'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Suhuf (3)
Wednesday, February 27, 2008
Anak Muda Bandung Masih Kreatif dan Mandiri
Oleh Ibn Ghifarie

Sepekan pascatragedi muski cadas di Asia Africa Culture Center (AACC), sabtu (9/2) sebagian masyarakat ikut prihatin sekaligus membuat aksi solidaritas komunitas underground.

Salah satunya yang dikalukan oleh Nandi panitia pelaksana peluncuran album baside itu, Ia melakukan pembacaan puisi '…..Selamat jalan kawan pahlawanku/haruskah pengorbanan 11 orang itu kita sia-siakan?

Kegiatan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap komunitas musik bawahtanah, harapnya.

Acara yang serupa juga hadir dari komunitas underground yang di kawaki oleh Gustar 'Kita harus mengambil pelajaran atas kejadian itu dan lebih baik dalam memahami pelbagai musik, katanya.

Nah, untuk mengenang dan memberiakan dukungan kita kepada komunitas musik cadas lainya , kita akan menggelar Dialog Publik dan tabur bunga pada hari sabtu (23/02) sebagai bentuk kerprihatinan kita terhadap korban dan memberikan bantuan alakadrnya kepada mereka, jelasnya seperti yang dilansir oleh STV dalam program 'Kabayan Nyentrik', selasa (19/02)

Kegiatan Kabayan yang dipandu oleh Tisna Senjaya ini mencoba menelisik tentang kemandirian dan kreativitas aliran ini, Layana pentolan musik cadas dan pemilik Distro menuturkan 'Indrustri kreatif tak tadi tak pernah ada campur tangan pemerintah, bahkan tak pernah diperhatikan.

Memang tak dapat bantuan dari penguasa. Istilahnya harus usaha sendiri, ungkapnya.

Sudahlah jangan saling menyalahkan. Toh, setelah ada korban baru pemerintah mau menanggapi. 'Kreatifitas tak bisa dibungkam'. Mestinya kan tidak seperti itu dan gedung tempat berekspresi musik menjadi satu keharusan untuk mencegah korban lain berjatuhan, tambahnya

Maraknya Distro, label rekaman Indi, hingga ke penjuru Nusantara ini petanda anak muda Bandung masih kreatif dan mandiri, kata Tisna dalam menutup program Kabayan Nyentrin tersebut. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 19/02/08;18.45 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 2/27/2008 08:20:00 AM   0 comments
Suhuf (2)
Hari Pertama Kuliah; Semangat Baru
Oleh Ibn Ghifarie

Tak seperti biasanya, lingkungan kampus UIN SGD Bandung dipadati orang-orang. Pasalnya, beberapa pekan civitas akademika tak tampak. Suasana sepi pun menyelimuti kemegahan bangunan Universitas.

Semula hanya ada para aktivias yang tengah mempersiapkan kegiatanya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Teater Awal—mempersiapkan pementasan di Rumentang, sabtu (16/02) LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman)—persiapan Ta'aruf Generasi Baru (TGB) di penghujung Februari.

Kini, memasuki hari pertama kuliah di semester genap orang-orang pada kumpul di Fakultasnya masing-masing, ruang belajar mengajar, DPR (Di bawah pohon Rindang), pelataran mesjid Iqomah, sekitar gedung Student Center (SC).

Tentu mengisahkan sederetan cerita, keluh-kesah dan motivasi saat pertama kuliah lagi. Salah satunya, Iim mahasiswa Adab menuturkan 'Asyik masuk kuliah di semester baru. Semanagt dan nuansa baru harus menjadi modal untuk meraih kebahagiaan'

Ya paling tidak, biar lebih baik lagi nilai yang saya dapatkan dari semester sebelumnya, tambahnya.

Aduh belum apa-apa sudah belajar dan dikasih tugas lagi, cetus Asep aktivis pergerakan.

Padahal biasanya tak seperti itu. 'Ya ngaret dikit gitulah. Baru sesudah seminggu proses belajar mengajat dimulai. Ini tidak lagi', keluhnya.

Pemandangan serupa pun terjadi di ruangan eks pasca sarjana. Pasalnya, mahasiswa tingkat empat tengah mencari penempatan sekaligus lokasi KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dipusatkan di daerah Kota dan Kabupaten Bandung dari tanggal 27 Februari-28 Maret 2008.

Geliat mahasiswa juga mulai menampakan dirinya. Kala ditanya soal persiapan apa yang dibawa dalam program pengamdian masyarakat itu 'Ah..nyantai waelah. Pan urang ge pernah PLJK (Peraktek Lapangan Kejamiyahan) baheula. Waktu sakola di Pasantrent [Ah..nyantai saja. Kan saya juga pernah PLKJ dulu. Waktu masih sekolah di Pesantren].

