP 44/1958 mereduksi lagu tersebut menjadi hanya 4 bait pertama.

Heru Sutadi, Mengikuti berita soal Indonesia Raya, sebenarnya pembahasan teks Indonesia Raya sudah sejak lama. Beberapa sumber di bawah ini menyatakan hal itu.
http://www.youtube.com/watch?v=0ybhFIhE6fs

Heru juga melampirkan link dari Wikipedia tentang sejarah lagu tersebut.

Cuki Sumanto, Lagu ini udah lama di youtube.
http://youtube.com/watch?v=hkxehrXU3tM

Mega Ifanda, Setelah membaca berita mengenai lagu Indonesia Raya versi perdana yang katanya di temukan oleh Bapak Roy Suryo di server Belanda, saya sempat tertawa-tawa kecil mengingat teks lagu Indonesia Raya versi perdana ini sudah ada semenjak saya SD, dan saya juga pernah mendengar lagu ini di youtube beberapa bulan yang lalu.

Tapi mengapa baru sekarang dibesar-besarkan? Dan ada pula satu kalimat
menyatakan "lagu tersebut ditemukan oleh Bapak Roy Suryo beserta tim dari Air Putih di server Belanda" Apa yang Bapak Roy Suryo lakukan untuk menemukan teks lagu tersebut?

Begitu susahkan pencarian dari Bapak Roy Suryo dan tim Air Putih hingga sampai ke Belanda? Jadi saya pikir ini adalah berita yang tidak benar bahwa Bapak Roy Suryolah yang menemukan lagu Indonesia Raya versi perdana.

Galuh, Apakah hasil yang ditemukan Bapak Roy Suryo seperti yang terlihat dalam link di bawah. http://www.youtube.com/watch?v=6QvyLkdl1_s
Video ini telah diupload oleh seseorang tahun lalu.

Wijono, Kuala Lumpur Saya heran membaca berita bahwa Roy Suryo menemukan lagu Indonesia Raya pertama. Bukankah semua orang tahu lagu itu dari dulu? Kalau tidak salah pelajaran sejarah jaman dulu sudah menceritakan lagu dan syair itu. Kalau kita search di internet, banyak situs menulisnya.
Atau apa yang baru?

FM Taqi, Apa benar kalau Roy Suryo yang menemukan kembali arsip lirik asli lagu Indonesia Raya? Sepengatahuan saya lagu dengan lirik yg sama sudah ada di youtube sejak Desember tahun lalu, berikut beberapa versi dan linknya:

http://www.youtube.com/watch?v=6QvyLkdl1_s
http://www.youtube.com/watch?v=0ybhFIhE6fs

Asep Juarna, Jika yang "ditemukan" Roy Suryo itu adalah yang tertulis di berita detikcom, saya yakin itu bukan hal yang baru.

Belasan tahun yang lalu saya pernah menemukan teks itu di sebuah buku populer berbahasa Indonesia. Sayang sekali bukunya tidak di tangan saya, entah di mana, dah lama sih. Dalam kaitan ini, mungkin ada penerbit buku tahun tahun 70-80-an yang merasa menerbitkan buku dimaksud.

Duke P, Membaca berita di detikcom tentang temuan Sdr Roy Suryo dengan tim Air Putihnya membuat saya sedikit tergelitik untuk menulis di kolom opini ini. detikcom menulis "lirik lagu Indonesia Raya versi perdana akhirnya ditemukan" sementara saya sudah melihat versi ini di youtube.com sejak bulan Desember 2006.

Memang apa yang dilakukan tim Air Putih adalah riset atau penelitian untuk mencari versi perdana yang pastinya melalui penelitian ilmiah hanya yang menjadi keanehan saya kenapa baru sekarang ditemukan sementara teman-teman yang lain sudah meng-upload-nya sejak beberapa bulan lalu. Apakah mereka juga sama kesulitannya dengan tim Air Putih dalam hal mencari file tersebut hingga ke server yang ada di Belanda.

