'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



kitab (10)
Wednesday, September 19, 2007
‘Pasar Kaget’ UIN SGD Bandung
Oleh Ibn Ghifarie

Tak seperti biasanya Jl. A.H. Nasution dipadati lautan manusia dan tumpukan gerobak makanan, tapi saat tiba hari pertama puasa di bulan Ramadhan 1428 H sejumlah civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) SGD Bandung ngedadak ketiban pasar kaget (13/09).

Betapa tidak, semula perhelatan Gedung Rektorat sunyi sepi, terkecuali bila ada sekelompok mahasiswa yang sedang melakukan aksi unjuk rasa terhadap para petinggi kampus. Agaknya tempat tersebut mulai ramai.

Kini, `taman demokrasi` itu berubah menjadi `surga para pengais rizeki` mulai dari penjaja makanan, kolek, rokok, rujak, es campur, goyobod, gehu-bala-bala, sampai sederetan idangan menu buat iftar lainya.

Kehadiran ‘pasar tahunan’ ini sangat bermanfaat dan memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekira. Salah satu pedagang menjelaskan ‘Berjualan di sini (Gedung Rektorat-red) lebih mendapatkan penghasilan daripada berdagang di belakang (Ma’had Aly-red), paparnya.

Selain itu, tak perlu angkut barang-barang segala, tinggal disimpan disini saja, tambahnya.

Lain pedagang, lain pula pembeli. Asep mahasiswa Tarbiyah ikut nimbrung tentang kehadiran pasar makanan ini, ‘Bagus sekali dan kita tidak perlu cari makana buat buka jauh-jauh segala, tapi cukup kedepan saja. Mau makana apa ada, tegasnya.

‘Pokoknya bermanfaat sekali adanya para pedagang ini, terutama bagi saya yang tak pernah masak,’ ungkap salah satu mahasiswa yang tak mau disebutkan namanya. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 13/09/07;23.56 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 9/19/2007 01:50:00 PM   2 comments
Kitab (9)
Mesjid Iqomah; Dibanjiri Lautan Manusia
Oleh Ibn Ghifarie

Memesuki malam hari pertama puasa di bulan Ramadhan 1428 H umat islam dianjurkan melaksanakan shalat tarawikh. Tak terkecuali sejumlah civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) SGD Bandung ngedadak memadati mesjid Iqomah (13/09).

Betapa tidak, semula mesjid sunyi sepi, terkecuali bila ada sekelompok mahasiswa yang sedang melakukan Mabit (malam bina iman dan takwa-red) terhadap sang khalik. Agaknya tempat tersebut mulai ramai. Terlebih lagi saat proses belajar mengajar mushola itu, ramai dipadati pelbagai mahasiswa. Sesekali terlihat kumpulan kaum pelajar yang sedang melakukan mentoring, sekedar ngerumpi, nongkrong-nongkrong sambil liat pemandangan, belajar-mengajar.

Kini, `rumah Tuhan` dibanjiri lautan manusia berbusana muslim; muda-mudi, laki-laki-perempuan, tua-muda, kakek-nenek, bocah kecil sekalipun semuanya tumplek di sekretariat LDM (Lembaga Dakwah Mahasiswa) tersebut. Apalagi saat menjelang shalat tarawikh tiba, serambi pun tumpah ruah.

Kuatnya ajaran Islam tentang keutamaan shalat tarawih membuat civitas akademik dan masyarakat sekira ikut memeriahkan mesjid dengan pelbagai kegiatan.

Namun, dilain sisi kehadiran ibadah tahunan ini mesjid Iqomah fungsi dari tempat `diijabahnya doa` menjadi `surga para silang rasa`. Tentunya, menuai pelbagai tanggapan.

Salah satu mahasiswa ikut mengomentari `Ko bisa ya..waktu shalat tarawih tiba penuh banget, tapi saat dating shalat magrib dikit amat. Coba kira-kira ada fenomena apa tuh? tandasnya.

`Iya ya. Kenapa ya? Coba liat saja waktu sholat hari ini, mulai dari shalat Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib,atau Isya orang yang ikut berjama’ah masih bisa dihitung dengan jari, tapi coba liat saat tarawih tiba banyak banget ampe kebelakang segala, jawab kawanya. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 13/09;22.54 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 9/19/2007 01:48:00 PM   0 comments
Kitab (8)
Civitas Akademik Tetap Beraktivitas di Hari Pertama Puasa
Oleh Ibn Ghifarie

Saat hari pertama puasa tiba seluruh civitas akademik UIN SGD bandung tetap beraktivitas. Pemandangan ini terlihat jelas dari hilir mudiknya mahasiswa, proses belajar mengajar tiap fakultas masing-masing maupun serangkain acara yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Kendati tetap kuliah, tapi bukan berarti tak ada yang libur. ‘Itu tergantung kebijakan fakultas masing-masing’ ungkap Dani salah satu mahasiswa saat menanggapi perkuliahan diawal ramadhan.