Jadi teu kudu riweuh sagala. Anguran mah nyiapkeun mental jeung duit. Pan sok loba nyiuen kagiatan ceuk anu pernah KKN oge. Otomatis saku kudu rada munel [Jadi ga mesti ribet segala. Yang mesti kita persaapkan dari segi mental dan keuangan. Kan suka banyak kegiatan kata orang-orang yang pernah KKN juga. Otomatis uang harus banyak], ungkap peserta KKN. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 18/02/08;21.46 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 2/27/2008 08:17:00 AM   0 comments
Suhuf (1)
Layanan Blogger di Harian Umum Syndrom atau Trend?
Oleh Ibn Ghifarie

Kehadiran Blog menjadi media alternative dalam mengekspresikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan dialami. Memang sangat menyenangkan.

Betapak tidak, Harian Umum (HU) tengah menyediakan layanan blogger. Linhat saja, HU Tempo, Kompas, Suara Merdeka untuk kalangan nasional dan Tribun Jabar dalam ruang lingkup Bandung.

Semula webblog hanya digandrungi oleh pengiat dan pemerhati blog yang membuat komunitas tertentu. Kini, media cetak pun ikut menumbuh kembangkan media online ini.

Namun, marakya kolom blogger di Koran membuat Fardi salah seorang pengurus LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) Bandung angkat bicara 'Wah…jangan-jangan maraknya layanan blog di Koran itu merupakan trend semata.'

Ya orang-orang lagi gila dengan dunia ngeblog. Baru media cetak pun ikut-ikutan nampilin blog. Benerkan? Jelasnya.

Hal senada juga diamini oleh seorang aktivis mahasiswa yang enggan disebutkan namanya 'Ya itu kan syndrom saja. Lagian komunitas blogger masih elit jika dibandingkan dengan kelompok gerakan petani yang sampai ke gress root'.

Apalagi dengan adanya layanan di Harian Umum, cetusnya.

Nah, bila anggapan yang melekat pada sebagian masyarakat terdapatnya ruang blog di HU hanya syndrome dan trend belaka, maka kira-kira menurut para blogger mania gimana? [Ibn Ghifarie]

Ayo Ngeblog, Ayo Ngement Juga!!

Cag Rampes, Pojok Sekere Kere, 15/02/08; 21.12 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 2/27/2008 08:15:00 AM   0 comments
Kitab (20)
Scumbag Pendobrak Ujungberung Rebels dan Penulis ‘Yang Tertunda’
Oleh Ibn Ghifarie

Terkuaknya, 11 orang tewas mengenaskan saat peluncuran album ‘Baside’ di Asia Africa Culture Center (AACC), sabtu (9/2) membuat komunitas underground jadi bulan-bulanan.
Betapak tidak, angka kematian itu cukup pantastis.

Apalagi menginat keberadaan musik bawahtanah sarat akan Stigma negative. Alih-alih musik cadas yang diusung, dan lantas dikaitkan dengan narkoba, alkohol, serta kekerasan. Benarkah begitu?

"Underground" adalah GOR Saparua. GOR Saparua adalah underground. Seberapa banyak dari Anda sulit membedakan kedua kata di atas. Mana yang diterangkan, mana yang menerangkan.

Ya, underground tentunya tak lepas dari peran GOR Saparua yang menjadi saksi bisu masa keemasan scene (baca: pergerakan) musik itu di Bandung. Kita tentu mengingat betapa ingar bingar musik cadas bergenre punk, hardcore, dan grindcore begitu masif di Bandung sekitar 14 tahun silam. (Pikiran Rakyat, 12/02)

Ujungberung Rebels
Namun, rasanya tak berlebihan jika membicarakan aliran bawahtanah tak menyebut-nyebut ujungberung. Pasalnya, daerah Bandung Timur itu merupakan gudangnya musisi aliran metal.
Tengoklah, dari 10 band independen di Indonesia yang tercatat majalah Hai tahun 1995, tiga di antaranya berasal dari Ujungberung. Mereka adalah Sonic Torment, Jasad, dan Sacrilegious. Label dan perusahaan rekaman yang mereka kibarkan adalah Palapa Records.

Kendati tak jelas, kata Kimung, kapan rock/metal masuk ke Ujungberung. Agaknya, sejak booming heavy metal di Indonesia pertengahan tahun 1980-an, Ujungberung tak ketinggalan tren ini. Dalam kondisi yang sangat terbatas, beberapa gelintir kaum muda Ujungberung membentuk band dan memainkan lagu-lagu band rock favorit mereka.

Kang Koeple (kakak Yayat-produser Burgerkill) dan Kang Bey (kakak Dani-Jasad) bisa disebutkan sebagai generasi awal. Pertengahan 1980-an hingga awal 1990-an, mereka memainkan lagu rock semacam Deep Purple, Led Zeppelin, Queen, dan Iron Maiden selain menciptakan lagu sendiri. (PR, 13/02)

Scumbag Begundal Hardcore Ugal-Ugalan
Pun menyoal Ujungberung Labels tak pas bila tidak menyebut-nyebut Ivan Firmansyah. Walau sudah dulu meninggalkan kita, 27 Juli 2007 silam akibat penyakit akut yang dideritanya bebarapa tahun silam. Pemakan Dangder jadi tempat peristiarahatan terakhirnya.

