'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Suhuf (18)
Thursday, May 15, 2008
Ayat-Ayat Fitna Ala Indonesia
Oleh Ibn Ghifarie

PERANGI AHMADIYAH, BUNUH AHMADIYAH, BERSIHKAN AHMADIYAH DARI INDONESIA! ALLAHU AKBAR! Tidak apa-apa, kami yang bertanggungjawab! Saya pribadi maupun FPI maupun umat Islam yang lain, para ulama, bertanggungjawab. Kalau ada yang membunuh Ahmadiyah, bilang saja disuruh Ustad Sobri Lubis ... Tidak masalah. Kami siap tanggungjawab dunia-akhirat! BUNUH AHMADIYAH di manapun mereka berada!

--Tabligh Akbar di Kota Banjar, Jawa Barat, 14 Februari 2008—

Kala Geert Wilders, seorang anggota parlemen Belanda menenguarkan video film fitna yang berdurasi 17 menit dengan pidato seorang ulama yang diselingi dengan pelbagai gambar kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang Islam di pelbagai penjuru dunia. Maka pelbagai kecaman pun bermunculan dari umat islam dipenjuru duni. Tak terkecuali indonesia.

Pasalnya, film ini dibuat oleh orang non-muslim sekaligus telah menyutakan bar kebencian terhadap agama islam. Selogan teroris, radikal, fundamentalis, hingga sebuatan Muhamadanisme tak tereakan lagi.

Namun, bila melihat kondisi masyarakat beragama di Bumi Pertiwi ini video-video bernada hujat-menghujat, caci-memaki, kafir-mengkafirkan, bahkan saling bunuh-membunuh pula tak dapat dibendung lagi. Mengerikan memang.

Tabligh Akbar Membara
Ironisnya, perlakuan bengis sekaligus seruan untuk meniadakan nyawa itu dilakukan oleh agama Islam. Salah satunya, kisruh soal keberadaan Jemaat Ahmadiyah Indonesia dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pascapengeluaran 11 Fatwa tahun 2005. Semenjak itulah kelompok penganut Mirza Gulam Ahmad ini resah. Penghancuran mesjid, sekolah, pengusiran dan pembunuhan menjadi jalan fintas golongan-golongan yang tak sepaham denganya.

Acara Tablig Akbar juga menjadi riak-riak kemelut kian hadir. Mari kita tengaok kutipan-kutipan Ceramah di Banjar Jawa Barat, 14 Februari 2008 dengan menghadirkan penghotkbah; Sobri Lubis (Sekjend Front pembela Islam), M. Khattath, (Pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia), Abu Bakar Basyir (Pemimpin Majelis mujahidin Indonesia) dan Abdurrahman Assegaf (Panglima Gerakan Umat Islam Indonesia).

Ayat-Ayat Fitna
Layaknya model khutbah lainya. Keharusan pemberi nasihat untuk mengajak seluruh jemah supaya berbuat baik dan meninggalkan yang jelek (Amar Ma'ruf Nahi Munkar). Namun, apa yang terjadi benih-benih kebencian terhadap aliran yang berbeda dengannya semakin tumbuh dan berkembang. Apalagi saat para pemimpinya menyerukan untuk membunuh.

Lihat saja, pesan berapi-api itu, ” Kami ajak umat Islam ayo mari kita perangi Ahmadiyah, BUNUH Ahmadiyah di mana pun mereka berada, saudara! ALLAHU AKBAR!! Bunuh, bunuh, bunuh, BUNUH! Tidak apa-apa bunuh ... Kamu merusak akidah, darah kamu halal! Ahmadiyah halal darahnya untuk ditumpahkan. Persetan HAM! Tai kucing HAM!”

”PERANGI AHMADIYAH, BUNUH AHMADIYAH, BERSIHKAN AHMADIYAH DARI INDONESIA! ALLAHU AKBAR! Tidak apa-apa, kami yang bertanggungjawab! Saya pribadi maupun FPI maupun umat Islam yang lain, para ulama, bertanggungjawab. Kalau ada yang membunuh Ahmadiyah, bilang saja disuruh Ustad Sobri Lubis ... Tidak masalah. Kami siap tanggungjawab dunia-akhirat! BUNUH AHMADIYAH di manapun mereka berada!”

Para tokoh yang tidak sepakat dengan adanya pembubaran ajaran Ahmadiyah pun menjadi bulan-bulanan mereka.

"Sekarang banyak tokoh berusaha mencari muka membela Ahmadiyah. Coba lihat Wapres Jusuf Kalla. Dia bilang, biarkan Ahmadiyah beribadah sesuai dengan kehendak mereka ... Nauzubillah min dzalik ...

Coba lihat, Gus Dur ikut-ikutan membela Ahmadiyah. Dalam rangka apa? Dalam rangka menjilat Barat untuk dapat duit supaya nanti dapat dukungan agar bisa ikut jadi calon residen yang didukung sama iblis Amerika dan setan Inggris.”

Kita ingatkan kepada Presiden dan juga Wakil Presiden, jangan coba-coba mengambil kesempatan dalam kesempitan. Justru kalau kamu membela aliran sesat, kita akan nyatakan, ’Hey umat Islam, haram memilih calon-calon yang membela aliran sesat di negara ini.