‘Yang jelas tahun ini tidak libur, tapi repot juga bagi saya yang harus munggahan bareng keluarga,’ jelasnya.

‘Bagai saya ini sangat keterlaluan, soalnya kebiasaan dikampung saya setiap tiba waktu puasa harus kumpul bareng keluarga, bila tidak rasanya tak apdhol,’ kata ahmad.

‘Tentunya hari pertama shaum tak dapat mengikuti proses belajar mengajar, tambahnya. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 13/09/07;22.35 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 9/19/2007 01:46:00 PM   0 comments
Kitab (7)
Saling Memaafkan Yu…!!
Oleh Ibn Ghifarie

Marhaban Ya Ramadhan.

Saat ramadhan mulai menampakan diri. Memang tak ada persiapan yang kulakukan serba mendadak, selain keimanan, kesehatan, dan keilmuan.

Kendati, kondisi fisik baru sembuh dari penyakit. Pasalnya, ketidakteraturan tidur, makan dan selalu begadang berbuah petaka, hingga harus baringan selama 3 hari.

Tak ada kawan yang sering menemani kecuali tumpukan kertas, bolpoin dan alat komunikasi. Tanpa ku sadari beberapa pesan singkat sempat mampir di HPku. Ucapan ‘Selamat’ dan ‘Doa’ menjadi pelengkap Ramadhan.

Salah satunya dari Aa Ramdhani, Ketua PW PII (Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia) Jawa Barat. ‘Wilujeng sasih siam. Mugia janten jejer panganteur pikeun ngaronjatkeun ajen kaakwaan urang payuneun Maha Kawasa. Damang? Meuni awis teupang pikeun nyawalakeun sababaraha hal ngenaan kawajiban PW (Pengurus Wilayah—red) kapayun? Pami pareng minggon kahiji urang TC (Training Center-red). Langkung sae tiasa he..he.he…..3,’ tulisnya (10/09. 18:12.03 wib)

Ass…A ade nyuhunkeun hapunteun tina perkawis keleupata-kaleupatan. Bilih tina cariosan atanapi sikap ade aya anu janteun teu enak dina qalbu A. wilujeng sasih shiam. Mugia seueur barokahna. Wass, Herti Pelajar MA Cisewu Garut, (12/09. 18:49.45 wib).

Lain lagi dengan Pow mahasiswa Aqfil UIN SGD Bandung. Memang aneh orangnya. Ia memberikan pesan ‘Selamat bulan Rama dan Sinta, eh…Rama dan Kawan-kawan, eh….Ramadhan (heup!). Wilujeng kembar shiam. Eh….sasih shiam!! Wilujeng kacaletot disangka magrib (?), tulisnya. (12/09. 19:23.35 wib)

Tak mau ketinggalan Adinda, Ketua Korp PII Wati Jawa Barat pun ikut andil dalam ucapan itu, ‘Ramadhan tiba. Sambut dengan gembira. Ikhlas dan semangat menggapai taqwa.Met shaum.Mohon maaf lahir dan batin, , (12/09. 23:12.36 wib)

Kehadiran SMS (Sort Masage Service) memberikan semangat lain bagiku. Tentunya, kulayangkan ucapan serupa dengan harapan kita dapat menjalani Shaum Ramadhan ini dengan khusu. [ Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 12/09/07;23.53 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 9/19/2007 01:43:00 PM   0 comments
Kitab (6)
Cucilah Mulut dan Puasakanlah
Oleh Ibn Ghifarie

Sejatinya kita harus membersihkan diri baik secara jasmani maupun rohani sebelum Ramadhan tiba. Tentunya, keimanan dan keilmuan tentang shaum menjadi modal yang tak bisa ditawar-tawar lagi sebelum bulan penuh maghfirah hadir.

Upaya membersihkan diri dalam tradisi sunda dikenal dengan sebutan Munggahan. Kebiasaan kuramas, makan bareng dan saling tukar-menukar makanan ke tetangga menjadi pemandangan yang tak bisa dipisahkan saat munggahan.

Di mata Ahmad Gibson Al-Busthomie menjelaskan munggahan berasal dari kata unggal yang berarti naik, puncak. Jadi munggahan satu upaya menaikan keimanan dalam waktu satu bulan, katanya.

‘Nah, sebagai simbol pembersihan diri dari segala kotoran maka cucilah mulut dan puasakanlah, sebab sumber segala dosa itu berasal dari mulut’, jelasnya.

Namun, puasa bermakna lain yang sudah berkeluarga. ‘Seperti saya. Sebab puasa bukan hanya menaikan keimana kita, tapi malah memperbanyak pengeluaran pengeluaran yang banyak dalam urusan rumah tangga,’ paparnya.

