Kampus Pamflet
Oleh Ibn Ghifarie
Oleh Ibn Ghifarie
Quote:
Originally Posted by mifka Tak heran jika ada kawanku yang bilang, ini kampus pamplet. Apalagi jika setiap kali menjelang pemilu raya mahasiswa, pamflet lebih banyak, bahkan menjengkelkan. Celakanya, sobekan-sobekan pamflet kemudian malah tak ramah pada lingkungan kampus. Ujung-ujungnya membuat petugas kebersihan kewalahan dan kecapean. |
Kita bisa mengekspresikan apapun lewat pamplet, tetapi ingat, rawat lingkungan kampus. Jangan menempel pamflet dimana saja. Jangan menyobek pamplet dan membuangnya dimana saja. Setiap orang yang mencintai kampus ini, semua adalah petugas kebersihan. Jangan mentang-mentang ada petugas kebesihan kampus, kita jadi ogah memungut sampah dan senang membuang sampah sembarangan. Siapapun anda, bahkan rektor sekalipun, jangan malu memungut sampah disekitar anda, harus malu membuang sampah dimana saja. Bukankah dengan begitu kita turut mengurangi beban petugas kebersihan kampus. Pendeknya, kita bekerjasama, Pak rektor.
Memang benar, bila kita mencermati iseu-iseu menggelikan tentang kampus via Mabok (Majalah Tembok) atau Mading (Majalah Dinding). Rasanya tak berlebihan bila kita mengacungi dua jempol kepada Mifka yang mencoba mengurai media informasi itu dengan ramah lingkungan. Terkecuali jika benar kampus kita merupakan kampus pamflet.
Thus, mari kita membudayakan kebiasaan berdialog melalui pamflet tersebut. Sudah tentu, bukan dengan meyobek info, membakarnya. Apalagi dengan membung sampah sobekan berita itu bukan pada tempatnya. Namun, semuanya berawal dari mengangkat pena. Hidup nulis, nulis, nulis dan nulis. [Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, Pojok PusInfoKomp,16/09;23.56 wib
Memang benar, bila kita mencermati iseu-iseu menggelikan tentang kampus via Mabok (Majalah Tembok) atau Mading (Majalah Dinding). Rasanya tak berlebihan bila kita mengacungi dua jempol kepada Mifka yang mencoba mengurai media informasi itu dengan ramah lingkungan. Terkecuali jika benar kampus kita merupakan kampus pamflet.
Thus, mari kita membudayakan kebiasaan berdialog melalui pamflet tersebut. Sudah tentu, bukan dengan meyobek info, membakarnya. Apalagi dengan membung sampah sobekan berita itu bukan pada tempatnya. Namun, semuanya berawal dari mengangkat pena. Hidup nulis, nulis, nulis dan nulis. [Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, Pojok PusInfoKomp,16/09;23.56 wib