'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Suhuf (17)
Monday, December 31, 2007
Friendstergenic dan Blogger; Awali Tahun 2008 Di Kota Intan
Oleh Ibn Ghifarie

Angka 7 telah kita tinggalkan sejenak, beberapa jeda telah kita abaikan. Kini deretan hurup 2000 telah menggeliat sekaligus hadir dengan pelbagai kemegahannya. Embel-embel bilangan 8 pun mengekor pada tulisan 2000. Selamat Tahun Baru.

Kendati hujan sempat mengguyur Simpang Lima (Simlim) Kota Intan dalam hitungan beberapa menit. Namun, animo sebagian masyarakat, termasuk komunitas Frisndstergenic (FS) dan Blogger (BG) ikut memeriahkan perayaan tersebut.

Tiupan terompen, teriakan ‘Ayo kita rayakan bersama, apa harapan kamu, ayo semangat’, hingga hilir-mudiknya kendaraan pribadi dan umum tak terelakan lagi di sekitar Jalan Pembangunan Garut.

Inilah potret lain dalam memaknaan Tahun Baru. Meski Garut merupakan kota kecil, bila di bandingkan dengan Bandung, Jakarta tapi dalam urusa yang satu ini tak mau ketinggalan. Asik bukan?

Konon, rekan-rekan yang hadir dalam acara ‘Kopdar Tahun Baru 2008’ diprakarsai oleh Bunda Okky pemilik Warnet P@W sebagai ajang silaturahmi antar Friendstergenic dan Blogger.

Adalah Bandung, Bekasi, Bogor, Jakarta dan Serang yang ikut meramaikan suasana pergantian tahun baru.

Tentunya, menghabiskan waktu selamam di Kota Intan pula jadi tumpuan mereka. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Warnet P@W, 01/01/08;00.03 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/31/2007 04:28:00 PM   0 comments
Suhuf (16)
Sunday, December 30, 2007
Laporan Akhir Tahun 2007; 'Kueratkan Keyakinan, Demi Tuhanku' (Bagian II)
Oleh Ibn Ghifarie

Di kala Sang Raja siang mulai merangkak menuju titik zenith. Tiba-tiba puluhan elemen ormas Islam berkumpul di samping Balai Desa Manis Lor. Dalam hitungan menit mereka membentuk barisan, dan berorasi.

Selang beberapa menit massa mulai merangsek masuk ke lingkungan Ahmadiyah dengan menerobos barikade Dalmas Polres Kuningan. Tak pelak aksi dorong-mendorong antara petugas dan massa pun tak bisa dihindari. Pasalnya, jumlah petugas tak sebanding. Tentu, ormas itu berhasil menerobos masuk.

Sudah pasti dapat diterkan apa yang terjadi, massa pun mulai beringas. Sebagian merangsek ke lokasi masjid dan lainnya menyisir pemukiman jamaat. Seakan-akan mesjid Al-Hidayah itu di kepung dari pelbagai penjuru.

Sontak saja, kelompok yang mengatasnamakan islam itu beringas bak menerka mangsa, tiba-tiba merusak dan membakar alat-alat masjid, seperti mimbar masjid, kubah masjid, dokumen-dokumen, kipas angin, serta memecahkan kaca-kaca jendela. Pengunjuk rasa lain pun mulai tiga rumah milik jamaat dengan tidak meras berdosa.

Pecahlah kesedihan. Betapa tidak masa dengan gagah sambil meneriakan takbir menghujam habis-habisan kaum Ahmadiyah. Barikade ibu-ibu pun tak berdaya lagi saat mereka mengfitamkan ras amarahnya.

Dari peristiwa naas itu, sedikitnya 3 orang jemaat Ahmadiyah terluka, 1 orang di antaranya mengalami luka tusukan. 2 masjid rusak berat. 8 rumah milik jemaat hancur, 4 di antaranya rusak berat.

Yang lebih mengerikan lagi, orang-orang yang mengaku Islam memperlakukan jemaat Ahmadiyah layaknya tentara musuh yang benar-benar mengancam.

Padahal, bahkan di dalam perang sekalipun, Islam mengajarkan etika tentang larangan menyerang rumah ibadah. Pasukan Islam bahkan tidak dibenarkan menyerang komunitas yang sama sekali tidak melakukan perlawanan. [www.islamlib.com dan www.kompas.com]

Catatan Kisruh Ahmadiyah
Masih segar dalam ingat ingatan kita, riakan kisruh ini berawal dari kemelut organisasi islam dengan Ahmadiyah. Paling tidak, dapat digambarkan sebagai berikut;

Pertama, 19 November 2007
Komponen Muslim Kabupaten Kuningan melayangkan surat penegasan yang isinya penegasan bahwa Ahmadiyah harus segera menanggalkan pengakuannya beragama Islam, menghentikan seluruh kegiatan sesuai isi/perintah SKB dan segera membongkar seluruh tempat ibadah.

Penegasan tersebut diberikan batas/tenggang waktu 15 hari terhitung diterimanya surat.
Apabila pada batas waktu yang telah ditentukan Ahmadiyah tidak melanjuti penegasan tersebut, berarti Ahmadiyah menantang perang terhadap umat Islam. Isi surat penegasan tersebut melampirkan beberapa tanda tangan tokoh-tokoh ormas Islam Kuningan, diantaranya dari Gerakan Anti Ahmadiyah (GERAH) Kuningan, Remaja Masjid Al-Huda (RUDAL), FUI Kabupaten Kuningan, FPI Kabupaten Kuningan serta beberapa Pondok Pesantren, Ulama/Kiai/Intelekt ual Muslim.

Kedua, 26 November 2007
Surat tembusan dari Komponen Muslim diterima oleh Jemaat Ahmadiyah, disusul Jemaat Ahmadiyah Manis Lor melayangkan surat kepada Bapak Kapolres 855 Kuningan agar mohon mendapatkan perlindungan Hukum dan Keamanan bagi jemaah Ahmadiyah Manis Lor.

Ketiga, 30 November 2007
Muspika, Camat, Danramil, dan Kapolsek, Kasi I Polres, Kepala KUA, serta ketua MUI berdialog dengan 10 Anggota Jemaat Ahmadiyah bertempat di Kecamatan Jalaksana.
Pertemuan ini didasarkan Surat tembusan dari Komponen Muslim Kuningan tanggal 19 November 2007, Surat Tembusan dari Jemaat Ahmadiyah cabang Manis Lor tanggal 26 November 2007 mengenai permintaan perlindungan hukum dan keamanan, serta menyampaikan data-data pendukung mengenai kronologis SKB I, II dan beberapa data penting lainnya seperti Surat Depdagri kepada Bupati Kuningan yang menyatakan bahwa SKB bukan produk hukum, Hasil Mukhtamar NU Tentang akan datangnya Nabi Isa a.s, serta data-data lainnya.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesimpulan: Pertama, Menyikapi rencana komponen Muslim tentang penyampaian surat tembusan kepada warga Jemaat Ahmadiyah. Kedua, Diusahakan pihak komponen Muslim untuk memperkecil volume tenaga penyebaran. Ketiga, Pelaksanaan Penyebaran di barengi oleh aparat pemerintah. Keempat, Pihak warga jemaat tidak bersedia memberikan tandatangan.

Keempat, 3 Desember 2007
Jemaat Ahmadiyah Manis Lor melayangkan surat jawaban penegasan terkait surat tertanggal 19 November 2007 dari Komponen Muslim Kabupaten Kuningan. Isinya terkait dengan 3 point penegasan oleh Kelompok Muslim kabupaten Kuningan, Jemaat Ahmadiyah menegaskan bahwa Ahmadiyah merupakan bagian dari Islam, dengan pegangan Al-Qur'an dan Hadits Nabi SAW, Ahmadiyah terdaftar secara hukum, serta penjelasan turunya SKB sesuai proses hukum, serta menyertakan sabda Nabi SAW mengenai pembangunan masjid/rumah ibadah. Surat ini diharapkan menjadi pertimbangan dan kajian untuk surat penegasan Kelompok Muslim Kabupaten Kuningan. [http://asia.groups.yahoo.com/group/jarik_indonesia/]

Selang satu hari, insiden pengrusakan tempat ibadah pula terjadi di daerah Tasikmalaya. Seolah-olah aksi penghancuran mesjid Ahmadiyah memberikan sinyalemen lain terhadap daerah lain untuk melakukan hal yang sama, bahkan lebih beringas lagi mereka melakukan penghakiman masanya. Ironis memang.

Kelima, 19 Desember 2007
Tasikmalaya- Tindakan anarkis menyikapi perbedaan keyakinan kembali dilakukan. Kali ini rumah ibadah jemaah Ahmadiyah di Kampung Sukajaya, Kecamatan Sukaraja, Tasikmalaya, Jawa Barat, yang dirusak massa, Rabu (19/12) petang. Akibatnya, kaca jendela dan genteng hancur berantakan.

Menurut warga sekitar, aksi ini dilakukan sekitar 30 orang, namun belum diketahui asal mereka. Polisi yang datang langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi. Hingga malam ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian tentang penyebab pengrusakan. Diduga tindakan ini disebabkan digunakannya kembali tempat tersebut setelah disegel sejak tiga bulan lalu. [liputan6,20/12/07]

Satu hal lagi, hanya berselang tiga hari. Aksi penertiban keyakinan terhadap Ahmadiyah terjadi. Kali ini menimpa daerah majalengka.