Ivan Firmansyah, Scumbag Begundal Hardcore Ugal-Ugalan adalah pionir pendobrak Ujungberung Rabels. Bersama bandnya, Burgerkill, ia membuat terobosan-terobosan besar yang lalu semakin mengangkat dinamika musik independent ke tataran yang lebih tiinggi dan fenomenal. Yang kemudian menjadi sangat personal, dengan segala pencapaianya, ivan tak lantas berubah menjadi sosok yang lain. Ia tetep dengan segala kerendahan hatinya, membumi bersama rereka yang mengusungnya.

Ia terlahir dari pasangan Aam Rusyana Suhandi-Dedeh Herawati di Klinik Bersalin Bidan Emma Fatimah, Jl Gegerkalong Hilir ke kediamnya di Jl Sarijadi 59/177 D. Pada tanggal 17 April 1978.

Masa kecil Ivan di besar dalam pola asuh permisif, yang membesarkanya dan melakukan apa saja tanpa kontrol yang jelas. Kurangnya perhatian itu dibarengi dengan jarangnya mendapatkan ‘kasih-sayang lebih’ dari keluarganya.

Meninjak remaja, ia acap kali berpindah asuhan. Sejatinya, figur keluarga sebagai kontol dirinya cenderung semakin pudar. Pola pikirnya selalu berubah. Tentu, sesuai dengan pola pembinaan yang didapat dari sang empunya. Dalam urusan nilai dan norma sangat berat.

Perkenalanya dengan Beby, penabuh drum Beside kala itu memikat hatinya untuk bermain musik. Kendati darah seninya telah mengalir dari Ayahnya, karena memang seorang seniman handal.

Semenjak itulah Ia kerap menghabiskan waktunya bermain musik ria. Aliran Bawahtanah menjadi gendre yang diusungnya kelak. Burgerkil jadi pelabuhan sekaligus muara dalam mengekpresikan kegelisahan, kecambuk hatinya saat mengeja persoalan yang dihadapinya.

Namun, ada yang unik dari Scumbag ini. Meski seorang pentolan kelompok Metal yang sarat pengguna dzat adiktif, tapi dalam urusan ibadah tak mau ketinggalan. Misalnya saat puasa di bulan ramadhan Ia selalu menasihati kawan-kawanya untuk teta[ shaum dan shalat. Lantunan adzan dari kejauhan terdengar agak sayup-sayup mengisaratkan pertemuan Abid dengan Sang Kholik

Aing kan geus mabok van! Sengit Bebi protes
Eh..!! mabok mah mabok. Tapi nu lima waktu kudu jalan terus, ivan menjawab tak kalah sengit.

Inilah percakapan yang mengasikan. Diakui atau tidak masa kecilnya yang dipenuhi dengan bimbingan keagamaan yang kuat membuat Ia tetap mempertahankan rutinitas ibadah. Keaktif di Ikatan Remaja Mesjid Membangun Daerah (Remamuda) Al-Hidayah; Ikatan Remaja Nurul Islam (IRNI); Ketua Ikatan Remaja Mesjid Sekolah Menengah Pertama (SMP) 12 Bandung. Melengkapi keimananya.

‘Penulis Yang Tertunda’
Satu hal lagi yang tak kalah menarik darinya, keinginya untuk menulis terpatri dalam coretan dinding kamar WC Rony salah satu kawan karibnya dan buku harianya.

Ikhtiar sekaligus mengikuti orang beradab dalam menulis terus mengebu-gebu bak api, manakala Ia mendapatkan tawaran membuat ilustrasi untuk buku ‘Tiga Angka Enam’ karya Addy Gembel (Forgoten) dari Minor Books yang dikomandoi oleh Kimung.

Mung urang oge loba tutulisan euy, bisa teu diterbitkeun kumaneh, cetusnya
Sarua jeung si Addy sih. Carita-carita tentang lirik si be-Ka lolobanamah, tapi siganamah teu siga si Addy. Urang teu bisa nyiuen siga kieu mah, kata ivan sambil menggenggam naskah

Wah lamun carita-carita tentang lirik si Be-Ka jigana bisa jadi biografi si Be-Ka nyet sok loba geningan dina buku lirik-lirik the beatles, lagu taxman misalna, iraha ditulisna, nunulisna saha, nyaritakeun naon, kritik dibalik lagu naon, kondisi band pas nyiun lagu eta jiga kumaha, kondisi masyarakat, naha lagu ditulis, jeung sajabana. Menarik sih nyet. Mung jiga kitu, antusian Kimung panjang lebar.

Heueuh nya eta ku urang oge sarua kapikiran kitu. Malah biogapi si Be-Ka mah urang haying nulsi misah deui, ivan menangapi tak kalah antusias.

Enya sok atuh kari tuliskeun!
Bisa aing nulis. Hehehe! Enya eta, urang the teu bisa nuliskeuna, euy. Kumaha mun urang anu ngomong, maneh anu nulis.

Wah hese atuh euy. Tuliskeun mah tuliskeun wae. Kajeun ku urang diedit. Manehmah nulis hajar-hajar weh tong sieun salah tinggal si Gembel oge rea pisan salahna, salah ketik, salah struktur kalimat, cuek weh! Kan aya editor, kilahnya

Heueuhlah ku urang dicobaan heula dituliskeun. Ngke lamu urang butuh bantuan omat bantuan urang, harapanya.

