'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Mushaf (14)
Monday, March 15, 2010
Pesan Nyepi
Oleh IBN GHIFARIE
(Artikel ini dimuat pada Opini Pikiran Rakyat, edisi Senin, 15 Maret 2010)

Mampukah kehadiran Hari Raya Nyepi (1932 Saka) yang jatuh pada 16 Maret 2010 tidak hanya merayakan melasti (pertobatan); tawur (mengembalikan keseimbangan alam, manusia); catur brata Nyepi (empat ritual puasa; amati geni/tidak menyalakan api; amati karya/tidak melakukan pekerjaan sehari-hari; amati lelungaan/tidak bepergian; amati lelanguan/ tidak menghibur diri, tetapi dapat menebar sifat kerukunan dan antikekerasan supaya bangsa Indonesia ini bisa keluar dari pelbagai kekerasan, kejahatan, dan maraknya aksi terorisme.

Umat Hindu menyakini berkah terdalam dengan adanya peringatan Hari Raya Nyepi adalah menahan diri (introspeksi, penyucian) dari segala tindakan, ucapan dan perbuatan kotor, jahat, yang ada dalam diri kita.

Pasalnya, segala bentuk kejahatan berawal dari hawa nafsu (ahangkara) dan tempatnya berada dalam indra, pikiran, dan kecerdasan. "Indria-indria, pikiran, dan kecerdasan adalah tempat duduk hawa nafsu tersebut. Melalui indria-indria, pikiran, dan kecerdasan hawa nafsu menutupi pengetahuan sejati makhluk hidup dan membingungkan" (Sloka 3.40).

Menahan Hawa Nafsu

Prosesi catur brata Nyepi petanda nyata dari upaya menahan hawa nafsu. Bila kita kuat menguasai ahangkara, maka akan menjadi orang bijaksana dan bersatu dengan Brahman. Taani sarvaani samyamya/Yukta asita matparah/Vase hi yasye`mdriyani/Tasya prajna pratisthita (Bhagawad Gita II. 61).

Rupanya ajaran Hindu mewartakan pentingnya ahimsa (tidak menyiksa atau membunuh) dan awyawaharika (sikap damai dan tulus), karena perilaku ini merupakan dua dari lima unsur pengendalian diri (panca yama brata: ahimsa, brahmacari, satya, awyawaharika, asteya).

Menurut I Gusti Ngurah Gorda (2004;8) Perbuatan ahimsa harus dimulai dari pikiran (manacika) menuju wicara (wacika), dan berakhir pada laku (kayika atau tri kaya parisuda).

Mari tengok beberapa Sloka tentang ahimsa yang ditulis Yudhis Muh. Burhanuddin, Magister Ilmu Agama dan Kebudayaan, Universitas Hindu Indonesia, Denpasar Bali: Tuhan berkata ”Tuhan menciptakan manusia untuk berbicara lemah-lembut dan santun” (Yajur Weda, XXI.61); Tuhan berjanji ”Orang-orang yang ramah dan lemah-lembut dalam ucapannya akan memperoleh karunia-Nya” (Yajur Weda, XIX.29); Dia berseru kepada kita semua, ”Wahai umat manusia, satukanlah pikiranmu untuk mencapai satu tujuan dan satukanlah hatimu, satukan pikiranmu dengan sesama, dan semuanya tinggal dalam pergaulan yang harmonis” (Rig Weda, X.19.4).

Dalam praktik kehidupan sehari-hari, kita wajib menjalankan sikap ahimsa dan awyawaharika, bila tidak maka akan dikategorikan manusia hina dan terkutuk.

Pesan ini termaktub dalam Bhagawadgita, XVI.20, Tuhan mengingatkan kita, ”Mereka yang kejam dan pembenci, adalah manusia paling hina di dunia ini, yang Aku campakkan berkali-kali ke dalam kandungan raksasa.”

Harus diingat, setiap agama mengajarkan perdamaian, kebajikan, dan melarang perilaku buruk sekaligus mengutuk segala bentuk aksi terorisme yang terjadi di Indonesia ini.

Inilah makna terdalam Nyepi dalam memerangi aksi terorisme. Selamat Hari Raya Nyepi.***

IBN GHIFARIE, alumnus studi agama-agama Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan bergiat di Institute for Religion and Future Analysis (Irfani) Bandung.



Labels:

posted by ibn ghifarie @ 3/15/2010 11:04:00 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.