Keenam, 22 Desember 2007
Majalengka-Mesjid Al Istiqomah milik jemaah Ahmadiyah di Desa Cadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Sabtu (22/12) malam sekitar pukul 23.30 WIB dirusak sekelompok orang bercadar.

Akibat aksi itu seluruh kaca mesjid berlantai dua hancur berantakan dan sebagian genteng juga pecah diduga terkena lemparan batu, dinding triplek pembatas ruang kelas di lantai bawah juga dibakar, sementara seluruh rak buku porakporanda.

Namun, jemaah Ahmadyah yang mendengar keributan kemudian berdatangan sehingga kebakaran tidak meluas.

Menurut Iyong, salah satu warga setempat, pelaku perusakan itu diperkirakan berjumlah 50 orang dan melakukan penyerangan secara cepat atau sekira 10 menit dan melarikan diri ke kegelapan malam.

"Semua jemaah sedang tertidur dan tersentak ketika mendengar ada suara kaca pecah berantakan. Begitu kami datang, mereka sudah menghilang. Kami segera memadamkan api yang membakar dinding triplek," katanya Minggu.[www.antara.com]

Fatwa MUI Dalih Aksi
Maraknya aksi brutal terhadap kelompok yang dianggap ganjil itu tak bisa dilepaskan dari asal muasal kehadiran fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentang pengharaman sekaligus fatwa sesat kepada golongan pengikut Mirza Gulam Ahmad tersebut.

Demikian penuturan Ahmad Suaedi, Direktur The Wahid Institute, menjelaskan, “masyarakat seolah menunggu fatwa sesat MUI untuk melegitimasi aksi kekerasan mereka.”
Di akhir tahun 2007, MUI kembali mengeluarkan fatwa tentang 10 kriteria aliran sesat. 10 kriteria aliran sesat ini sontak mendapat reaksi dari banyak pihak. Monthly Report The Wahid Institute menyebut bahwa dengan mudah sekelompok orang akan dinyatakan sesat karena fatwa ini [Monthly Report on Religious Issues, edisi 4, November 2007 dan www.saidiman.wordpress.com]

Dengan dalih supaya tak meresahkan ketertiban masyarakat dan tak mencemarkan ajaran serta nama baik islam terlahirlah keputusan tersebut.

Tak baehenti sampai disini saja, kumpulan ulama itu menetapkan keriteria aliran sesat.
Adalah 10 kategori yang dinamakan golongan sesat diantarannya; Pertama, Mengingkari rukun iman dan rukun Islam. Kedua, Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah). Ketiga, Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran. Keempat, Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran. Kelima, Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir. Keenam, Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam. Ketujuh, Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul. Kedelapan, Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir. Kesembilan, Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah. Kesepuluh, Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar'i. [www.eramuslim.com]

Kendati menuai perbagai protes. Namun, tetap saja keukeuh peuteukeuh kumpulan pewaris nabi itu dalam pendiriannya. Ahmadiyah dianggap sesat. Jangankan di Indonesia, di negara Pakistan saja sudah dilarang.

Satu bukti lagi, soal keterlibatan petaka ini berawal dari fatwa, kita bisa menyimak perkataan Abdul Haris Umarella, yang biasa disebut Habib Abdurrahman Assegaf menyebut-nyebut fatwa MUI sebagai landasan moral mereka melakukan aksi kekerasan. [Antara, 01/11]

Ketidak berdayaan pemerintah dan aparat pemegak hukum dalam memberantas sekaligus mencebloskan ‘otak aksi’ itu menandakan lembeknya penguasa. Bahkan terkesan menutup-nutupi insiden tak beradab tersebut.

Meski ucapan pemimpin tak dapat diikuti lagi oleh masyarakat karena satu dan lain hal. Namun, sebagian besar jamaah Ahmadiyah tetep menajalnkan ibadahnya. Karena penghisaban segala perbuatan hanya Tuhan yang maha mengetahui.

Alih-alih meraih segala kesempatan tak ternilai harganya, mereka rela tercabik-cabik oleh kelompok tertentu demi mempererat keyakinanya guna menyongsong masa depan yang lebih baik. Semoga. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 29/12/07;23.26 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/30/2007 08:13:00 PM   1 comments
Suhuf (15)
Friday, December 28, 2007
Kampaye Sunan Gunung Djati; Komunitas Blogger UIN SGD Bandung
Oleh Ibn Ghifarie

Sunan Gunung Djati merupakan Komunitas Blogger Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung.

Kampanye ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus cinta para Blogging terhadap kampus. Tak lain guna mempererat tali silaturahmi seluruh Civitas Akademik UIN SGD Bandung baik yang tergabung dalam IKA (Ikatan Keluarga Alumni), HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan)/BEM (Badan Ekseukutif Mahasiswa), maupun UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).

Ikhtiar kemunculan kumpulan ini sudah lama memang. Ya hampir berbarengan dengan menjamurnya perhimpunan Blogger daerah lainnya pasca ‘Pesta Blogger 2007’. Sayang, niatan luhur itu harus terkubur rapat-rapat di dunia hayalan. Entah dimana memang?

Namun, saat kita mulai Kopdar (kopi darat) kemauan serupa pun menggeliat kembali. Betapa tidak, kelompok penggila cyber; Sukron dan Jajang--menginginkan kumpulan Blogger UIN SGD Bandung. Pasalnya, bila kita searching di google. Konon, banyak mahasiswa, Dosen, aktivis yang akrab dengan dunia ini. Kenapa kita tak coba wadahi dalam satu kumpulan?

Walhasil, saat pertemuan ‘Santai Senja’, kamis (26/12) komunitas ini mulai angkat bicara.

Rasanya amat angkuh bila tak mengucapkan terimakasih kepada Sukron, Jajang atas desakan untuk mewujudkan kumpulan ini dan Zarien atas atas pembuatan logo dan binder Sunan Gunung Djati. Meski masih alakadarnya

Bila rekan-rekan merasa Keluarga Besar UIN SG Bandung, silahkan ikut memasang link logo pita Sunan Gunung Djati di blog temen-temen, dengan cara meng-kopi paste script dibawah ini kehalaman blog template sahabat-sahabat:








Nah, ayo sebarkan virus Komunitas Blogger UIN SGD Bandung ini biar ga goblog he.he.he..[Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Komputer Ngeheng, 27/12/07;00.12 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/28/2007 06:57:00 PM   1 comments
Suhuf (14)
Monday, December 24, 2007
Sekali lagi, Alhamdulillah
Oleh Boelldzh

Sekali lagi, Alhamdulillah, bacaan hamdalah itu pun tanpa dikomandoi nongol juga dari bibirku. Setelah berjuang hampir sepekan penuh utak-atik wesite. Seakan-akan Catatan Harian Online (CHO) ini menjadi bagian hidupku yang tak bisa dipisahkan. Apalagi saat waktu senja datang dan malam tiba.

Teraimakasih Kang Agus Heri pengelola edittag, yang telah berbagi pengalaman soal Blognya. Juga rekan-rekan Blogger Garut; Tozie serta kuncen Forum Diskusi UIN SGD Bandung; Cak Agus dan Baba Icon atas canda tawanya. ‘Ayo terus posting di forum. Supaya rame lagi Diskusinya’.

Haturnuhun para pegiat Blogger mania. Semoga kebaikan semuanya di balas oleh Tuhan. Amien. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Komputer Ngeheng, 25/12/07;02.14 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/24/2007 02:46:00 PM   0 comments
Suhuf (13)
Laporan Akhir Tahun 2007 Tentang Perilaku ‘Penertiban Keyakinan’ (Bagian 1)
Oleh Ibn Ghifarie

Apapun alasannya mengumpat, mencaci-maki, menghancurkan tempat ibadah tertentu, hingga menghilangkan nyawa orang lain, tak termasuk dalam kategori perbuatan baik. Diridhoi oleh Tuhan apalagi, jelas tidak.

Terlebih lagi, hanya karena beda pemahaman dalam menafsirkan sumber umat Islam (al-Quran dan hadis). Rasanya tak pantas bila kita menyelesaikan persoalan beda pendapat dengan budaya preman. Mengerikan sekali.

Kedengaranya perbuatal lalim itu tak mugkin terjadi, tapi kuatnya arus modernitas dan lemahnya keimanan acapkali perlakuan tak terpuji itu menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dalam menuntaskan persoalan yang dihadapi.

Di tengah-tengah keterpurukan umat Islam dan krirsis kepemimpinan, masih banyak kelompok tertentu melakukan perbuatak senonoh dalam menyelesaikan persoalan dengan jalan pintas. Adalah budaya baku hantam menjadi jurus pamungkas guna menumpas semua golongan yang berbeda.

Sekedar Catatan Kecil dan Terlupakan di Tubuh Islam
Pertama, Hery dan Ahyari; Islam Sejati Menuai Badai
Adalah aliran Islam Sejati, di Desa Nyompok, Kecamatan Kopo, Serang Banten. Konon, kemunculan pemahaman ini dianggap meresahkan masyarakat, hingga menafikan Tuhan. Pasalnya, mereka mengajarkan pemahaman di antaranya; Pertama, shalat menghadap 4 arah mata angin, yakni utara, barat, timur dan selatan.