Firman R, Saya dan 36.000 orang yang lain, udah pernah nemuin di youtube.com. Jadi sekalian aja promosiin link di atas biar seru. Yang posting lagu ini di youtube.com lebih dari satu orang . Di antaranya arto4805 dan krawul25.
http://www.youtube.com/watch?v=6QvyLkdl1_s
http://www.youtube.com/watch?v=hkxehrXU3tM (www.detiknet.com 05/08)

Keluarga WR Soepratman
Kehadiran lirik lagu ini dengan tegas keluarga WR Soepratman ragukan keaslian teks temuan Roy Suryo tersebut. Pihak keluarga menyakini teks asli itu tidak pernah terlepas dari tangan WR Soepratman.

"Saya kok ragu ya kalau teks yang ditemukan itu asli walau saya belum melihatnya secara langsung," kata Oerip Sudarman, keponakan WR Soepratman.

Pria pensiunan pegawai Pemprov Jatim ini sudah hampir 40 tahun lamanya mencari teks asli lagu tersebut. Ia bahkan pergi ke Belanda untuk mencari teks tersebut.

“Saya sudah survei data sejak 1967, belum pernah menemukan teks yang asli,” ujarnya.

Data yang dimiliki Oerip berupa fotokopi teks lagu Indonesia Raya yang diedarkan pada peserta Kongres Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Kertas edaran itu dikarang dan diterbitkan WR Soepratman, dicetak Publicist Weltevreden (Java) dan dijual 20 sen.

“Fotokopi itu warisan dari bapak saya, Oerip Kasansengari, kakak ipar WR Soepratman, yang juga datang dalam Kongres Sumpah Pemuda,” imbuhnya

Selain itu, teks asli coretan tangan WR Soepratman dan refrain lagu kebangsaan itu bertuliskan kata 'merdeka'. Namun karena saat lagu itu pertama kali dikumandangkan, situasi Indonesia di bawah tekanan Pemerintah Hindia Belanda, WR Soepratman kemudian mengubah kata 'merdeka' dalam refrain menjadi 'moelia'. "Teks ini sedang saya cari. Saya tidak tahu siapa yang membawa,” kata Oerip. (detik.com)

Berakhir di Jero Wacik
Kontroversi lagu kebangsaan Indonesia Raya akhirnya menemui titik terang kata Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, pemerintah sebenarnya telah memutuskan lagu Indonesia Raya hanya terdiri dari satu stansa sejak tahun 1958. Penegasan tersebut disampaikan Jero Wacik di Jakarta, Senin (6/8), bersama-sama dengan Roy Suryo.

Pertemuan ini untuk membahas temuan Tim Air Putih adanya tambahan stansa dua dan tiga pada lagu kebangsaan Indonesia Raya di Universitas Leiden, Belanda. Menurut Jero Wacik, lagu kebangsaan Indonesia Raya yang asli memang terdiri dari tiga stansa.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno lagu Indonesia Raya akhirnya hanya ditetapkan stansa pertama. Sebagian lirik lagu juga mengalami penyesuaian.

Sebenarnya Pemerintah Indonesia sudah memiliki film yang menggambarkan versi lengkap lagu Indonesia Raya. Namun, dokumen tersebut hanya berupa potongan-potongan. Roy Suryo beserta Tim Air Putihnya akan menyerahkan hasil temuan mereka kepada pemerintah dalam waktu dekat.(Metro TV,06/08)

Dengan demikian, perseteruan itu selesai juga. Tanpa mengurangi rasa hormat lagu Indonesia versi asli pertama kali dipublikasikan surat kabar Sin Po dengan liriknya;

