'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Tulisan (10)
Wednesday, August 30, 2006
Boro-Boro Via Bank
published on 21 Juli 2006 | Berita Mahasiswa--Ibn Ghifarie

Perubahan IAIN menjadi UIN tak berbanding lurus dengan kebesaran namanya. Bila dulu pada saat IAIN hilir mudik kendaraan bermotor yang dapat menggangu proses belajar mengajar dapat diatasi dengan adanya Area Parkir.

Kini, dalam persoalan regisrasi pun masih menggunakan alat manual. Bahkan bagi sebagian mahasiswa sistem itu dinilai semberawut. Tentu tak ada budaya antri (20/07). Padahal, dua kali setiap tahun kita selalu menjalani rutinitas tersebut.

Ketidakjelasan sistem pembayaran SPP menuai pelbagai protes. Salah satunya dari Imam Syafi’ie, mahasiswa Fisika memberikan komentar, ’Cara seperti ini, membuat susah mahasiswa. Bukankah kita sudah menjadi Universitas,’ katanya.

Mian, mahasiswa Sosiologi pun angkat bicara ’Masa harus tetap mempertahankan tradisi lama. Padahal kampus kita sekarang sudah menjadi UIN, sambil memberikan contoh pada saat mendaptarkan saudarnya di satu perguruan tinggi swasta semuanya sudah memakai sistem bank dan mudah di akses oleh masayarakat luas, paparnya.

’Emang geus kitu eta mah. Hese pisan dirobahna. Ayeuna maha mendingan maca buku di Iqra,’ ungkap Sutisna, mahasiswa Aqidah Filsafat saat ditemui PusInfoKomp.

Menyoal sistem kuno itu, bagi Imam, ’Tak ada cara lain selain memakai sistem bank, supaya mudah dilakukan oleh mahasiswa,’ tegasnya.

Senada dengan Imam, Mian pun berujar, ’Mesti memakai bank. Kalaupaun ingin tetap memakai kebiasaan dulu, tolong bikin satu pintu, bukan banyak. Sungguh membuat semberawut kampus UIN, cetusnya.

’Boro-boro melaui Bank via transper dan sistem komputerisasi. Malahan Bank (BNI-red) yang mudah ditemukan dipelbagai daeraha saja. Malahan sekarang di ganti dengan Bank BRI (Bank Rakyat Indonesia-red), tutur salah seorang aktivis pergerakan yang tak mau disebutkan namanya saat ditemui PusInfoKomp.

Lain aktivis pergerakan, lain pula aktivis Primus (Pria Mushola), Mulyana, mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) berkata ’Mestinya memakai dua cara yakni lewat sistem bank dan manual. Karena tak semuanya mahasiswa yang kuliah di UIN ini berasal dari kota, tapi kebanyakannya dari pedesaan,’

Nyatanya peralihan IAIN menjadi UIN, tak selamanya dibarengi dengan tradisi baru dan semangat baru. Malah terkesan melestarikan budaya lama. (Boelldzh).

posted by ibn ghifarie @ 8/30/2006 10:50:00 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.