Salah satu alasannya karena perbuatan ini dikenal sebagai shalat mencari rezeki. Kedua, shalatnya dilakukan 3 waktu (3 kali) dalam sehari. Ketiga, Keyakinan bahwa bulan 6 (Juni) 2007 akan terjadi kiamat. Tidak diketahui secara pasti tanggal terjadinya. [Tim Derap hukum SCTV]

Kedua, Agus Yulianto.; Pondok Alif
Kali ini, peristiwa naas itu terjadi pada kelompok pengajian alif di Blok D Vila Siberi Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Alih-alih menyebarkan risalah yang dapat meresahkan masyarakat luas sekaligus menjerumus kepada kegiatan teroris.
Setahun setelah musala berdiri munculah kelompok Alif di bawah pimpinan ustad Agus Yulianto. Mereka menggelar pengajian setiap Ahad. Selama itu kegiatan golongan Alif tak pernah menuai masalah. Belakangan barulah sebagian warga merasa terganggu dengan kegiatan ini. `Kalau shalat tidak pakai doa qunut, Yasinan dan tahlilan apalagi` ungkap Darmaji, warga.

Ketidak hadiran qunut dalam sholat atau tradisi Yasinan dan tahlilan mendorong warga untuk melarang kelompok Alif menjalankan kegiatan di musala Baitussalam. Memagarai tajug pula menjadi jalan pamungkas supaya pengikut alif berhenti memanfaatkan Baitussalam. [Suara Medeka, 24/06/07]

Ketiga, Wahidiyah
Seratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi salah satu rumah yang dianggap sebagai pusat pertemuan kelompok Wahidiyah di Kampung Keretek, Mangkubumi, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (11/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Kepada warga setempat, FPI menyatakan akan membersihkan daerah itu karena Wahidiyah dinilah telah merusak kesucian Islam.

Di rumah tersebut, FPI tidak menemukan anggota Wahidiyah. Anggota FPI kemudian mencabut spanduk berlambang Wahidiyah dan membakarnya. Aksi pembakaran ini didiamkan oleh polisi yang berjaga di rumah itu. Usai aksi pembakaran, anggota FPI melempari rumah itu dengan batu serta telur busuk. Melihat itu, polisi pun segera menghentikan dan kelompok FPI segera membubarkan diri.

Untuk diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan Wahidiyah sebagai aliran sesat. Salah satu alasannya, karena pimpinan Wahidiyah bisa menentukan keimanan seseorang.[liputan6, 12/09/07]

Keempat, Ahmad Mushaddeq; Al Qiyadah Al Islamiyah
Majelis Ulama Indonesia Pusat menegaskan ajaran Al-Qiyadah yang dianut oleh sebagian warga Padang, Sumatra Barat, menyimpang dari ajaran Islam. Namun demikian, MUI tidak membenarkan tindakan anarkis terhadap para pengikut ajaran itu.

"Aliran ini [Al-Qiyadah] sesat, pada masyarakat saya memberikan imbauan supaya tidak bertindak sendiri," ucap kata Ketua MUI Pusat Ma'ruf Amin di Jakarta, Kamis (4/10). Pernyataan Ma'ruf Amin ini hanya penegasan dari fatwa MUI Sumbar yang dilansir September silam.

Sementara warga menilai Al-Qiyadah menyimpang karena mengajarkan salat hanya sekali sehari dan Nabi Muhammad bukan rasul terakhir. Warga pun marah dan mengusir pemimpin serta pengikut ajaran Al-Qiyadah [baca: Ricuh, Demonstrasi Menuntut Pembubaran Aliran Sesat].

Hingga kini polisi memeriksa pemimpin Al-Qiyadah Dedi Supriyadi dan 12 pengikutnya. Apabila terbukti bersalah, maka akan dijerat pasal tentang penodaan agama dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. [baca: Pemimpin dan Pengikut Al-Qiyadah Diperiksa Polisi].[ Tim Liputan 6 SCTV]

Kelima, Al-Quran Suci
Aliran Alquran Suci memiliki modus sama dengan NII, yang diduga kuat buatan pemerintah. Aliran ini juga merupakan bagian dari rekayasa intelijen dan merupakan bagian dari kegiatan pemerintah yang legal, untuk mencapai tujuan-tujuan politik mereka.

“Aliran-aliran sesat ini termasuk Alquran Suci merupakan rekayasa intelijen, mungkin bisa dikonfirmasi ke pejabat intelijen. Pemerintah sengaja membentuk ini untuk memecah nasionalisme Indonesia dan mengambil jalur Islam,” ujar Dosen Universitas Malikul Saleh, Lhoksemauwe, Al Chaidar yang juga mantan pengikut aliran Negara Islam Indonesia (NII) pada okezone, Sabtu (6/10/07).

Menurutnya, ajaran aliran baru Alquran Suci ini mirip sekali dengan NII yang tidak mengakui adanya hadist hingga sunah-sunah rasul. Selain itu, kedua aliran itu sama-sama mewajibkan infak sebagai kewajiban utama.

“Bagi mereka salat bukanlah kewajiban, puasa belum saatnya, haji belum saatnya yang ada kewajiban syahadat saja,” jelasnya lagi.

Bagi Al Chaidar percuma jika sang korban melaporkan hal ini pada pihak kepolisian untuk menanganinya. Sebab, lembaga penegak hukum justru telah melakukan kongkalikong agar jaringan yang telah tertata apik ini tidak terbongkar.

“Percuma lapor polisi tidak akan selesai masalahnya. Para korban cuma bisa disadarkan dengan rasionalistis. Mereka harus disadarkan oleh orang-orang yang pernah juga ikut dalam aliran itu. Para korban harus berani menggertak,” katanya.

Ia juga mengatakan kebanyakan dana nonbudgeter pada pemerintah diperoleh dari hasil pemasukan infak para korban, yang diwajibkan memberikan setoran sebesar Rp.3 juta/orang tiap bulannya.

“Kebanyakan uang itu masuk sebagai dana nonbudgeter yang digunakan oleh oknum untuk menjalankan program-program pemerintah itu. Jadi, ini memang suatu program yang sengaja dibentuk pemerintah” tandasnya lagi. [Tempo, 07/10/07]

Keenam, Mirja Gulam Ahmad; Ahmadiyyah
Tasikmalaya--Tindakan anarkis menyikapi perbedaan keyakinan kembali dilakukan. Kali ini rumah ibadah jemaah Ahmadiyah di Kampung Sukajaya, Kecamatan Sukaraja, Tasikmalaya, Jawa Barat, yang dirusak massa, Rabu (19/12) petang. Akibatnya, kaca jendela dan genteng hancur berantakan.

Menurut warga sekitar, aksi ini dilakukan sekitar 30 orang, namun belum diketahui asal mereka. Polisi yang datang langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi. Hingga malam ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian tentang penyebab pengrusakan. Diduga tindakan ini disebabkan digunakannya kembali tempat tersebut setelah disegel sejak tiga bulan lalu. [liputan6,20/12/07]

Kuningan-- Pondok Pesantren Miftahul Huda di Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (13/12), dibakar warga. Warga melakukan itu karena menduga pimpinan pondok pesantren telah menyebarkan aliran sesat kepada para santrinya.

Menurut warga, ketika terjadi penyerangan dan pembakaran seluruh santri dan pimpinan pondok pesantren telah melarikan diri. Mereka telah mengetahui akan adanya penyerangan. Saat ini Majelis Ulama Indonesia Banten belum mengeluarkan fatwa larangan terhadap Pondok Pesantren Miftahul Huda yang dibakar tersebut [Metro, 14/14/07]

Pedoman Penetapan Satu Aliran Sesat Versi MUI
Maraknya aksi 'penertiban' keyakinan oleh sebagian golongan mayoritas terhadap minoritas. Sudah tentu 'mengamini' adagium homo homoni lupus . Siapa yang kuat dia pasti berkuasa.

Terlebih lagi, saat para ulama `bermain mafa` dengan para penguasa. Niscaya keragaman menjadi sesuatu yang mustahil ada. Apalagi dengan adanya pedoman penetapan satu aliran sesat.

Tentunya hasil Rapat Kerja Nasional 2007 Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini salah satunya menjadi rekomendasi pihak aparat keamanan untuk menindak kelompok aliran sesat.
Zainut Tauhid Saadi, Sekretaris MUI Pusat menuturkan pedoman itu di antaranya berisi pengertian aliran sesat. Menurut MUI, pengertian aliran sesat adalah kelompok yang menganut dan mengamalkan faham atau pemikiran yang bertentangan dengan aqidah dan syariat Islam. Artinya, sebuah kelompok dinyatakan aliran sesat jika menyimpang berdasarkan dalil Syar`i.
Selain itu, juga disebutkan 10 kriteria sesat. Satu faham dinyatakan sesat apabila memenuhi salah satu dari 10 kriteria ini, di antaranya menyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan dalil Syar`i. Selain itu mereka mengingkari salah satu dari Rukun Iman dan Rukun Islam.