"Maka kita ingatkan kepada Ahmadiyah, Hey Ahmadiyah kalau kamu ingin tenang dan aman di negeri ini silahkan taubat dan kembali kepada ajaran Islam. Akuilah setan Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi ... Kalau tidak mau juga maka silahkan, silahkan pilih agama lain. Jangan sebut dirinya agama Islam. Silahkan pilih agama apa, agama tikus kek.”

Kita ingatkan, Ahmadiyah jangan mengaku rumah ibadahnya sebagai Masjid. Masjid milik orang Islam. Kalau Ahmadiyah mau bikin tempat ibadah sendiri, sebut saja kandang, WC, terserah dia ...

Kendati ada yang bernada lunak, tapi virus kebencian semakin menjalar. Seperti yang ditulis oleh Ade Armando, salah satu staf Redaksi Majalah Madina menuliskan ”Saya memiliki rekaman pidatonya saat Sobri tampil dengan didampingi beberapa tokoh lainnya di hadapan ribuan umat Islam. Selain Sobri, ada pula Ir. M. Khattath, pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia, yang dengan lebih tenang -- dan dengan senyum dinginnya -- menyatakan bila pengikut Ahmadiyah tidak mau bertobat, hukumannya mati. Juga ada Abu Bakar Baasyir yang juga dengan tenang menyatakan hukuman bagi nabi palsu sederhana: kalau ditemukan, tangkap, potong leher”.

Menanti Kejelasan Pemerintah
Sejatinya pemerintah dapat mengambil sikap tegas dalam memecakhan persoalan ini tidak akan berlarut-lrut sekaligus membuat geram golongan yang tak sepaham dengan Ahmadiyah.

Bila penguasa masih lembek, maka wajar jika Abdurrahman Assegaf itu berfatwa: ”Darah Ahmadiyah halal,” Lalu, Umarela ini berkata pula: ”Insya Allah, dalam waktu dekat, bila pemerintah tidak menutup Ahmadiyah, jangan kami disalahkan bila kami akan memberantas mereka ...”

Kehadiran SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri Dalam Negeri, Agama dan Jaksa Agung. Malah akan memperkeruh kisruh antar umat islam tersebut.

Nah, bila pemangku jabatan akhirnya mengelurkan SKB 3 Menteri itu berarti kita telah menzalimi jutaan warga warga Indonesia dan membiarkan kekuatan anti-demokrasi berkedok agama unjuk gigi mengarahkan politik di negara ini.

Diakui atau tidak Indonesia memang bukan negara islam, tapi bukan juga negara sekuler, melainkan sebuah agama sebuah negara hukum yang percaya pada perlindungan HAM sebagaimana tertuang dalam deklarasi Universal HAM dan UUD 1945.

Mengamini Geert Wilders
Kiranya, pemerintah malah ribuat menaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) dan para ulama terus menabur kebencian terhadap Ormas (Organisasi Masyarakat) yang berbeda dalam menafsirkan Waaro Satul Anbiya berarti kita telah mengamini pernyataan Geert. Seperti komentar-komentar yang dimuat oleh Jihad Wach (18/04), diantaranya; ”(Geert) Wilders pasti tersenyum ... apa yang terjadi di Indonesia menunjukkan bahwa filmnya tak terlalu jauh dari kenyataan. Apakah ini langkah pertama menuju negara Islam dan menuju kekalifahan pan-Asia?

Selama ini saya tahu bahwa konstitusi Indonesia sungguh bagus. UUD mereka mencakup banyak hal termasuk semangat nasionalisme dan pluralisme. Masalahnya, Indonesia saat itu berada di bawah ancaman Wahabisme, yang mendakwahkan ekstremisme Islam...Oh, jadi di Indonesia, kaum Ahmadiyah terlalu cinta damai untuk menjadi bagian dari arus utama Islam?

Ini menunjukkan bagaimana Islam tidak akan pernah mengalami reformasi. Reformasi itu anti-Islam.

Sebuah negara muslim moderat mendemonstrasikan apa makna moderat sesungguhnya dalam Islam. Pada akhirnya kita melihat ada kaum muslim yang ingin menjelmakan agama mereka menjadi agama perdamaian, dan yang mereka peroleh adalah tendangan di bokong.

Mereka itu tolol sekali ya?
Di dalam Islam tidak ada nalar. Ini adalah contoh terbaiknya. Menakutkan!
Orang-orang Islam di Indonesia itu akan mengusir kaum Ahmadiyah atau membunuhi mereka?

Bila Ahmadiyah mendakwahkan cinta pada semua orang, sementara Hizbut Tahrir mendakwahkan kebencian pada demokrasi dan penggulingan negara-negara yang ada, mengapa pemerintah Indonesia lebih khawatir dengan Ahmadiyah ketimbang dengan ideologi anti-demokrasi Hizbut Tahrir? (Madina No 5 Mei 2008)

Bukankah perbuatan kita itu lebih fitna dari Geert? Entahlah. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Bumi Abdi 12/04/08;23.37 wib dan Pojok Komputer Ngeheng 13/05/08;23.56 wib

Labels:

posted by ibn ghifarie @ 5/15/2008 01:47:00 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.