Indonesia Tanah Airkoe
Tanah Toempah Darahkoe
Disanalah Akoe Berdiri
Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe
Bangsa dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe
Indonesia Bersatoe
Hidoeplah Tanahkoe
Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Semw’wanja
Bangoenlah Jiwanja
Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja
Reff:
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja
Indonesia Tanah jang Moelia
Tanah Kita jang Kaja
Di Sanalah Akoe Berdiri
Oentoek Slama-lamanja
Indonesia Tanah Poesaka
Poesaka Kita Semoeanja
Marilah Kita Mendo’a
Indonesia Bahagia
Soeboerlah Tanahnja
Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja
Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja
Reff:
Indonesia Tanah Jang Soetji
Tanah Kita Jang Sakti
Di Sanalah Akoe Berdiri
‘Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji
Indonesia Abadi
Slamatlah Ra’jatnja
Slamatlah Poetranja
Poelaoenja, Laoetnja, Sem’wanja
Madjoelah Negrinja
Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere 05/08;23.56 wib dan Pojok Komputer Ngeheng, 07/08;00.35 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 8/06/2007 01:13:00 PM   2 comments
Suhuf (20)
Thursday, August 02, 2007
Selamat Ultah Ke-1
Oleh Ibn Ghifarie

Masih dalam suasana bahagia atas kelulusan ujian Komprehensif. Kini, satu keceriaan muncul lagi, manakala Mblog Ghifarie Area dengan kondisi Alakadarnya dapat berumur 1 tahun (27/07).

Tentunya, dengan penuh keluh-kesah selama berkenalan dengan alat ini. Apalagi saat mengenang pemberian pernak-pernik pada web ini. Terimakasih kawan-kawan blogger lainya yang sudi kiranya berbagi pengalaman, cerita, ilmu denganku.

Seolah-olah kebahagian ini melengkapi perjalanna hidupku seraya terus berkarya. Saat berkumpul di lembaga sekaligus acara pelatihan dasar tak henti-hentinya berucap `Selamat dan Sukses atas Komprenya. Tak lupa saya ucapkan Ulang tahun ke-1 Blognya, kata kawanku.

`Eh…masa ga ngucapin selamat sama Abang nih. Yang baru lulu Kompre dengan nilai terbaik, kata salah satu kader.

`Min, coba ngasih selamat sama Mas Bull yang baru Kompre dan Ulang Tahun ke-1 blognya`, cetus Che aktivis Women Studies Center (WSC)

`Selamat ya..!` kata Siti aktivis Lembaga pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) Bandung

Walhasil, tak ada yang ku perbuat pada perayaan blog ini selain berdoa, menulis, menulis dan menulis. Sampai-sampai coretan di catatan harian pun terlahir.

Ku akui memang
Terkadang aku terlalu asyik ngutak atik blog
Ya sekedar tambah link
Ya sekedar kirim pesan singkat
ya sekedar ngasih koment
Ya sekedar moles pernak pernik
Ya sekedar cari hosting
Ya sedekar jelajah domain gratis

Hingga lupa
Membaca yang tak kenal tempat
Menulis yang tak kenal waktu
Diskusi yang hingga tak ada kesimpulan

MengingatMu juga hampir alfa
Menyebutkan namaMu juga hampir jarang
Berdzikir keagunganMu juga hampir tidak
Beribadah tefat waktu juga hampir minder

Semoga dengan membuat tulisan ini termasuk kedalam golongan beradab. Tentunya ucapan tasbih dan mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku akan ku gunakan sekemampuanku. Amien


Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 27/07;00.12

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 8/02/2007 05:30:00 PM   0 comments
Suhuf (19)
Sekelumit Kisah Kompre
Oleh Ibn Ghifarie

Kala menanti datangnya waktu Ujian Komprehensif (26/07). Dalam rutinitas keseharianku tak ada yang berubah kecuali, nonton TV, ngobrol seputar persoalan kekinian yang sedang ramai dibicarakan. Ya sesekali bikin coretan sebagai obat pelipur lara atas kepenatas sekaligus keresahan permasalahan pelik tersebut.

Pasalnya, tak ada cara lain yang bisa ku perbuat berkenaan dengan maraknya aksi penertiban fisik dikalangan pendidikan. Selain angkat pena. Inilah kawan dekatku. Tentunya, sederetan kertas menjadi pelangkap gagasan tersebut.

