'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Kitab (13)
Wednesday, January 30, 2008
Kata Mereka; Pahlawan Nasional Bagi Soeharto
Oleh Ibn Ghifarie

Pemberian gelar pahlawan bagi almarhum mantan Presiden RI Soeharto menuai ragam pendapat, diantaranya;

‘Ya iyalah. Kan Bapak Pemabangunan. Kita bisa lihat hasil pembanguanya dari bangunan jalan (dari kota ke pedesaan-red), gedung menjulang tinggi. Kendati banyak menjual aset-aset negara dan hak kekayaan alam nusantara (hutan, kebun)’, Hikmat Servis Komputer.


Setuju. Karena telah bersaja pada bangsa. Yang terpenting lagi keberhasilan suatu bangsa diliat dari sejauh mana kesejahtraan rakyatnya. Nah, jika dibandingkan dengan kepemimpinan (Predsiden-red) sekarang. Soeharo jauh lebih membahagian rakyat ketimbang Presiden sekarang. Makanya sudah selayaknya mendapat gelar Pahlawan Nasional itu, Ogi Pelajar

Sudah selayaknya pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional terhadap Soeharto. Sebab telah berjasa dan termasuk putra terbaik bangsa, Dani Karyawan Markeeting

‘Bagi saya ga usah dimasukin kapada Pahlawan Nasional. Masa orang yang telah banyak membunuh masyarakat, seperti tragedi Tanjung Priok, G 30 SPKI, mau dikategorikan pahlawan. Lantas dimanakah hati nuraninya? Dian Aktivis Pergerakan Mahasiswa.

Nya kedah dileubetkeun atuh. Kumargi parantos berjasa pisan kan nagara urang. Cing cobi emut-emut waktos zaman Bapak Ato tara aya anu demo, kaributan jeung sajahtera [Ya mesti dimasukin. Karena telah berjasa terhadap negara kita. Tolong kita ingat kala pemerintahan Bapak Suharto jarang ada demo, keributan dan sejahtera], Udin Pedagang Kecil. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kelam, 30/01/08;17.23 wib

Labels:

posted by ibn ghifarie @ 1/30/2008 04:37:00 PM  
3 Comments:
  • At Thursday, January 31, 2008 9:14:00 AM, Blogger ki buyut mangun tapa said…

    kalo mau beri gelar pahlawan pada soeharto tanya kepada petani cengkeh, petani jeruk,korban tanjung priuk,talangsari, korban dukun santet,papua, aceh, orang yang di PKI kan, jangan tanya pada orang yang gak pernah di jajah suharto. yang tahunya jaman pak harto ga ada demo, lho gimana mau demo bisa di gebuk kalo yang ndak punya nyali. oh ya tanya aja sama rohnya Marsinah atau rohnya Safrudin wartawan bernas kasihan mereka di gebuki kodim dan peragawati ditje yang di bunuh keluarga cendana. smoga mereka dapat menuntut balas di alam kubur.

     
  • At Thursday, January 31, 2008 11:15:00 AM, Blogger ibn ghifarie said…

    Bila memang ingin mencoba berdialog imaginer dengan sosok Marninah dan Safrudin.

    Tentu jawabanya sudah tak lanyak lagi mendapatkan gelar pahlawan tersebuh.

    Namun, ini bukan zaman mereka, melaikan segala sesuatunya bisa ditukar dengan uang dan kekuasaan.

    Merebanknya, logika mayoritas yang kadung bersenggama dengan penguasa membuat gelar itu semakin mencuat, hingga penuntutan sebutan Pahlawan tersebut.

    Inilah potret indonesia; mau dibawa kemanakah negara tercinta ini?

    Rntahlah. Biar sang mahkamah agung menjawabnya. Yakni waktu dan sejarah.

     
  • At Sunday, February 10, 2008 12:18:00 PM, Anonymous Anonymous said…

    Hehe, tiap orang memang punya pahlawan masing2. Yaitu orang yg telah berjasa bagi kita. Seperti aku, pahlawanku adalah emakku. Hehe.
    Nah, masalah gelar pahlawan itu, ya masing2 saja.
    Yang merasa sudah diungtungkan, ya menganggap dia pahlawan. Dan sebaliknya, yg merasa dirugikan ya nyumpahin mati. Ups, kan udah mati yah. Ya sudah hidupkan lagi saja. Banyak yg masih penasaran kan? hehe..

    Thanks.
    Ary

     
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.