MUI menegaskan, penetapan pedoman ini pendapat pribadi perorangan, namun merujuk pada Al-Quran dan hadist Nabi. Rakernas

MUI juga mengeluarkan 14 rekomendasi ekstern. Pedoman ini berisi seruan kepada pemerintah untuk mengoptimalkan fungsi kontrol dan antisipasi terhadap kecenderungan gerakan yang memperkeruh kehidupan beragama, seperti aliran Al Qiyadah Al Ilsmiyah dan lainnya.[Merto TV, 06/11/0]

Tertutupnya Ruang Dialog dan Saling Menghargai
Mencermati perseteruan antara kelompok dalam islam itu, membuat kita mengerutkan kening. Pasalnya, sulut untuk mengurai benang kusut tersebut.

Adalah tertutupnya kebiasaan berdialog manakala iningmenyelesaikan pesoalan. Perbedaan pendapat pun menjadi jurang pemisah sekaligus penyulit konfil.

Kendati mereka tidak meninggal. Namun, kerusakan fisif dan fisikis tak terelakn lagi. Lebih parahnya lagi, hamper kemunculan ‘aliran ganjil’ setiap para pengikutnya ingin kembali ke ajaran sebelumnya selalu mendapatkan bimbingan lebih dari pemuka agama setempat. Termasuk MUI menjadi juru selamat atas perbuatan ganjil ini. Hingga memberikan pengajaran dua kalimat syahadat lagi kepada mereka supaya bersyahadat lagi. Karena mereka telah dianggap menyimpang dan keluar dari Islam. Ironis memeng.

Padahal Rasulullah sangat mengecam perbuatan itu, dengan mengeluarkan sabdanya, “Mencaci maki orang muslim itu kufur, sedangkan membunuhnya juga kafir.” (H R Bukhari-Muslim).

Kalau begitu, apalah artinya petuah Rasulullah mengenai perbedaan sebagai rahmat. Jelas hal ini belum membuahkan hasil yang memuaskan hati kita. Sebab kita masih berkeyakinan bahwa dengan keseragaman (monolitik) kita bisa mengentaskan segala permasalahan yang kita hadapi dengan dalih mudah dikendalikan dan teratur.

Sejatinya kehadiran pewaris nabi harus menjadi perekat sekaligus memperkuat temali silaturahmi antar golongan dalam umat Islam, bukan memperburuk kondisi masyarakat.

Hal ini tak lain guna membangun rasa penghargaan satu sama lain dalam bertukar fikiran. Dengan munculnya Fatwa MUI itu tak ada jaminan akan memperbaiki ukhuwah di antara kedua aliran tersebut. Malahan akan menyulitkan persoalan akut itu. Hingga terjadilah budaya saling bunuh-membunuh.

Dengan demikian, mari kita sama-sama belajar menghargai perbedaan pendapat, baik dalam kelompok maupun di luar golongannya.

Jika perbuatan beradab itu tak menjadi bagian keseharian kita maka tunggulah perpecahan di umat Muhammad ini. Dus, kaum iman minoritas pun menjadi satu kelompok yang terpingirkan lagi.

inilah potret buram ‘penertiban keyakinan’ oleh kelompok tertentu. Segala persoalan apapun selalu diakhiri ngengan pengrusakan tempat ibadah, komplek aliran ganjil itu. Semoga dengan adanya pergantian tahun ini, berahir pula kekerasan atas nama agama tersebut. ‘Selamat menyambut tahun 2008 sebagai tahun kebebasan beragama’.

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 21/12/07;15.36 Wib

*Pembelajar Studi Agama-Agama Fakultas Filsafat dan Teologi UIN GD Bandung dan Koord Post LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) Bandung.

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/24/2007 01:50:00 PM   1 comments
Suhuf (12)
Ibu; Universitas Pertama
Oleh Ibn Ghifarie

Kendati Hari Ibu telah berlalu. Namun, sebagian masyarakat masih menyimpan segudang makna dan kesan terhadapnya. Pasalnya ibu merupakan Universitas pertama dalam mendidik anak.

Nah, berkenaan dengan hadirnya perayaan Kaum Hawa. Adakah makna lain saat datang Hari Perempuan?

’Hari Ibu harus menjadikan kita lebih baik lagi buat Ibnu kita. Berterimakasih buat Ibu kita’, kata Marlia Mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bogor)

Walaupun ga harus mengucapkan di hari ibu saja. Benerkan? tegasnya.

‘Hari Ibu mengingatak kita pada perjuangan sosok perempaun saat melahirkan kita. Antara hidup dan mati’, papar Gani mahasiswa Pertanian Fakultas Sain dan Tehnologi UIN SGD Bandung

‘Makanya saat hadir Hari Ibu sudah selayaknya kita membahagiakan mereka. Apalagi surga berada di telapak kakinya’, jelasnya.

Menanggapi Kaum Hawa merupakan Universitas pertama dalam mendidik anak. Leni mahasiswa Ahwalu Assyahsiyah UIN Sunana Kali Jaga angkat bicara ‘Saja setuju sekali. Karena ibu adalah tempat belajar pertama’,

Selain itu, keberadaan Bunda sangat besar derajatnya. Hingga Allah meningikan mereka dengan posisi Surga di bawah telapak kakainya, tambahnya.

Sejatinya moment ini kita jadikan kita sebagai tempat introsfeksi. Tanpa itu semua kita akan lebih angkuh. Selamat Hari Ibu,’ harapanya.

Cag Rampes, Pokok Seker Kere, 22/12/07; 02.25 dan 21/12/07; 02.02 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/24/2007 10:05:00 AM   0 comments
Suhuf (11)
Friday, December 21, 2007
HARI IBU: Saatnya Perempuan Angkat Pena
Oleh Ibn Ghifarie

APA YANG ANDA LAKUKAN MANAKALA HARI IBU ITU TIBA?

Aksikah, demokah, turun ke jalan sambil meneriakkan yel-yel ataukah diam seribu bahasa. Bila pertanyan itu dialamatkan padaku, maka aku tidak akan menjawabnya. Tapi akan bercerita perempuan. Pasalnya momen ini merupakan hari bersejarah bagi kaum hawa. Mereka berusaha ingin hidup lebih baik dalam bingkai kesetaraan dan keadilan. Meskipun dalam mewujudkan cita-cita itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi memerlukan keuletan, ketabahan dan kesabaran.

Tengok saja, tindakan kriminalitas tentang kekerasan semakin marak di negeri beradab ini. Seperti pelecehan di rumah tangga, baik kekerasan anak terhadap orang tuanya, maupun sebaliknya. Bahkan yang lebih ironis lagi perbuatan keji itu dilakukan oleh ibu terhadap anaknya.

Kedengaranya aneh memang, seorang ummi yang notabene mempunyai hasrat naluri keibuan, lemah lembut, gemulai, sopan dan penyayang, tega-teganya melakukan tindakan kekerasan fisik ataupun fisikis terhadap buah hatinya.

Ambil contoh, Januari yang lalu di daerah Gunung Kidul, Jogjakarta dikejutkan oleh seorang Ibu bernama Ruhiem dan ketiga anaknya melakukan pembunuhan dengan cara mencampur racun tikus pada nasinya. Usut punya usut ternyata mereka sudah beberapa hari tidak makan. Menemukan lauk pauk apalagi. Tiba-tiba perempun setengah baya itu kilap dan pada akhirnya melakukan bunuh diri masal. Walaupun, keluarga tersebut tidak mati, karena dapat ditolong oleh tetangganya (Pikiran Rakyat, 31/01).

Peristiwa serupa pun terajdi di Cirebon dan Tanggerang. Pembakaran anak oleh Ibunya sendiri. Pasalnya perempuan kepala tiga itu, tidak tahan lagi dengan kebiasaan suaminya selalu mabuk-mabukan dan jarang memberikan nafkah hampir satu tahun. Sekoyong-koyong, entah kerasukan setan apa wanita itu, nekad melakukan perbuatan ngeri tersebut (Radar, 19/01).

Ironisnya, di tengah-tengah arus informasi mudah didapat dan menjamurnya gerakan feminis, perbuatan senada pun terjadi, bahkan lebih perih lagi. Seperti yang dialami oleh Siti Nur Azilah di Surabya belakangan ini. Lisa, sapaan akrabnya mendapatkan perilaku tidak wajar dari suaminya. Ia disiram air raksa ke wajahnya. Sampai-sampai Lisa harus melakukan operasi face off di Rumah Sakit (RS) DR Soetomo Surabaya. Lagi-lagi kemiskinan lebih akrab dengan perempuan akibat marzinalisasi.


Dominasi Tafsir Patriarkhi
Menilik persoalan tersebut, membuat kita mengerutkan kepala bila mencari jawaban. Apa yang melatarbelakangi modus tersebut? Tentu saja, perlakuan ganjil itu diakibatkan penafsiran ayat-ayat Tuhan yang kaku dan rigid. Seperti yang diutarakan oleh Rifat Hasan, bias tafsir itu terjadi mana kala; pertama, Penciptaan Hawa dari tulang rusuk adam. Kedua, Perempuan bertanggung jawab atas turunnya Adam dari surga. Ketiga, Tujuan diciptakanya Mojang untuk Jajaka.