Detik-Detik Hari Penantian
Saat termenung di tengah-tengah pencarian solusi atas kekerasan di IPDN. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara `Cis kacang buncis nyengcle` dari HP (Hand Pone)ku. Tanpa panjang leber ku buka alat komunikasi tersebut.

`A buledz Dian bieu ameung ka Websaite A. he..lucu!! Ya pastina si Ujang meuni nyeredet liat suasana kampus.Asa haying ka Bandung..E h cioste salametan the.! Kompre kumaha hasilna?Munaqosah Agustus kan? Wishuda September yach.!!, tulis Dian Herdiani Aktivis IMM (Ikatan Mahasiswa Muhamadiyyah) [24/07,15;41.24]

Tak ayal pesan singkat tadi menghentakan perasanaku. Pasalnya, aku belum ujian. Hasil komprenya apalagi. Namun, begitu inilah salah satu bentuk kepedulian kawan-kawanku atas tes tersebut. Mudah-mudahan hari bersejarah itu dapat ku lalui dengan sejuta makna. Nilai yang memuaksan pula menjadi dambaanku sekaligus keluarga kami.

Semenjak kiriman sms itu, aku mulai mencoba memberanikan diri untuk memohon doa dan restu kepada kedua orang tuaku atas ujian tersebut. Meski, perbuatan ini baru pertama aku lakukan. Jujur saja, sedari awal SD (Sekolah Dasar) aku berpisah dengan keluarga demi menuntut ilmu di kampung orang lain. Sedari itu pula aku jauh dengan sanak keluarga hingga sekarang. Permohonan doa secara khusus pun jarang, bahkan tak pernah rasanya aku ucapkan.

Mudah-mudahan diberikan kekuatan dan kemampuan dalam menghadari Kopre tersebut. Tentunya, berdoa dan beribadah harus lebih ditingkatkan lagi. Bukan malah sebaliknya.

Ku tulis pesan singkat `Ade wartoskeun ka Apa sareng Mamah rehna dina dinteun enjing A bade ujian Komprehensif. Mugia lancer sareng sukses. Amien. [24/07.18;20.25]

Singkat benar smsku. Tanpa harus menunggu lama jawaban pun dating `Muhun di duakeun. Sing lancer sareng sukses. Di antos wisudana wae!! wasiat Ibuku. [24/07.18;31.24]

Tak hanya Ortu di kampong sana yang memberikan dorongan. Temen-temen seorganisasiku mengucarkan doa dan harapan. Semoga lulus.

Kendati aku bingung harus berkata apa. Karena aku tak pernah memberitakukan ikhwan ujian tersebut. Namun yang jelas sahabat-sahabatku mengetahuinya aku akan kompre. Ini terlihat dari pesan singkat yang masuk ke HPku

`Weleh hiji deui anu rek ngarunghal the. Pokonamah Kompre teu leuwih rieut batan duriat. Nu penting mah rajin Shalat jeung Sholat Hajat. Udud wae`, kirim Paw mahasiswa Aqidah Filsafat (AF). [25/07.20;03.35]

`Waduh ceritanya ada yang mau Kompre neech.Good luck dech`, tulis Tia Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI). [25/07.20;30.34]

Hal senada pun aku kalukan guna memohon doa dan nasihat kepada rekan sepropesiku. Bunda Iva Fahmiawati namanya. Jawabnya `Widich Kompre nich Pasti dong Bunda doain. Iya nih Bunda belum bias tidur. Jadi kepikiran beneran sih? Vie dah punya samone baru? Tapi yang mau Kompre ga usah ikut mikirin yah. Sukses, pesannya. [25/07.22.45.34]