Logikanya begini, pengeluaran untuk makan Cuma pagi (saat sahur-red) dan petang (saat iftar—red), tapi apa yang terjadi menu makanan malah membengkap. Mengerikan bukan,’ tegasnya.

Lebih lanjut menuturkan coba apa yang terjadi jumlah makanan yang diperbanyak, bukan orangnya. Kalau dulu tidak, yang makannya banyak makan satu makanan, keluhnya.

Namun begitu, inilah wajah puasa sekarang. Salah satu bukti perut yang kenyang adalah maraknnya aksi pengrusakan, penutupan paksa para PKL (pedagang kaki lima-red). Seolah-olah umat islang ingin dihargai, bukan menghargai mereka yang tidak puasa, paparnya. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok DPR, 12/09/07;12.43 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 9/19/2007 01:41:00 PM   0 comments
Kitab (5)
Cak Nur Yes, Liberal No!
Oleh Ibn Ghifarie

Pasca pemberedelan aliran-aliran ganjil dan dikeluarkan fatwa haram sekaligus halal darahnya bagi Ulil Absar Abdallah, coordinator JIL (Jaringan Islam Liberal). Seolah-olah pemahaman yang berbeda dengan khalayak banyak sering dikategorikan liberal.

Maraknya jaringan islam yang mengusung iseu-iseu Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, Demokrasi, Gender membuat sebagian kelompok masyarakat mencibirnya, bahkan tak segan-segan memberikan label kafir.

Menikapi persoalan pelik itu, Budi Munawar Rahman, Program officer TAF (The Asia Foundation) angkat bicara, ‘Melalui pelatihan ini kita persiapkan pemimpin dimasa mendatang supaya terlahir intelek muda gaya paramadina,’ katanya saat ‘Forum Curhat’ Nasional Meeting Jaringan Antar Kampus, Hotel Pramesti Cibogo Bogor, (20/08).

Tentunya dengan argumenta yang mempuni dan menghargai perbedaan. Maka rireklah keagamaan. Hadirkanlah ruang-ruang keraguan dalam setiap pemahaman, tambahnya.

Lebih lanjut Ia menuturkan saat pelatihan di pelbagai daerah tentang iseu Sekulerisme, Liberalisme, Pluralisme dan Demokrasi ‘Kalo paramadina membawa ajara-ajaran liberal, maka kami tolak, tapi bila membumikan gagasan Cak Nur, maka kami menerimanya, ungkapnya sesuai dengan sambutan perwakilan Rektor IAIN Mataram.

Sejatinya kita mengamini pemikiran Nur Cholis Madjid. ‘Pokonya Cak Nur Yes, Liberal No!’ papar Te Che, aktivis JarIK Bandung. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Cempaka Hotel Pramesti, 29/08/07;00.06 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 9/19/2007 01:39:00 PM   0 comments
Kitab (5)
Cak Nur Yes, Liberal No!
Oleh Ibn Ghifarie

Pasca pemberedelan aliran-aliran ganjil dan dikeluarkan fatwa haram sekaligus halal darahnya bagi Ulil Absar Abdallah, coordinator JIL (Jaringan Islam Liberal). Seolah-olah pemahaman yang berbeda dengan khalayak banyak sering dikategorikan liberal.

Maraknya jaringan islam yang mengusung iseu-iseu Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, Demokrasi, Gender membuat sebagian kelompok masyarakat mencibirnya, bahkan tak segan-segan memberikan label kafir.

Menikapi persoalan pelik itu, Budi Munawar Rahman, Program officer TAF (The Asia Foundation) angkat bicara, ‘Melalui pelatihan ini kita persiapkan pemimpin dimasa mendatang supaya terlahir intelek muda gaya paramadina,’ katanya saat ‘Forum Curhat’ Nasional Meeting Jaringan Antar Kampus, Hotel Pramesti Cibogo Bogor, (20/08).

Tentunya dengan argumenta yang mempuni dan menghargai perbedaan. Maka rireklah keagamaan. Hadirkanlah ruang-ruang keraguan dalam setiap pemahaman, tambahnya.

Lebih lanjut Ia menuturkan saat pelatihan di pelbagai daerah tentang iseu Sekulerisme, Liberalisme, Pluralisme dan Demokrasi ‘Kalo paramadina membawa ajara-ajaran liberal, maka kami tolak, tapi bila membumikan gagasan Cak Nur, maka kami menerimanya, ungkapnya sesuai dengan sambutan perwakilan Rektor IAIN Mataram.

