'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Kitab (6)
Wednesday, September 19, 2007
Cucilah Mulut dan Puasakanlah
Oleh Ibn Ghifarie

Sejatinya kita harus membersihkan diri baik secara jasmani maupun rohani sebelum Ramadhan tiba. Tentunya, keimanan dan keilmuan tentang shaum menjadi modal yang tak bisa ditawar-tawar lagi sebelum bulan penuh maghfirah hadir.

Upaya membersihkan diri dalam tradisi sunda dikenal dengan sebutan Munggahan. Kebiasaan kuramas, makan bareng dan saling tukar-menukar makanan ke tetangga menjadi pemandangan yang tak bisa dipisahkan saat munggahan.

Di mata Ahmad Gibson Al-Busthomie menjelaskan munggahan berasal dari kata unggal yang berarti naik, puncak. Jadi munggahan satu upaya menaikan keimanan dalam waktu satu bulan, katanya.

‘Nah, sebagai simbol pembersihan diri dari segala kotoran maka cucilah mulut dan puasakanlah, sebab sumber segala dosa itu berasal dari mulut’, jelasnya.

Namun, puasa bermakna lain yang sudah berkeluarga. ‘Seperti saya. Sebab puasa bukan hanya menaikan keimana kita, tapi malah memperbanyak pengeluaran pengeluaran yang banyak dalam urusan rumah tangga,’ paparnya.

Logikanya begini, pengeluaran untuk makan Cuma pagi (saat sahur-red) dan petang (saat iftar—red), tapi apa yang terjadi menu makanan malah membengkap. Mengerikan bukan,’ tegasnya.

Lebih lanjut menuturkan coba apa yang terjadi jumlah makanan yang diperbanyak, bukan orangnya. Kalau dulu tidak, yang makannya banyak makan satu makanan, keluhnya.

Namun begitu, inilah wajah puasa sekarang. Salah satu bukti perut yang kenyang adalah maraknnya aksi pengrusakan, penutupan paksa para PKL (pedagang kaki lima-red). Seolah-olah umat islang ingin dihargai, bukan menghargai mereka yang tidak puasa, paparnya. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok DPR, 12/09/07;12.43 wib

Labels:

posted by ibn ghifarie @ 9/19/2007 01:41:00 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.