Hari Bersahaja; Sejuta Warna
Waktu demi waktu kian merayap. Detik demi detik kian berdetak. Hari penuh ujian pun datang juga. Pagi buta sekali saat ayam jantan mulai berkokok dan sang Raja Siang mulai memancar tiba-tiba HPku berdering `Ledz kade kasiangan, Tos rapih!! Che mah teu acan ibak he.he..Mangga sing sukses, pepatah Pradewi Tri Chatami, mahasiswa Antropologi Unpad [26/07.05.35.24]

Saat itu aku tengah menyiapkan segala keperluan yang aku perlukan. Walau ada satu hal yang mengganjal pikiranku `Bisakah aku melewati hari ini. Bukan takun tak lulus ujian. Melainkan cacian, makian dan cibiran dari kawan-kawanku saat berpakaian rapih. Jujur saja aku tak pernah berpenampilan kemeja, jas almamater semenjak MA (Madrasah Aliyah). Rasanya berat hati ini untuk memakan atribut sekaligus persyaratan Kompre tersebut.

Walhasil, 5 jam (09.00-14.00) berpakain rapi layaknya seorang pengajar pun bias ku lalui. Kendati harus ku lepas beberapa kali. Tak ayal, temen sekelompoku menginagtkan aku `Tolong pakai Jas itu. Ya daripada tar kena damprat. Ga bias ikut ujian gimana?, cetus Ali Mulyono.

Tanpa panjang lebar ceramah. Ku kenakan lagi segala atribut Kompre tersebut. Sidang kompre pun dimulai dengan penguji; Drs Casram, M.Si bidang Kejurusan (Studi Agama-Agama), Dr, Endah, M.Si materi Kefakultasan (Ilmu Kalam) dan Drs, Hasan Mudrisy, M.Si garapan Keuniversitasan (Dirosah Islamiyyah)

Lulus Peringkat Ke-2
Semuanya kulalaui dengan optimal. Saat menunggu pengumuman kelulusan beberapa kawan dekatku tak henti-hentinya memberikan dorongan sembari menanyakan kelulusanku.

`Ledz kumaha Komprena? Tos pengumuman kelulusan teu acan? Tong tegang atuh. Di doakeun ku Bunda cing lulus meunang nilai anu alus. Omat sanes makhluk halus he.he.he…`tanya Bunda Iva Fahmiawati [26/07.12;56.35]

`Bang dupi widya Iswara the naon? Kumaha lulus teu?` tanya Fardun mahasiswa Sosiologi [26/07.13;05.24]

Ba’da dzuhur sesuai jadwal pengumuman pukul 14.00 wib. Akhirnya detik-detik pembacaan hasil ujian sekaligus pengumuman dibacakan dengan lantang oleh Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Filsafat dan Teologi di Ruang Ridang Fakultas.

Ibn Ghifarie 3,50 (A). Tak ayal, kawan disampingku berujar `Selamat atas peringkat ke-2. Kan pertama anak TH (Tafsir Hadits) (Taufik 3,60-red). Semoga bermanfaat`

Semula tak ada jawaban dariku kecuali angukan kepala petanda ikhwan kelulusan tersebut. Dalam hatiku bergumana `Mampukah aku mempertangungjawabkan nilan ini sambil melapalkan ucapan tahmid sebagai bentuk rasa syukur kita pada Tuhan.`Amien.

Selamat Ya..!!
Sepulang dari kampus. Tak ada yang kulakukan selain mengabarkan hasil ujian tadi kepada keluarga. Pesan singkat pun berbalas `Nya nuhun upami tos beres mah kalayan sae hasilna. Muhun eta anu dipikahareup ku Apa sareng Mamah, wasiat Apa. [26/07.14;44.44]

`Nya teu weuleh diduakeun ku sadayana. Mugia sidangna sing lancer, nasihat Mamah tambahnya. [26/07.14;57.24]

Ucapan serupa pun dating dari Dian Herdiani `Nya alhamdulillah upami tos rengse sareng hasilna sae mah. Selamat nya.Sok ayeuna kantun ngemutan siding. A doakeun Dian nya besok aya panggilan wawancara kerja di Jakarta. Mudah-mudahan lulus.Dian salah satu anu ka pilih. Doakeun nya` [26/07.15.04;25.34]

`Ayeuan nuju papanasan heula, kaleuresan dipasihan nikmat sehat. Muhun yeuh teu janteun kompre, teu acan waktosna panginteun. Upami kapayunan mah, Anis ti pengkeur atuh. Wilujeng`[26/07.16.07;25.25]

Alhasil, selesai sudah satu pekerjaan. Syukuran sambil makan-makan menjadi penutup kebahagian kami. Bisakah aku melewati Sidang Skrifsi kelak?