Keterlibatanya dalam dunia tarik suara tak bisa diragukan lagi. Band Burgerkill tak bisa dipisahkan darinya lasmana dua sisi mata uang. Kegigihanya dalam berdendang menorehkan beberapa karya monumental. Hingga kini terkenang dalam ingatan pecinta musik underground, diantaranya; “DUA SISI” MC Album, Riotic Records, (2000), “BERKARAT” MC & CD Album, Sony Music Ent. Indonesia, (2003), “DUA SISI REPACKED” MC & CD Album, Sony Music Ent. Indonesia, (2005), “BEYOND COMA AND DESPAIR” MC & CD Album, Revolt! Records, (2006)

Beberapa penghargaan pun telah diraihnya; Nominator “Band Independent Terbaik” versi majalah NEWSMUSIK Indonesia, (2000),

Exclusive 1 year Endorsement “PUMA Sports Apparel” USA, (2001), Exclusive 2 year Endorsement “INSIGHT Clothing” Australia, (2002),

Award “Best Metal Production” (“Berkarat”, Sony Music Ent.), AMI AWARDS, (2004), Salah satu Album Terbaik (“Beyond Coma…”, Revolt! Records) versi majalah RIPPLE Indonesia, (2006), 20 Album Indonesia Terbaik (“Beyond Coma…”, Revolt! Records) versi majalah ROLLING STONE Indonesia, (2006), Original Soundtrack “Hantu Jeruk Purut” Movie, Indika Film, (2006), Original Soundtrack “Malam Jum'at Kliwon” Movie, Indika Film, (2007).

Di tengah-tengat derasnya arus pelabelan dan mudahnya menjadi seleb mendadak. Scumbag bareng Burgerkill saat teken kontrak selama 6 album dengan Sony Music, malah rela meninggalkan produksi recor ternama itu dan kembali ke Indi.

Keputusan inilah yang menjadi decak kagum, Gustaff H Iskandar, Seniman bekerja untuk Bandung Center For New Media Arts Common Room Networks Foundation di prolog buku Based On True Story My Self Scumbag (Beyond Life And Death) (2007;365)

Namun keterbatasan inilah yang justru malah membina mereka menjadi musisi-musisi yang konsisten diranah idealisme yang tinggi. Terkondisikan oleh gesekan-gesekan dari lingkungan sekitar, membuat mental musisi-musisi Ujungberung menjadi kuat. Ini terbukti hingga sekarang mereka tetap konsisten memainkan musik yang mereka sukai, tidak terpancing oleh arus trend yang global. Justru merekalah yang kemudian menciptakan trend di kalangan musisi underground Bandung, Bahkan Indonesia.

Dengan demikian, kiranya kita menghargai sekaligus mendukung tumbuh berkembangya pelbagai aliran musik di Indonesia sebagai khazanah kebudayaan yang tak ternilai harganya. Sebab peradaban suatu bangsa terlihat dari seberapa jauh kita menghargai karya budaya anak negeri. Semoga. [Ibn Ghifarie, Mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Filsafat dan Teologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung dan Pemerhati musik bawahtanah]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 12/02/08;22.39 wib dan 13/02/08;16.57 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 2/27/2008 08:10:00 AM   0 comments
Kitab (19)
Tuesday, February 19, 2008
UIN Bandung di Belantara Dunia Maya
Oleh Ibn Ghifarie

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung merupakan Universitas Negeri yang berbasiskan keislaman dalam bingkai ‘Wahyu Memandu Ilmu’.

Perguruan Tinggi Islam ini terletak di pinggiran Bandung Timur. Letaknya berada di Jalan A. H Nasution No 105 Bandung 40416.

Namun, saat kita menjelajahi jendela dunia cyber. Kita menemuka posisi yang sangat mengejutkan sekaligus mengecewakan.

Betapak tidak, berdasarkan google saat kita mengklik UIN. Kampus IAIN SGD Bandung berada di posisi Ketiga; Pertama UIN Jakarta yang di ketuai oleh Prof Dr Komarudin Hidayat. Kedua UIN Jogjakarta yang di komandoi oleh Prof Dr H M Amin Abdullah. Ketiga, UIN Bandung yang di pimpin oleh Prof Dr H Nanat Fatah Natsir.

Tak hanya itu, kala kita mencari Forum Diskusi lebih mengecewakan lagi. UIN Bandung menduduki urutan keduabelas. Padahal Bedah Wacana merupakan komunitas diskusi cyber Civitas Akademika.

Kendati sedikit berbangngga. Pasalnya ruang diskusi untuk kalangan UIN. Bandung berada di peringkat pertama.

Begitupun dalam urusan Blogger.Sunan Gunung Djati adalah komunitas Blogger UIN SGD Bandung mendapatkan posisi top

Inilah sekelumit kisah Keluarga Besar UIN SGD Bandung (Website, Forum Diskusi dan Blog) di belantara dunia maya. Semoga bermanfaat. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Ngeheng Komputer, 18/02/08;21.23 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 2/19/2008 12:28:00 PM   0 comments
Kitab (18)
Monday, February 18, 2008
Blog Bicara, Ada Gitu?
Oleh Ibn Ghifarie

Pernah dengar blog yang bisa bicara? Ga mungkin kali.!!!