Selain itu, kuatnya pengaruh ulama dalam menafsirkan ayat-ayat yang berpihak pada laik-laki. Semisal, Arijalu Qowwamuna Ala annisa (Anissa:34); laki-laki menjadi pemimpin di antara perempuan. Bermula dari pemaknaan itu, pada akhirnya kaum Hawa dinilai sebagai pelengkap bagi kaum Adam semata. Ditambah lagi, posisi pemuka agama lebih tinggi dari kedudukan presiden. Pendek kata, ulama sebagai pewaris utama para nabi.

Menanggapi kemalut yang akut dan pelik itu, Fazlu Rahman mengartikan surat Anissa:34 itu mesti dimaknai berkisar pada fungsional, bukan pada perbedan hakiki. Artinya bila perempun memiliki kemampuan dan kemaun dalam mengemban amanah itu, maka berikanlah, tegasnya.

Senada dengan Rahman, Aminah Wadud mengomentari permasalahan tersebut. Bagi Wanita kontroversi itu, selama yang bersangkutan tidak bertentangan dengan al-qur’an sah-sah saja. Apalagi bila kita melihatnya secara fungsional, tutur pakar studi agama-agama itu.

Lebih lanjut, Guru Besar asal Maroko itu, menegaskan penafsiran itu tidak dimaksudkan superioritas hanya melekat pada kaum Adam secara otomatis, sebab itu terjadi secara fungsinal semata. Selama perempuan mempunyai kemampuan dan kualitas, berilah kesempatan, katanya.

Akibat dari pemahaman dan mendarah daging di masyarakat. Kaum Nisa tidak boleh menjadi pemimpin dan hakim. Karena dianggap irasional, emosional dan tidak bisa menentukan keputusan. Hingga terdapat satu stereoty; kaum Adam membuat keputusan. Sementara kaum Hawa membuat kopi. Ujung-ujungnya kaum Banat mesti berkutat pada ranah kasur, sumur dan dapur.

Tak berhenti sampai di sini saja, kaum Hawa pun tidak boleh mendapatkan pendidikan yang tinggi. Seperti yang dilansir oleh Jurnal Perempuan (JP No 23, 2003) terhitung dari tahun 1980-1990 angka perempuan masuk ke lembaga pendidikan lebih kecil bila dibandingkan dengan laki-laki. Di tingkat SMA; 41,45%:58,57% dan diperguruan tinggi 33,60%:66,40%. Padahal mengeyam bangku sekolah investasi jangka panjang bagi masa depan nasib mojang kelak. Menjadi pentolan di panggung politik apalagi. Proses subordinat acap kali menimpa kaum banat. Seolah-olah perempuan tidak boleh berdikari di ruang publik, tapi domestik.


Maka Ambilah Pena
Mencermati kemiskinan wanoja, buah dari domestifikasi dan pembagian peran menurut jenis kelamin adalah pemandangan akrab bagi kita. Tidak ada cara lain selain bangkit dan angkat pena. Pasalnya, kuatnya ideologi patriarki dalam bingkai penafsiran. Mesti ada penafsiran berbasis feminis, yang ramah dan menyapa perbedaan. Coba tengok, adakah mufasir sekaligus pemikir perempuan? Kalaupun ada itu masih bisa dihitung dengan jari. Untuk bangsa Indonesia masih kecil bila dibandingkan dengan laki-laki. Paling tidak terdapat sederetan tokoh; Musdah Mulya, Ratna Mega Wangi, Gadis Arivia, Zakiyyah Darajat, Hopipah Indah Pawangsa, Dee dan Ayu Utami dll. Apalagi pada tataran Kampus UIN SGD Bandung. Seberapa banyak organisasi perempuan? Seberapa banyak pergelaran lomba karya tulis digelar? Berapa banyak penulis dari kalangan kaum hawa?

Dengan demikian, mengangkat pena menjadi penting, bahkan sangat erat kaitannya dengan peradaban. Sejumlah orang besar seperti Carlyle, Kant, Mina Bean, Hanna, Aminah Wadud, Rifat Hasan sangat percya dan meyakini penemuan tulisan benar-benar telah membentuk pearadaban.

Sangatlah wajar bila Fatima Mernisi dengan lantang menyuarakan kaum Nisa untuk menulis. Karena penafsir jumplang harus dilawan dengan penafsir lagi. Bahkan bagi penulis Teras Terlarang itu, goresan pena merupakan obat mujarab awet muda. Apalagi kebiasaan itu di lakukan setiap hari. Terutama setelah Sholat Subuh, tuturnya Lantas mesti mulai dari mana?

Tulislah apa yang dilihat, dialami, diraskan dan dipikirkan dalam bentuk coretan. Seperti yang diungkapkan oleh JK Rowling “mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri. Itulah yang saya rasakan,” ungkap penulis Hery Pother itu.

Tentu saja, hampir semua orang agaknya pernah melakukan curat-coret. Entah menarikan pena di atas tumpukan; pesan, memo, dan buku harian. Jadi ada pelbagai ragam cara menuangkan ide atau gagasan. Jika kita masih kesulitan memulai membikin apa tulisan yang bersifat luas dan dalam, maka kita bisa memulai latihan dengan cara membuat coretan yang ringan dan sederhana. Misalnya dimulai dengan membikin surat pembaca dan diary. Semisal yang pernah dilakukan oleh Soe Ho Gie lewat Catatan Seorang Demonstran dan Ahmad Wahib melalui Catatan Harian (Pergolakan Pemikir Islam).Pendek kata, mengangkat pena menjadi satu keharusan bagi kaum pelajar. Sebab tanpa itu semua harkat martabat kita akan dianggap rendah, bahkan lebih buruk dari binatang.

Untuk itu, sangatlah wajar apabila dalam dunia Antropolog (Belb, 1926;221-22) dan (Taringan, 1983;11) dikenal satu pameo; sebagaimana bahasa membedakan manusia dengan binatang. Begitu pula tulisan membedakan manusia beradab dari manusia biadab (as languange distinguish hes man from animal, so wraiting dis tinguister civilizen ma from barbarian). Thus, lengkingan pena hanya terdapat dalam peradaban.

Dalam ungkapan lain, buku adalah pengusung peradaban, tanpa buku sejarah menjadi sunyi, sastra bisu, ilmu pengetahuan lumpuh serta pikiran dan spekulasi mandek, begitulah Barbara Tuchmat berujar.

Lagi-lagi upaya merangkai kata dalam bingkai tulis. Terlebih dahulu simpan rasa ketakutan-ketakutan. Namun, “tulislah” ungkap Pramoedya Ananta Toer. “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” tutur Pria mantan Lekra itu.

Dengan demikian, mudah-mudahan dengan diperingatinya Hari Kartini ini, kita dapat melanjutkan perjuangannya. Sampai-sampai RA Kartini menggoreskan pena kepada karibnya “Bila perempuan bisa membeli kebebasannya, mereka harus membayar sangat mahal. Mereka akan menghadapi kenestapaan.”; “Pergilah., bekerjalah untuk mewujudkan cita-citamu”; Suatu hari perempuan asal Jepara itu, menulis surat buat Ny. RM Abendono-Mandiri (12 Oktober 1902)

“Orang dapat merampas banyak dari kami, ya semuanya, tapi jangan pena saya! Ini tetap milik saya dan saya akan berlatih dengan rajin menggunakan senjata itu. Janganlah kami terlalu diusik, sebab kesabaran yang sesabar-sabarnya. Akhirnya juga akan habis juga. Oleh karena itu, kami akan menggunakan senjata itu. Walaupun kami sendiri akan terluka kerenanya. Aduhai! Tuhan, berilah kami kekuatan, kekuatan dan bantulah kami! Maafkan saya, cintailah anak-anakmu yang berkulit coklat ini.” Sudah siapkah kaum Banat merdeka? [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 19/12/07;12.13 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/21/2007 10:57:00 AM   1 comments
Suhuf (10)
Thursday, December 20, 2007
Alhamdulillah
Oleh Boelldzh

Alhamdulillah, kata itu pun tanpa disadari sempat keluar juga dari bibirku. Setelah berjuang hampir seminggu penuh oprak-oprek Blog. Seolah-olah Catatan Harian Online ini menjadi teman akrab melepas rindu sekaligus mengisi waktu-waktu senja dan malam.

Tak lain guna menampilkan seluruh tulisan. Pasalnya, setiap posting buah pena tak pernah muncul. Kecuali tersimpan di dalam tumpukan tulisan blogspot saja.

Teraimakasih Mang Otang, yang telah berbagi pengalaman soal Blognya. Juga rekan-rekan Blogger Garut; Arai serta kuncen Forum Diskusi UIN SGD Bandung; Cak Agus dan Baba Icon atas canda tawanya. ‘Ayo jangan menyerah. Masa karena soal kecil tak menulis’.

walhasil, selesai sudah satu pekerjaan. Kendati belum belum sempurna. Maka wajar bila kami menyebutnya Blog Alakadarisme. Pasalnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata. Kita hanya wajib berusaha dalam melakukan perbuatan ke arah yang lebih baik tersebut. Tentunya, sesuai dengan kemampuan kita. Amien.