Cag Rampes, Pojok Ruang Fakultas 26/07;14.07.34 dan Sekre Kere, 26/07;23.48

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 8/02/2007 04:53:00 PM   0 comments
Suhuf (18)
Tutup Saja Kampus IPDN Itu..!!
Oleh Ibn Ghifarie

Tradisi Barbar yang terjadi di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ibarat wabah yang menular. Kini virus mematikan itu acap kali terjadi dn terus menerus menjalar ke luar Kampus. Warga sekira pun harus menjadi korban keganasa virus mematikan tersebut.

Adalah Wendi Budiman, warga Jatinangor, tewas dikeroyok praja IPDN hanya karena merokok di dalam lift di Jatinangor Town Square(22/07). Konon, seorang praja tersulut rokok Wendi, lantas tanpa di komandoi para calon praja itu beramai-ramai menggebuk Wendi. Ironis bukan.

Betapa tidak sebagian besar kedelapan praja ini tengah menunggu wisuda. Tentunya gelar sarjana pun harus rela ditanggalkan oleh mereka.

Maraknya aksi brutal ini menambah panjang deretan korban akibat kekejaman para pamong tersebut.

Masih ingat dalam benak kita kematian Wahyu Hidayat atau Cliff Muntu begitu mengisahkan luka yang mendalam bagi keluarga korban sekaligus mnguak tabir kelam atas penertiban fisik tersebut.

Sangatlah wajar bila masyarakat mendemo kampus prodak Rudini itu. Pasalnya, terlalu banyak praja dan warga lain yang ketiban budaya kekerasan tersebut.

Tak ayal, lambanya pengambilan keputusan pemerintah dalam hal ini Presiden SBY secara tegas atas ketiga opsi yang di rekomendasikan oleh team evaluasi Penyelenggara Pendidikan IPDN dibawah pimpinan Ryaas Rasyid diantaranya; penutupan IPDN, perombakan kurikulum dan system pengelonaan praja dan penutupan sementara untuk tahun ajaran 2007/2008.

Ryaas Rasyid optimistis timnya akan berhasil mengemban tugas dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membenahi IPDN yang citranya jatuh karena banyak terjadi kekerasan di dalam kampus . "Kita memiliki orang-orang yang berkompeten, punya kemampuan mengevaluasi, dan adanya backup otoritas yang cukup dari Presiden," jetasnya.

Kini, terjawab sudah kinerja team evaluasi. Dan kian hari kekerasan sudah menjadi bagian keseharian mereka yang tak bisa dipisahkan lagi.

Inilah wajah muram pencetak para pemimpin. Mestinya mereka dapat menganyomi sekaligus melindungi warganya atas perlakuan lalim. Kini, malah sebaliknya. Mereka dengan gagah berani dan sombong sambil bertepuk dada inilah kami, yang selalu menyelesaikan persoalan apa pun dengan adu jotos, bukan adu otot.

Sejatinya pemerintah segera mengamini keinginan wong cilik untuk segera menutup rapat-rapat segala aktivitas yang berkenaan dengan kampus praja tersebut.

Bila tidak, sudikah kirana kita menyaksikan saudara kita satu-persatu meninggal atas kepongkahan pamong itu. Jika tidak, maka segeralah menutup kampus IPDN sekarang juga. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 24/07;23.27 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 8/02/2007 01:59:00 PM   0 comments
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.