Kalau yang ngomongin blog banyak. Apalagi yang mengelola blognya seorang seleb. Tentu dapat dipastikan pengunjung dan yang memberi komentar juga membludak. Benerkan ?

Konon, Blog bicara merupakan review blog sekaligus mengajak pemilik blog untuk bercerita tentang blognya dan juga mengajak orang lain untuk bercerita atau mengomentari tentang blog tersebut, harap JaF

Menanggapi apa yang dibicarakanya Ia menjelaskan Blog Bicara bercerita tentang dirinya, sejarahnya, posting-postingnya, tanggapan pengunjung-pengunjungnya. ‘Pokoknya semua tentang dirinya, dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi orang lain yang ingin ngeblog, sesuai dengan misi Ayongeblog’

Program ini tidak serta merta hadir, tapi merupakan pengganti acara Pranala. Nah, kali ini Kali ini kami ingin menghadirkan acara yang sepenuhnya didedikasikan kepada dunia blog dimana kami mengajak pemilik blog untuk bercerita tentang blognya dan juga mengajak orang lain untuk bercerita atau mengomentari tentang blog tersebut. Mau disebut acara ulasan blog boleh, review blog juga bisa, tapi kami memilih untuk menyebutnya Blog Bicara.

Acara Blog Bicara hadir setiap hari Rabu pukul 20:35 WIB di Radio Singapura Internasional dan dipandu oleh Fika Rosemarie.

Menyoal bagaimana cara kita supaya mendengarkan program ngeblog ini, masih menurut JaF menguraikan; Pertama, Melalui Radio SW atau gelombang pendek di frekuensi 6120 KHZ (49 MB) atau 7235 KHz (41 MB). Kedua, Melalui siaran Streaming di internet. Caranya klik saja ke www.rsi.sg/indonesian, lalu klik PLAY di bagian siaran live. Ketiga, Melalui Satelit di AsiaSat 3S, Posisi 105.5 Derajat, Frekuensi 3706 MHz. keempat, Melalui Podcasting atau mendownloadnya dalam format MP3 melalui situswww.rsi.sg/indonesian (klik Podcasting di bagian tengah, lalu pilih edisi Blog Bicara.).

Hmm…setelah mendengarkan uraian singkat dari JaF. Masa ga mau lagi percaya soal Blog Bicara. Pasti keterlaluan dech…!!

So..silahkan klik program acara tersebut. Bila ada, maka langsung ikut nimbrung dan ngomentari kegiatan itu. Dijamin bermanfaat. Ok

Ayo Ngeblog, Ayo Ngoment Juga!! [[Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Komputer Ngeheng, 14/02/08;22.04 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 2/18/2008 02:16:00 PM   0 comments
Kitab (17)
Thursday, February 14, 2008
Aku, Valentine`s Day dan Seonggok Tumpukan Sampah
Oleh Ibn Ghifarie

Apa yang anda lakukan manakala hari Valentine`s Day (14 Februari) itu tiba? Aksikah, demokah, turun kejalan sambil meneriakan yel-yel, mengerumuni sekaligus merusak pusat pelataran seks, mengucapkan ‘Selamat Hari Valentine’, ataukah diam seribu bahasa.

Bila pertanyan itu dialamatkan padaku, maka aku tak akan menjawabnya. Terlebih lagi, melarang mereka untuk tidak melaksanakan acara Valentne. Namun, akan sedikit bercerita tentang kasih sayang. Sekedar pelipur lara di tengah-tengah kepenatan rutinitas pasca bencana. Pasalnya momen ini merupakan hari bersejarah bagi kelompok tertentu.

Mereka berusaha ingin membagi kebahagiaan satu sama lain (kaum adam dan hawa) dalam bingkai cinta kasih. Meski terkadang disalah-artikan. Hingga nyaris menuai protes dari golongan tertentu. Alih-alih mengikuti tradisi barat dan tak sesuai dengan budaya timur pun menjadi alasan mereka untuk berbuat semaunya. Konon, memasuki awal abad keempat sebelum masehi, bangsa Romawi terbiasa mengadakan pesta bagi Dewa Lupercalia (Lupercus).

Perhelatan akbar itu, dilaksanakan pada pertengahan bulan Februari. Tentunya, bersamaan dengan musim kawin burung. Perayaan hajatan Lupercalia itu, dianggap belum berhasil manakala setiap laki-laki atau perempuan belum mendapatkan pasangan masing-masing. Uniknya lagi, perjodohan tadi digelar dengan cara setiap gadis harus menuliskan namanya pada secarik kertas, kemudian dimasukkan ke dalam kotak. Begitupun sebaliknya. Para pemuda yang hadir diwajibkan mengambil kertas di dalam kotak tersebut secara acak. Walhasil, wanoja yang terpilih akan menjadi pasangan jajaka tersebut, hingga berujung pada kegiatan Lupercalia tahun depan.