Cag Rampes, Pojok Komputer Ngeheng, 20/12/07;22.34 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/20/2007 02:56:00 PM   0 comments
Suhuf (9)
Kata Mereka; Selamat Hari Anti-Binatangisme !!!
Oleh Ibn Ghifarie

Hari Idul Adha tiba, sebain umat islam yang mampu dan memiiki harta cukup diwajibkan berkurban. Adakah makna lain saat datang Hari Rayaguung?

Idul Adha membeningkan jati diri, membunuh kepentingan hewani, hanya satu tujuan, menggapai semangat ilahiyyah, kata Sukron Abdillah, penulis Kompas Jawa Barat.


Di Altar suci penggalah egomu. Bagai Ibrahim As. Jadilah penyaksi, karena penyaksi tak pernag mati. Di dunia penuh nista. Sebarkanlah cinta. Allah Akbar Walilla Ilham, Sabara, Kordinator JarIK (Jaringan Islam Kampus) Makasar.

Kehadiran kurban tak hanya berkurban Domda atau Sapi semata, tapi yang lebih baik mengurbankan sikaf kehewanan yang melekat pada kita dan memperjuangkan kaum mustad’afin. Itulah makna Idul Adha, Dian Aktivis Pergerakan Bandung.

Koreksi diri plus transformasi social. Seban ngoreksi kualitas diri saumur hirup, transformasi sosial, misalna kamiskinan jeung kritik ka pamarentah jeung sajabana. Selamat Hari Anti-Binatangisme !!! Badru Tamam Mifka, Pegiat Kelompok Belajar Biasa (KBB) Bandung.

Cag Rampes, Pokok Seker Kere, 20/12/07; 00.04 dan 21/12/07; 02.02 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/20/2007 02:53:00 PM   0 comments
Suhuf (8)
Maraknya Aliran Sesat; Rekayasa Intelejen
Oleh Ibn Ghifarie

Maraknya aksi penertiban keyakinan oleh sebagiam masyarakat tententu membuat berang beberapa kelompok kajian yang konsen terhadapt isu-isu Kebebasan Beragama, Pluralisme, Sekulerisme, Liberalisme, Demokrasi dan HAM (Hak Asasi Manuasi).

Betapa tidak, semua agama mengajarkan kebaikan. Bila terjadi perbedaan pendapat, maka bermusyawarahlah. Bukan sebaliknya. Berbuat nista. Pengrusakan tempat ibadah apalagi. Mengarika nmemang.

Kuatnya gelombang aksi anarkis, hingga menghilangkan nyawa orang. Yang menimpa Jemaat Ahmadiyah di Kuningan. ‘Ini sudah kelewatan. Masa umat islam berbuat dzalim’, kata Bambang aktivis JarIK (Jaringan Islam Kampus) Bandung.

Kendati sudah dianggap sesat oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) tahun 1980-an. ‘Ya tetap saja. Ada perbedaan antara Ahmadiyah dulu dan sekarang’, jelasnya.

Selain itu, mereka tak pernah berdialog dengan Ahmadiyyah. Pokoknya hanya mengandalkan fatwa dulu. ‘Bukankah keluarnya fatwa itu sarat dengan kepentingan’, tegasnya.

Lain lagi dengan Ifa Fahwiawari, Ibu (23 tahun) menjelaskan ‘Persoalan aqidah atau keyakinan hati seseorang dan bersifat personal. Jadi penyelesaian masalah pun seharusnya dengan hati, bukan dengan kekerasan dan merusak fisiknya,’
Semua sepakat tindakan kekerasan atau pebuatan yang melanggar HAM (Hak Asasi Manusi). Apalah artinya semua itu, tanpa ada pelurusan ajaran yang sesuai, ucapnya

Selain itu, aparatur pemerintah kurang cekatan menanggapi persoalan ini, sehingga masa bertindak dulu dengan anarkis, tanpa ada sanksi yang jelas.

Kalau seperti itu rusaklah islam di mata Dunia, karena mau tidak mau adalah perdebatan antar umat islam. Kita harus sadar bahwa ada yang untung dari semua ini, jelasnya.

Ahmad, aktivis mesjid berpendapat ‘Banyaknya aliran sesat ini adanya rekayasa dari intelejen. Coba kalau tidak, seharusnya aparatur pemerintah dan polisi seharus cepat tangga dan menyelesaikan persoalan ini. Bukan malah berlarut-larut.

Satu hal lagi, tak diberikan sanksi yang tegas terhadap para pemimpin aliran sesat itu, supaya umat islam dan agama lainya membenci model pemerintahan gaya islam. Yang dikenal dengan sebutan Negara Islam Indonesia, cetusnya.

Cag Rampes, Pokok Seker Kere, 19/12/07; 20.28 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/20/2007 02:49:00 PM   0 comments
Suhuf (7)
Wilujeng Raya Gung
Oleh Ibn Ghifarie

Sampurasun...!!
Dulur Salembur, Baraya Sabloger Garut...!!
Allahu Akbar..Allahu Akbar...Allahu Akbar ....!!
Wa Lila Ilham….!!

Simkuring saparakanca neda jembar pidu'a:
Wilujeng Raya Gung
1o Dzulhijjah 1428 H

Mugia urang aya dina tanggayungan Gusti Agung Anu Mangeranan Sadaya Alam. Atuh ku ayana poe anu Agem ieu mugia tiasa micien sifah binatang anu aya dina diri urang.

Lain eta oge bangsa teu riweuh kunu hal-hal alit; netepkeun Idul Adha anu sempet ngancam kasatuan nagara Indonesia. Amien

Cah Ah Baraya
Rampes

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 17/12/07; 23.34 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/20/2007 02:47:00 PM   0 comments
Suhuf (6)
Tanggalkan Sikap Kecurigaan Itu
Oleh Ibn Ghifarie

Kehadiran film Rohani tanpa iklan berjudul ‘Sebuah Penantian’ di Stasiun Televisi RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia), Sabtu (15/12) pukul 16.30 menuai kontroversi khusussnya di kalangan muslim.

Pasalnya, film berbau religius ini dapat menimbulkan perpindahan agama. Betapa tidak, tontonan itu sarat dengan nuansa Kristiani, demikian kata Ibu satu orang anak.

Ya, bukan apa-apa. Dulu pernah terjadi di India. Setelah ngeliat film itu satu keluarga masuk Kristen, jelasnya.

Berbeda lagi dengan Riki, mahasiswa KPI (Komunikasi Penyiaran Islam) UIN SGD Bandung menanggapinya ‘bagi saya film itu memberikan pesan yang amat baik. Solanya mengajarkan pada kebaikan, terutama bagaimana cara menghrmati Orang Tuanya, tegasnya.

Meski sang Ayah takm pernah memberikan nafkah beberapa tahun. Inilah pesan yang harus kita ambil, ujarnya.

Bukan malah saling mencurigai. ‘Ini lho film pengkristenisasian. Sudahlah perasangka itu kita simpan dulu. Karena belum tentu tujuan pemutaran film itu untuk menggaet umat non Kristen’

Satu hal lagi, sikap kehawatiran itu belum terjadi, tegasnya.

Senada dengan Riki, Pomi aktivis Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) ikut nimbrung ‘Sudahlah jangan terlalu curiga sama agama lain itu, kalau perlu ikuti jejak dan metode mereka dalam mengajarkan agama, katanya.

Bukan malah saling mencurigai. Pada akhirnya umat islam tak akan berkembang, sebab mempersoalkan cara berdakwah. ‘Kita selalu bangga bila ada orang yang masuk Islam dan mengutuk, hingga berbuat anarkis bila terdapat saudara kita yang masuk Kristen. Ada-ada saja, paparnya.

Kuatnya pencitraan Kristenisasi pada filim itu tak membuat Reni Sendiawati Ketua Umum Woment Studies Center (WSC) Bandung untuk tidak menonton acara tersebut.

Malahan Ia mengajak rekan-rekanya untuk berbagi pengalaman dan menanggapinnya dengan ungkapan ‘Yang terpenting bagaimana cara kita mengambil pesan dari film itu. Ya sukur-sukur bisa mengamalkan. Bukankah setiap agama mengajarkan untuk berbuat baik pada sesame dan orang tua’, katanya.

‘Mari Kita tanggalkan sikap curiga terhadap orang lain itu. Solanya pemikiran inilah yang akan menimbulkan konflik antar umat beragama kelak,’ harapnya.

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 16/12/07;15.29 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/20/2007 02:45:00 PM   0 comments
Suhuf (5)
Haji Tersandung Pondokan
Oleh Ibn Ghifarie

Seakan-akan penyelenggaraan haji selalu menuai badai kontroversi. Betapa tidak, bila tempo dulu, sebagian umat islam mempertaruhkan nyawa guna melaksanakan pelbagai rukun dan syarat haji. Meski rela saling berdesakan dengan semua umat dari penjuru dunia. Hingga menyandang gelar haji mabrur.

Kuatnya pemahaman sebagian masyarakat bila meninggal di Tanah Suci dalam mencari ridha Allah sekaligus di makamkan disana merupakan cita-cita mulia, bahkan lebih baik mati di tanah para nabi daripada meninggal di kampong kelahirannya.

Kini,kontroversi pelaksanaan Rukun Islam kelima itu terulang kembali. Pasalnya, ratusan ribu jemaah Indonesia tidak mendapatkan Pondokan yang layak dan jauh dari Mesjidil Haram.

