'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Mushaf (16)
Friday, December 22, 2006
Impor Beras; Bisnis Silumah
Oleh Ibn Ghifarie


Lagi, maraknya aksi impor beras dari pelbagai negara ke Indonesia menuai pelbagai kecaman. Pasalnya, pencaharian masyarakat Nusantara adalah bertani.

Sudah tentu, membanjirnya beras luar itu, dapat memperburuk sekaligus menjatuhkan hasil petani tradisional, mulai dari harga, kualitas dan kuantitasnya. Lantas dimanakah slogan 'Mari kita cintai prodak dalam negeri tersebut' atau itu hanya semacam jargon Orba setamat.

Namun, sejuta protes yang dialamatak kepada pemerintahan itu tak berefek apapun, malah kemarin pemerintah memutuskan akan mengimpor beras sebanyak 520 ribu ton. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla seusai memimpin rapat soal beras dengan sejumlah menteri di Jakarta. Perinciannya 320 ribu ton untuk menutup kebutuhan beras bagi rakyat miskin selama Januari-Februari 2007 dan 200 ribu ton untuk kebutuhan operasi pasar.

Dengan demikian, sepanjang 2006 sudah tiga kali impor beras dilakukan. Pada Januari sebanyak 110 ribu ton, pada Oktober 210 ribu ton, dan kini dalam waktu dekat bakal mengimpor sebanyak 520 ribu ton.

Selain untuk menjaga stok pangan pada posisi satu juta ton beras, kebijakan impor itu dibuat agar stabilitas harga terjamin. Harus diakui, harga beras belakangan kian tak terkendali meski operasi pasar telah dilakukan. Pemerintah berharap harga beras stabil di tingkat Rp4.500 per kilogram dan tidak melambung hingga Rp8.000/kilogram.(Media Indonesia, 22/12)


Alih-alih menjaga stok pangan nasional supaya tetap terjaga kebijakan impor beras pun terus berdatangan. Apalagi dapat memperbanyak masukan buat pemerintah.

Ironisnya, lagi beras yang dipakai untuk operasi pasar terutama di Jawa dan Sumatra berasal dari impor. Ini sama artinya dengan pemborosan devisa dan mau tidak mau membebani anggaran negara.

Padahal, nasi merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat (Jawa-Sumatra) yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Kecuali bagi penduduk Papua yang tak terbiasa makan padi melainkan sagu.

Dengan demikian, terbukanya keran impor beras setiap tahun mencerminkan rapuhnya politik pangan dan mandulnya diversifikasi pangan. Apalagi di tengah keragaman sumber daya pertanian, kegiatan mengonsumsi nasi terus berlangsung tanpa bisa dibendung dan ketergantungan terhadap beras telah menjadikan Indonesia rentan terhadap kelaparan dan rawan pangan.

Tak hanya itu, kehadiran bisnis nasi dapat memperkoyak sekaligus membuat arena perkelahian di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Pasalnya, tak sedkit para Dewan itu mencari ksempatan dalam kesempitan, hingga sebagian masyarakat beranggapan, derasnya arus imfor beras itu hanya akal-akalan penguas saja, supaya merauk keuntungan sebanyak-banyaknya.

Namun, wong cilik tetap makan nasi aking yang terus meroket tinggi harganya. Semula nasi ala hewan diharapkan dapat menjadi alternatif manakala beres tetap melambung tinggi. Nyatanya, nasi bercampur basi itu pula ikut-ikutan naik. Tentunya, sederetan sembalo pun ikut kecipratan naik.

Thus, impor beras merupakan bisnis siluman jangkan panjang. Yang tak berujung dimanakah beres tersebut? [Ibn Ghifarie]


Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 22/12;05.56 wib
posted by ibn ghifarie @ 12/22/2006 12:05:00 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.