Namun, seiring waktu sepenggal zaman dan kuatnya pengaruh Gereja Roma. Kehadiran acara perjodohan pun harus berujung di tiang gantung. Walau telah berlangsung cukup lama sekira 800 tahun tradisi luhur itu melekat sekaligus menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari masyarakat kala itu. Pasalnya, pesta pora itu dinilai bertentangan dengan iman Kristen, bahkan termasuk golongan kafir. Lagi-lagi setiap keadaan selalu hadir juru penyelamat bagi kaum lemah. Terlebih lagi, pada saat Kaisar Roma berada dalam genggaman Claudius II.

Ia memberlakukan peraturan yang melarang orang-orang untuk menikah. Tiba-tiba, seorang uskup dari Interamma bernama Valentine (270 M) berani memulai kembali kebiasaan tersebut. Meski dalam prosesi kegiatanya jauh berbeda dengan tradisi Lupercalian sebelumnya. Sudah tentu, secara diam-diam uskup Valentine mengumpukan kaum muda-mudi yang saling ‘silang rasa’ supaya dapat dinikahkan secara masal.

Di lain sisi, aktivitas Valentine itu sudah tercium oleh Kaisar. Sampai-sampai Ia murka terhadap sang Uskup. Alhasil, hotel predeo pun harus menjadi pilihan sekaligus rumah yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Tak hanya itu, ia bersama pengikutnya pula harus beribadah pada Dewa Romawi. Bila mereka enggan melaksanakan perintah penguasa, maka ia harus rela menangung akibatnya. Kematian pun menjadi buah kegigihanya (14/02/269 M). (The World Book Encyclopedia, 1998) Walau sebelumnya Ia harus mendapatkan cacian, makian, bogem, lemparan batu di tiang penyanggah dan dipenggal secara sadis. Hingga nyawanya pun mesti lepas dari jiwa raganya.

Namun, berkat keimanan yang kuat dan tebaran kasih sayang di penghujung titik nadir Ia masih sempat berpesan kepada kaum hawa saat menyembuhkan mata seorang gadis dari kebutaanya. Sang Mesias menulis catatan kecil bertajuk ‘From Your Valentine’. Semenjak itulah, ungkapan-ungkapan Valentine menjadi simbol hari kasih sayang. Hal ini terlihat dari Kebiasaan mengirim kartu Valentine. Meski tak ada kaitan langsung dengan St. Valentine.

Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998, Sinar Harapan 10/02/2003). Secara bahasa ‘Valentine’ berasal dari Latin yang berarti : `Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”.

Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, Tuhan orang Romawi. (www.korrnet.org) Maraknya aksi prostitusi berkedok panti pijat dan menjamurnya kematian bocah tak berdosa akibat hubungan di luar nikah serta tak diterima kembali di keluarganya membuat sebagian muda-mudi lupa diri, bahkan terlelap dalam kegelamouran pesta tersebut.

Nyatanya, kehadiran hari kasih sayang malah melanggengkan budaya lalim. Sebab bisa berakibat fatal bagi kaum hawa manakala terjadi perbuatan yang tak diinginkan. Ambil contoh hamil diluar nikah, penularan HIV/AIDS. Demikian penuturan dr Andik Wijaya SMSH, seorang Seksolog dari Surabaya. “Sekarang Valentine’s Day nuansanya cenderung romantis dan erotis,” tutur dr Andik.

Ini bukan omong kosong lho. Salah satu faktor yang mensukseskan erotisme saat perayaan Valentine adalah makanan khas Valentine`s Day berupa coklat. Emang kenapa dengan coklat? Menurut dr Andik, coklat mengandung zat yang disebut Phenyletilamine atau zat yang bisa membangkitkan gairah seksual. Nah lho.

Bukti lain, lanjutnya, pergeseran makna Valentine‘s Day, di Inggris 14 Februari malah dicanangkan sebagai The National Impotence Day (hari impoten nasional) dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman impotensi 2 juta pria Inggris. Sedang di AS lebih parah lagi. 14 Februari ditetapkan sebagai The National Condom Week (pekan kondom nasional).

“Maksudnya, kampanye nasional penggunaan kondom, karena tiap perayaan Valentine‘s Day diikuti peningkatan kasus HIV/AIDS. Padahal tingkat kegagalan kondom mencapai 33,3 persen,” imbuh dr. Andik. (www.dudung.net) Padahal, bangsa Indonesia sedang dirundung malang pelbagai musibah dengan silih berganti dan saling susul menyusul bencana.

Gundukan sampah pun pasca musibah kembali meminta perhatian kita. Karena pengekspersian kasih sayang tak selamanya harus berpesta pora. Atau sekedar tukar-menukar kado berupa cokelat, bunga, perhiasan, kaset/CD dan hadiah spesial lainya kepada pujaan hati.