Kata Mereka
Salah seorang calon haji asal Embarkassi Solo, Jawa Tengah, Masronah, mengungkapkan, pelayanan haji tahun ini lebih buruk bila dibandingkan sepuluh tahun lalu. Itu terutama fasilitas tempat tinggal dan ketersediaan air yang terbatas. Hhal senada juga disampaikan suami Masronah yang juga sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah.

Berbeda dengan Masronah, Masniah, calon haji kloter 12 Embarkasi Banjarmasin kali ini tinggal di pemondokan yang cukup baik. Namun, dia mengeluhkan tidak adanya pengawalan dalam perjalan dari pemondokan menuju tempat ibadah bagi para jamaah. Akibatnya, banyak jamaah yang tersesat, terlebih jarak pemondokan yang jauh sekitar 1,5 kilometer. (Metro TV, 08/12).

Wajah Murah Haji Asal Indonesia
Masih segar dalam ingatan kita, dipenghujung tahun 2006 jemaah haji asal Indonesia kelaparan saat melakukan wukuf di Padang Arafah hingga keberangkatan mereka ke Mina untuk melempar jumrah. Selama lebih dari 30 jam, sebanyak 189 ribu jemaah sejak Kamis sampai Sabtu (28-30/12) terpaksa menahan lapar karena ransum makanan tidak datang.

Ironisnya lagi, peristiwa naas itu berawal dari tiadan pasokan makanan. Perusahaan katering Ana for Development Est pun menjadi kambing hitam. Bukannya saling berbenah diri soal manejemen kehajian kita, malah saling menyalahkan. Mengerikan bukan?
Bara Itu Bernama Surat Izin
Kini, musibah kekurangan pondokan pun menimpa jemaah haji. Konon, bencana itu berawal dari susahnya pembuatan izin pondokan berakibat patal pada tempat peristurahana itu, kata Gatot Abdullah Mansyur, Konjen (Konsulat Jenderal) RI di Arab Saudi.

Hanya sekitar 70% yang bisa ditampung pada pemondokan atau hotel di markaziyah yang dekat Masjidil Haram.Sementara dua sampai tiga kloter terpaksa ditempatkan di luar markaziyah dengan menempatirumah berukuran sedang.”Sebenarnya, pondokan haji didekat markaziyah bagus danbesar-besar, tetapi izinnyabanyak yang tidak keluar daripemerintah setempat karenaterbentur peraturan baru yangmengikat, seperti mengharuskanpemasangan alat pemadamkebakaran dan pintu darurat,”jelasnya.

Tidak keluarnya izin tersebut,tambahnya, karena banyak pemilik pondokan yang lalai mengurus izin fasilita sseperti yang disyaratkan. Hal ini berbeda dengan pemondokandi Jeddah yang peralatan dan fasilitasnya cukup lengkap dan memadai.

Akibatnya, panitia kesulitan menempatkan jamaah di markaziyah.Sedangkan untuk di Mekkah,sejak awal memang diprogramkan untuk tidak terjadi pemadatan pemondokan.”Konsekuensinya, lokasi pemondokan agak menjauh tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,”

Setelah banyak hotel kolapsdi Mekkah pada 2005, tandasnya, izin untuk hotel dan pemondokan lebih diperketat.Imbasnya, dari tahun lalu sampaisekarang fasilitas pemondokandi Mekkah semakin menurun. (Seputar Indonesia, 03/12)

Kala Haji Jadi Petaka
Dengan demikian, terjadinya malapetaka itu dapat memalukan martabat bangsa Indonesia dalam mengelola rukun islam kelima tersebut. Padahal, tak sedikit uang yang harus dikekuarkan oleh setiap jemaah haji. Sampai-sampai orang lain beranggapan ongkos naik Bumi Pertiwi lebih mahal bila dibandingkan dengan negara tetangga.

Sudah tentu, melambungnya harga haji harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, bukan malah prosesi ibadah itu dijadikan sebagai ajang bisnis tahunan pemerintah. Demi merauk keuntungan sesaat.

Terlebih lagi, berkenaan dengan Pemondokan. Sebab jauhnya tempat istirahat selain berakibat tak afdhlnya sekaligus berpeluang banyak untuk tidak menjalankan perintah Tuhan guna meraih kebahagian hakiki kelak. Nyatanya, pemondokan dapat menjauhkan diri kita kepada Sang Khalik.

Walhasil, terjadinya kelaparan, kejauhan pemondokan itu menandakan pemerintah tak becus mengelola ibadah haji dengan baik. Tawaran harga rendah dan berjauhan pun menjadi tumpuan pejabat lalim tersebut. Meski menuai kontroversi sekaligus menjadi objek bagi pemodal guna memperlakukan semena-mena. Haruskah, kelahir menejemen haji dibayar mahal dengan kelaparan dan pemondokan? [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere,13/12/07;23.45 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/20/2007 12:22:00 AM   0 comments
Shuhuf (4)
Friday, December 14, 2007
Lagi, diperpanjang..!!
Oleh Boelldzh

Sebelumnya kami selaku pengelola Blog mohon maaf kepada seluruh pengunjung. Pasalnya, lagi diperbaiki sekaligus menunggu approve oleh pihak Pandi (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Tak lain guna mempermudah silatur fikir diantara kita.

Akhirnya, setelah berpusing ria mengutak-atik css+template selama satu hari. Wajah Ghifarie Area Alakadarisme pun dipindahkan kembali ke layanan semula (blogspot). Meski banyak kekurangan.

Sekali lagi, mohon maaf kepada rekan-rekan se-Blogger yang mencantumkan alamat www.ghifarie.web.id. Untuk sementara, tak bisa diakses kecuali pindah ke www.boelldzh.blogspot.com.

Berar harapan kami bila, temen-temen ikun andil mensosialisasikan alamat blogspot tersebut. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 14/12/07;23.35 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/14/2007 01:32:00 PM   0 comments
Shuhuf (3)
Kala Acara Topik Ketiban SMS (Sort Masage Service)
Oleh Ibn Ghifarie

Di saat malam mulai beranjak gelap dan menyelimuti dinginya udara, kucoba meneruskan pekerjaan yang sempat tertunda beberapa jam. Pasalnya, temen-temen lagi kena sindrom geam bola.

Tak pelak, ngedit naskah ‘Melawan Arus; Pergulatan Pemikiran Kaum Minoritas’ pun sempat terbengkalai. Belum lagi, kawan-kawan yang lain menuntut kesediaanku untuk bersedia mengisi pelatihan jurnalistik dan pentingnya melek internet.

Kala itu, sedang asyik-asiknya medit tulisan. Sekoyong-konyong mataku mulai pudar melototi monitor, bahkan berpaling ke acara televisi. Kebetulan siaran yang aku liat ‘Topik’ Minggu Ini (SCTV). Rasanya, akan menarik materi yang akan diulas malam ini.

Memang betul, ‘Topik’ ini bertajuk ‘RI-Malayasia : Bertengkar Hingga Duni Maya’ dengan menghadirkan Narasumber; Enda Nasution, Presiden Blogger Indonesia, Karim Raslan, kolumnis asal Malaysia dan politisi Partai Amanat Nasional, Alvin Lie, Rabu (12/12).

Kebanjiran SMS (Sort Masage Service)

Tiba-tiba aku dikagetkan dengan deringan suara Handphoneku petanda ada pesan yang masuk. Tanpa basa-basi kubuka pesan singkat itu, ‘Bang Bul (Buled sapaan akrabku-red) di SCTV aya perang Blogger Malayasia versus Indonesia, tulis Dian Bendum (Bendahara Umum) LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) Bandung.

Sejurus kemudiaan pesan singkat pun terus berdatangan kepadaku ‘Mas, mohon minta tanggapannya tentang pertengkaran para Blogger Malayasia dan Indonesia? Makasih. Anonim yang tak menyebutkan namanya.

Kang, nyuhunkeun pendapatna ngenaan ribut Blogger Indonesia sareng Malayasia soal Reog Ponorogo, Rasa Sayange. Cing kumaha saur Akang, SMS (Sort Masage Service ) kawanku.

Ayo gimana tanggapanya tentang keributan di dunia maya (blogger Indonesia dan Malayasia)? Ditunggu balasanya ya?, rekanku yang lainya.

Di Mata Serdadu Blogger
Tak ayal, ucapan permohonan tanggapan itu menghentakan perasaanku. Betapa tidak, aku mulai tak mengupdate Blogku karena asyik belajar ngedit naskah dan satu lain hal. Apalagi pascapemutusan koneksi web.idku oleh Pandi (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), sebab belum diperpanjang.

Memang ku akui, beberapa tahun ini aku mulai akrab dengan dunia blog. Hingga beberapa kawanku memberikan julukan ‘bloggger yang handal’. Jujur saja, aku masih belum menguasai media online ini, tapi keukeuh peuteukeuh rekan-rekanku memanggil sebutan itu. Entah karena pernah mengelola beberapa blog atau bertukar pengalaman soal weblog.

Adalah berjubelnya pesan singkat soal perseteruan para Blogger antara Indonesia dan Malayasia merupakan satu bukti kepercayaan sahabat-sahabatku soal dunia cyber. Terutama berkenaan dengan blog.