Sejatinya kita mengamini pemikiran Nur Cholis Madjid. ‘Pokonya Cak Nur Yes, Liberal No!’ papar Te Che, aktivis JarIK Bandung. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Cempaka Hotel Pramesti, 29/08/07;00.06 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 9/19/2007 01:39:00 PM   0 comments
Kitab (4)
Dari JarAK Ke JarIK
Oleh Ibn Ghifarie

‘Mudah-mudahan sekarang yang ikut work shop Jarak (Jaringan Antar Kampus-red) bisa menjadi JarIK (Jaringan Islam Kampus-red),’ kata Iqbal Hasanuddin, Program Oficer JarIK saat evaluasi tiba.

Acara nasional meeting ini merupakan kerjasama Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) dengan Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) di Hotel Pramesti Cibogo Bogor, mingu-rabu, 19-22 Agustus 2007.

Menanggapi harapan itu, sebagaian besar peserta seminar angkat bicara. Salah satunya Pradewi anggota jarIK Bandung ‘Ya mesti anak Jarak itu menjadi JarIK, tapi ada syaratnya. Yakni basic (pelatihan awal--red) dulu. Bukan langsung ikut gabung ke yang Advance dan TOT (Training Of Trainer--red)’, cetusnya.

‘Bagi saya tak peduli mau diJarIKan atapun tidak ga jadi soal. Wong aku ga tau mana JarAK atau JaIK’, jawab perwakilah Malang.

‘Bisa saja bagi kawan-kawan JarIK yang sudah beberapa kali bertemu dalam pelatihan (Intra, Advance dan TOT--red)’, Yang terpenting dapat ilmu dan temen saja. Ok, tambahnya.

Kegiatan nasoanal itu dihadiri dari pelbagai PT Islam se-Indonesia; STAIN Banjarmasin, IAIN Aceh, IAIN Surabaya, IAIN Mataram, IAIN Medan, IAIN Palembang, UIN Jakarta, UIN Jogjakarta, UIN Bandung, UIN Makasar, Universitas Paramadina, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Muhamadiyyah Malang. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Cempaka Hotel Pramesti, 19/08/07;23.56 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 9/19/2007 01:38:00 PM   0 comments
Kitab (3)
Pow; Memang Anak Aneh
Oleh Ibn Ghifarie

Di saat malam mulai beranjak gelap dan menyelimuti dinginya udara, kulangkahkan kaki guna memasuki Sekre Kere. Jalan setapak yang aga berliku-liku setiap hari dijejali ratusan tapak sandal capit itu tampak sepi.

Kala itu, aku tak memperdulikan disekiraku. Hilir mudik orang lain pun tak memberikan efek lain kecuali lurus dan ingin rasanya segera merebahkan badan ini. Ngantuk pun mulai dating dan tak bisa ditawar-tawar lagi.

Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara Handphoneku petanda ada pesan yang masuk. Tanpa basa-basi kubuka pesan singkat itu ‘Merdeka, Budiman, Aladin, Doa Ibu, Primajasa. Selamat Agustusan mohon maaf lodong dan gudawang. Semoga diterima disisi balon dan momobilan.Amien’, tulis Paw, mahasiswa Aqidah Filsafat UIN SGD Bandung (16/07;23.45.09)

Tak ayal, ucapan selamat Agustusan itu menghentakan perasaanku. Betapa tidak, aku mulai lupa pada hari bersejarah ini, 17 Agustus 1945. Malahan aku mengelurkan sederetan pertanyaan yang menuntut sebuah jawaban atas SMS tadi. ‘Ko masih sempat dia (Pow-red) memberikan ucapan selamat dengan cara lain? Memangnya ada apa dengan Agustusan? Jangan-jangan Ia hanya ingin berbeda saja dalam melafalkan ucapan selamat’

Memang orangnya aneh. Tinggi, kurus perawakanya. Bila berkata selalu terbata-bata, kalau tidak cepat. Seakan-akan tidak ada jeda dalam obrolanya. Kocak juga. Tapi bila bicara cerpen Ia jagonya. Satu bukti keseriusanya dalam menuliskan gagasan melalui kisah sempat mengantarkan juara pertama ‘Lomba Cerpen Se-Jawa-Bali’ yang diadakan oleh LPM Suma (Suara Mahasiswa) dengan tajuk ‘Dilarang Menangis’ (2005).

Diakui atau tidak selalu ada saja pikiran nyeleneh yang sempat terlontar darinya. Sambil mencari kemungkinan atas kehadiran pesan singkat itu, tak banyak yang kutemukan selain kata ‘Memang Anak Aneh’

Malam mulai merayap. Suara jangkrik pun ikut memiahkan malam. Rasa ngantuk tak kunjung dating. Malah asyik membuat coretan sambil berucap ‘Selamat Agustusan’. Semoga Indonesia keluar dari pelbagai bencana yang seolah-olah enggan lepas dari bangsa ini. Hidup Indonesia. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 17/08/07;00.16 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 9/19/2007 01:34:00 PM   0 comments
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.