Disadari atau tidak, perayaan dari budaya Barat ini pun telah diserap oleh orang-orang Indonesia. Sudah banyak orang Indonesia yang merayakannya dengan kebiasaan masing-masing. Bukankah membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan tumpukan lumpur tidak termasuk dalam bingkai kasih sayang pada lingkungan sekitar? Entahlah [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, pojok sekre Kere, 12/02;13.44 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 2/14/2008 12:33:00 PM   2 comments
Kitab (16)
Sunday, February 10, 2008
Imlek dan Solidaritas Antarumat Beragama
Oleh Ibn Ghifarie

Pasca di cabutnya Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 yang melarang segala aktivitas berbau Tionghoa dan SE Menteri Dalam Negeri Nomor 477/74054/BA.01.2/4683/95 oleh Presiden Abdurrahman Wahid membuat komunitas Tionghoa Indonesia sedikit lega.

Betapak tidak, setelah hampir 32 tahun silam golongan non-pribumi ini tak bisa hidup bebas di Bumi Pertiwi. Kini, geliat kebangkitan masyarakat keturunan China pun mulai kelihatan lagi. Terlihat dari maraknya perayaan kalender China, mulai dari Imlek, pergelaran barongsay di halayak banyak, hingga Peringatan 600 Tahun Pelayaran Cheng Ho Ke Semarang, Mengenang Sang Raja Laut (2005).

Chang Ho; Risalah Ajaran Islam
Padahal, keberadaan mereka sangat jelas memberikan andil begitu besar terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Khususnya, bagi penududuk Indonesia yang mayoritas beragama islam.

Kehadiran etnis Tionghoa tak bisa di pisahkan dari sosok Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut muslim yang tangguh. Awal keberadaan Islam di tanah Jawa pula yak hanya dari Arab (Mekah) dan India (Gujarat), melaikan bermuara dari Sam Po Kong. (Slamet Muljana;Jakarta, 1968).

Adalah Laksamana Cheng Ho atau lebih dikenal dengan sederetan nama-nama; Cheng Ho (Tionghoa Tradisional:鄭和, Tionghoa Sederhana: 郑和 , Hanyu Pinyin: Zhèng Hé, Wade-Giles: Cheng Ho; nama asli: 马三宝 Hanyu Pinyin: Ma Sanbao; nama Arab: Haji Mahmud; Sam Po Kong (1371 - 1435).

Cheng Ho merupakan seorang kasim muslim, pelaut sekaligus penjelajah China terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405-1433 saat kaisar Tiongkok Yongle (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming.

Orang nomer satu di Kaisar Yongle memiliki nama aslinya; Ma He, atau Ma Sanbao (馬 三保), berasal dari provinsi Yunnan, bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, tapi beragama Islam. Kala pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan dijadikan orang kasim.

Sejatinya kehadiran Hari Raya Imlek mestinya kita jadikan sebagai momentum evaluasi secara bersama, mulai dari nilai dinamika keberagamaan [antar, intra] kita, sampai sisitem pemerintah.
Pasalnya, tanpa kesadaran kolektif dari semua kalangan masyarakat niscaya sebuatan Nusantara yang toleran, terbuka akan semakin tenggelam. Beringas, murka akan semakin memperburuk pencitraan Indonesia di mata Internasional.

Tentunya, saling hujat-menghujat, bunuh-membunuh, kafir-mengkafirkan, hingga merusak tempat ibadah agama apa pula akn lebih semarak sekaligus membabi buta. Mengerikan memang.

Solidaritas Antarumat Beragama
Agama boleh berbeda-beda. Namun, pada dasarnya semua agama mengajarkan kebajikan dan perdamaian. Dalam agama islam dan Kong Hu Cu misalnya, terdapat banyak ajaran dasar mengenai kebajikan dan kedamaian. Hanya pengungkakannya yang berbeda.

Islam sendiri sudah bermakna salam (damai). Agama Konfusius senantiasa menyerukan sepuluh iman menjunjung Kebajikan (Cheng Juen Jie De) di bumi.

Bandingkan pula doktrin rahmatan lil alamin dalm islam dan Lima Sifat Kekekalan (Wu Chang); Ren (Cintakasih), Yi (Kebenaran/Keadilan/Kewajiban), Li (Kesusilaan, Kepantasan), Zhi (Bijaksana), Xin (Dapat dipercaya) dan Delapan Kebajikan (Ba De); Xiao (Laku Bakti), Ti (Rendah Hati), Zhong (Satya), Xin (Dapat Dipercaya), Li (Susila), Yi (Bijaksana), Lian (Suci Hati), Chi (Tahu Malu).

Di tengah-tengan keterpurukan bangsa dan konflik antar ras, suku dan agama kian menggebu-gebu. Tengoklah, hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) tentang "Toleransi Sosial Masyarakat Indonesia" yang dilaksanakan di 33 provinsi dengan 1.200 responden, menunjukkan tingkat toleransi antarumat beragama di negeri ini cukup rendah. Sebanyak 42,3% responden menyatakan keberatan jika penganut agama lain mendirikan tempat ibadah di lingkungannya. Hanya 38,1% saja yang tidak merasa keberatan. (detik.com, 7 Agustus 2006)
Jejak pendapat ini menunjukkan penghargaan masyarakat terhadap keberagamaan orang lain yang berbeda keyakinan dengan mereka masih tergolong amat rendah. Jika dikataakn tidak sama sekali.