Tak disangka-sangka, Oval aktivis JarIK (Jaringan Islam Kampus) Bandung yang berada disampingku mengawali pembicaraanya dengan melontarkan pertanyaan ‘Wah…gimana tanggapanya menurut Serdadu Blogger (Pegiat sekaligus Bloggermania--red) soal perseteruan antara para Blogger Indonesia dan Malayasia,’ cetusnya.
Tentu tak ada jawaban dariku, selain kata ‘Tinggali wae acara ieu’ pan aya Presiden Blogger Indonesia,’

Menanggapi hal ini, Presiden Blogger Indonesia Enda Nasution menilai perang blog ini tak perlu terjadi. "Situs www.ihateindon.blogspot.com sudah melanggar term condition penyedia layanan blog," ujar Enda.

Menurut Karim Raslan, kolumnis asal Malaysia, salah satu penyebab meruncingnya hubungan Indonesia-Malaysia adalah banyaknya warga Indonesia yang datang ke Malaysia. "Ini menjadi masalah sosial buat Malaysia," ungkap Karim.

Benarkah ketidakharmonisan kedua negara serumpun ini adalah kelanjutan sejarah atas konflik yang selalu mewarnai hubungan kedua negara? Mulai dari era Sukarno hingga saling klaim hak cipta ? (Liputan 6 SCTV)

Stop Peperangan Antar Blogger
Maraknya situs yang dibuat oleh para blogger Malaysia. Isinya, kecaman dan hujatan atas Indonesia. Sebaliknya, sejumlah blogger asal Indonesia juga menumpahkan kemarahan yang sama.

Sejatinya kita kudu mengamini pernyataan Enda Nasution, seharusnya kita tidak membalas kebencian dengan kebencian, tapi menjembatani keduanya, demikianlah harapan Presiden Blogger Indonesia saat menutup perbincangan ‘Topik’ tersebut.

Malam mulai merayap. Suara jangkrik pun ikut memiahkan malam. Rasa ngantuk tak kunjung datang. Malah asyik membaca SMS sekaligus membuat coretan sambil berucap ‘Stop Peperangan Antar Blogger’’. Semoga hubungan Indonesia-Malayasia semakin harmonis, buka anarkis. Hidup Blogger [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 13/12/00;14.16 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/14/2007 01:29:00 PM   0 comments
Shuhuf (2)
Mohon Maaf
Oleh Boelldzh

Sebelumnya kami selaku pengelola Blog mengucapkan mohon maaf kepada seluruh pengunjung setia. Pasalnya, ada satu pekerjaan yang memang benar-benar menyita banyak waktu. Sampai-sampai hampir lupa posting di Mblog.

Padahal, deretan coretan di buku harian kian menumpuk sekaligus menuntut untuk di simpan pada blog Alakadarisme.

Namun, kuatnya ikhtiar menyelesaikan satu pekerjaan. Memang membuat pekerjaan lain harus di tunda dulu. Pantas saja bila Nenek Moyang kita selalu berpesan `Jang mun anggeus hiji pagawean. Kakara bisa anggeuskeun nu lainna,` katanya.

Adalah membukuan Melawan Arus: Pergulatan Pemikiran Kaum Minoritas, Kala Beda Paham Jadi Petaka dan Kritik Nalar Ala LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Kislaman) Bandung. Ketiga naskah itu masih dalam proses pengeditan dan lay out sana-sini serta menunggu jawaban dari salah satu penerbit.

Belum lagi kondisi kesehatan kami yang sedikit terganggu buah dari kurang istirahat dan makan tak teratur. Hingga 2 hari harus rela berbaring di Sekre Kere tanpa ditemani satu kawan pun, kecuali kertas, pena dan tv.

Tak lupa kami memohon doa restu para blogger mania dan pembaca budiman supaya cepat-cepat selesai karya tersebut.

Sekali lagi, mohon maaf para pengunjung blog Ghifarie Area Alakadarisme. Bila beberapa hari ini tak ada tulisan baru, maka harap di maklum. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 08/12/07;22.36 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/14/2007 01:27:00 PM   0 comments
Shuhuf (1)
Kata Mereka
Oleh Ibn Ghifarie

Kata Mereka Tentang Buku ‘OPOSISI RICE COOKER (Catatan Harian Post LPIK [Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman] Bandung)’

`Karya ini sangat menyentuh secara perlahan-lahan, tapi tidak terlalu menggigit karena masih banyak yang belum terungkap dalam tulisan ini`
--Muhammad Alzy Billa, Ketum LPIK periode 2007-2008

`Semuanya dapat tempat, semua mesti dicatat, ungkap Chairil Anwar.
Setidaknya itulah yang dilakukan Boelldzh dengan karya ini, tabik!!`
--te.Ditaufiqrahman, Koordinator JarIK (Jaringan Islam Kampus) Bandung

`Sebuah harapan emosi seorang kuncen dan sesepuh LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) akan kekhawatiran penerusnya (kalau pun tidak disebut junior) dalam membuat sebuah karya yang mulai terpuruk dan terkikis`.
Buku yang patut dibaca sebagai tadzkirah buat kita semua akan pentingnya membuat sebuah karya. Sekecil apapun dan pentingnya menghargai waktu,
--Wanddi Irfandi, Mantan Komandan Korwil (Kordinator Wilayah) Brigade PII (Pelajar Islam Indonesia) Jawa Barat periode 2005-2007

Catatan harian sosok Post LPIK yg dibanggakan lembaga. Saya rasa inilah gaya lain ‘angkat bicara’ keberadaaan kami sekaligus motivasi bagi kawan-kawan pengurus dan anggota untuk tetap menulis, membaca, diskusi dan meneliti,
--M Dhian Aktivis Pergerakan Bandung

I know what I’m never know, I get what I never get, you show the real and you create different creasion and understand that’s you,
--Tya Mahasiswa Pendiikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Seandainya lautan jadi tinta dan ranting di dunia pun menjadi penanya, maka kau masih tidak dapat menuliskan semua masalah yang hadir di jagat raya ini’. Inilah cara lain kawan-kawan LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) dalam ‘membumikan’ gagasan tentang segala persoalan yang dihadapi. Teruslah menulis, menulis, menulis dan tak lupa diskusi. Hidup Boelldzh!!,
---Hendri Setiawan, Ketua Pengurus Wilayah FKMPAI (Forum Komunikasi Mahasiswa Perbandingan Agama se-Indonesia) Jawa Barat.

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/14/2007 01:23:00 PM   0 comments
Kitab (20)
Oposisi Ala LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) Bandung
Oleh Ibn Ghifarie

Kendati melalui penerbitan indi, buku ‘Oposisi Rice Cooker (Catatan Harian Post LPIK [Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman] Bandung)’ dapat hadir kehalayak banyak.

Tak luput kami ucapkan terimakasih kepada temen-temen di Sekre Kere, Sekre Kering, Pojok Komputer Ngeheng, di bawah teduhnya DPR, Gede Bage dan diskusi jalalan di antara Wartel-Perhelatan Rektorat atas canda guraunya, juga rekan-rekan Post, hingga kumpulan ini bisa menemani kita saat gundah.

Semula OPOSISI RICE COOKER (Catatan Harian Post LPIK [Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman] Bandung) merupakan kumpulan coretan yang berserakan dimana saja: papan pengumupan Sekre, kertas selembar, Pamplet, Agenda Harian, dan blog; supaya didokumentasikan menjadi satu naskah yang tertata rapi dan enak dibaca.

Pudarnya tradisi sebuah lembaga kajian dalam tulis-menulis, membaca, diskusi dan meneliti, pada periode kepengurusan tahun 2005-2006 dan 2006-2007.

Bila empat kebiasaan itu sudah tak akrab lagi, maka sudah selayaknya LPIK mencari arah gerakan baru lagi, bukan malah sibuk memperdebatkan urusan pergantian kepengurusan beserta rengrengannya. Tentunya, warisan para leluhur pun harus menjadi bagian yang ditinggalkan oleh generasi berikutnya. []

Mh…., saya jadi iri pada Ibn Ghifarie; tekadnya untuk terus menulis sudah benar-benar buled. Sukses boelldzh.
--Badru Tamam Mifka, Cerpenis dan Pelajar di Kelompok Penulis Biasa (KPB) Bandung.

…dan bisa juga sama sekali tak mengatakan apa-apa, hanya ingin menari saja, mengikuti getar alam semesta. Bahkan jangan-jangan untuk disebut menari pun tidak cukup indah. Hal yang paling penting adalah ternyata bahwa masih ada sejumput orang yang masih peduli utnuk terus menari…..
--Ahmad Gibson Al-Busthamie, Kepala PusInfoKomp (Pusat Informasi dan Komputer) UIN SGD Bandung.

Ini hanyalah catatan pergulatan yang dialami-rasakan para pendahulumu. Sebuah fakta nyata, bahwa menjadi orang luar-biasa, pergulatan hidup dan jalannya pun harus luar-biasa.
--Ahmad Sahidin, Editor Lepas dan Pedaktur Majalah Swadaya MQ Daruut Tauhiid (DT) Bandung.

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 04/12/07;20.55 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 12/14/2007 12:54:00 PM   0 comments
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.