Tentunya, pelbagai konflik pun sarat kepentingan ‘pemuka agama’. Hal ini menunjukan keterbukaan memang menjadi barang mahal ongkosnya. Belum lagi, kemelut yang menimpa satu agama menjadi perlengkap jarangnya dialog antar umat beragama. Semuanya memang mengerikan. Seakan-akan kehidupan beragama di negeri ini tak ramah lagi.

Belajar Dari Klenteng
Menilik ketidakharmonisan antar umat beragama. Mestinya kita menengok kembali terhadap Klenteng guna membangun solidaritas. Pasalnya, tempat ibadah itu memberikan kepada kita tentang keterbukaan, toleransi, dan keragaman.

Lihatlah, saat praktik ibadah. Pemeluk keturunan Tionghoa; agama Budha, Kong Ho Cu, Tao bisa bergandeng tanga di Kelenteng Tri Dharma. Satu atap lagi. Sungguh indah sekaligus syahdu. Seakan-akan perbedaan menjadi modal dasar dalam membangun kehidupan yang lebih bae lagi. (www.islamlib.com)

Kiranya, petuah ‘Perbedaan adalah rahmat’—ajaran islam pun telah diperaktikan oleh mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Beriringan Tahun Baru Masehi, Hijriah dan Imlek tak membuat kerukunan antar umat berkeyakinan semakin membaik. Malah saling mengecam satu kelompok agama dengan yang lainya. Hingga menyebabkan bentrikan dan berujung kepada kematian.

Nah, Bila memang perilaku ini yang terjadi dimanakah petuah Rasulullah Mencaci maki orang muslim itu kufur, sedangkan membunuhnya juga kafir.” (H R Bukhari-Muslim).
Jangankan untuk membunuh, saling caci-maki se-agama, atau antar beda keyakinan tak diperbolehkan.

Dengan demikian, sikap keterbukaan, toleransi dan menghargai keragaman menjadi modal utama dalam membangun solidaritas antarumat beragama. Apalagi saat menyambut datangnya Hari Raya Imlek [1 Imlek 2559]. Gong Xi Fa Cai ....!!. Semoga.

*Pegiat Studi Agama-Agama dan Pemerhati Kebebasan beragama.

[Pernah dimuat di Kompas Jabar, edisi 02 Februari 2008]

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 2/10/2008 10:15:00 AM   1 comments
Kitab (15)
Tuesday, February 05, 2008
Ayo Ngeblog, Ayo Ngoment Juga!!!
Oleh Ibn Ghifarie

Konon, keberhasilan satu komunitas blogger atau blog pribadi terlihat dari seberapa banyak komentar yang digondol sang pemilih rumah. Apapun postinganya.

Bila kesepakan ini yang menjadi tolak ukur, maka tulisan berbau porno atau situs blue akan kebanjiran tulisan dari pembaca budiman. Sungguh mengerikan.

Namun, dimata sebagian kelompok ngeblog tidak demikian. Pasalnya, komentar menjadi persyaratan yang tak bisa di tawar-tawar lagi saat menjadi anggota perkumpulan. Asyik bukan?

Mencoba mengikuti kebiasaan itu, Ayo ngeBlog! masih jauh tertinggalan jika dibandingkan dengan blog para selebritis. Kendati ada larangan ‘Jangan Komen di Blog Selebritis.!!’

Lihat saja, blog Dian Sastro, aktor kawakan ‘Ada Apa Dengan Cinta’ komentarnya sungguh pantastis. Betap tidak, dari 5 postingan teratas; Dian Iseng Maen Kuku (10); Banyak di Rumah, Dian Sering Bolong (34); Demo Mahkamah Agung (Dian Sastro) (10); Dian jadi Pembicara Seminar (23); Mahasiswa Abadi Noway! (29). Memang menarik untuk melontarkan kata-kata kepadanya.

Satu lagi, tengoklah blog Angelina Sondakh, mantan Putri Indonesia lebih mengejutkan lagi dari 5 urutan pertama; Batik In Netherlands (28); True Friendship, What Money Cant Buy (24); Eliminating Violance Agaits Childrent (17); My Best Frinds Wedding (11); Vacuumnya Hubungan Percintaan (56). Rasanya bersyukur bisa ikut nimbrung sekaligus terkenal di blognya.

Hingga tulisan ini diturunkan, di Ayo ngeBlog! masih belum seberapa. Coba cermati 5 judul awal; Blog Juga Hasil Karya Cipta; Menurut Anda Gimana? (2); Desain Baru, Semangat Baru! (9); Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Pa Harto (9); Kala Soeharto Ngeblog, Mungkinkah (19); Ekstrovert-Instrovert, Semuanya Cocok Dengan Blog (8)

Di akui atau tidak popularitas seorang pemilik blog dan ketenaran komandan komunitas blogger menjadi penentu kemunculan seberapa jumlah komentarnya.

Sejatinya kita mengkampanyekan Ayo ngeBlog! Ayo Ngomentar Juga. [Ibn Ghifarie]

Ayongeblog!!!

Cag Rampes, Pojok Komputer Ngeheng, 1/02/08;23.15 wib

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 2/05/2008 11:49:00 AM   2 comments
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.