'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Goresan (3)
Wednesday, August 30, 2006
Mahasiswa UIN SGD Bandung Impikan Bank BMT
published on 21 Juni 2006 | Berita Mahasiswa--Ibn Ghifarie

Dalam rangka Gebyar Mu’amalah, HIMA (Himpunan Mahasiswa) Mu’amalah Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN SGD Bandung menggelar acara Seminar Nasional Ekonomi (19/06) bertajuk “Prospek Lembaga Keuangan Syari’ah Dalam Pengembangan Usaha Sektor Riil” di Auditorium UIN SGD Bandung dengan pembicara; Ir. Muhammad Syakir Sula (Sekjen Masyarakat Ekonomi Syari’ah; Praktisi), Dr. H. Hendi Suhendi, M.Si (Dekan Fakultas Syari’ah UIN SGD Bandung; syari’ah), Luqiyan Tamanni M.Ec (Dosen STIE Tazkia Jakarta; Akademisi).

UIN berada di fihak mana?“Ini merupakan salah satu dari empat rangkaian acara Gebyar Mu’amalah yang akan digelar, yaitu: Pameran buku, Seminar, Festival Nasyid dan Lomba karya tulis” demikian ungkap Hasbi selaku ketua HMJ Mu’amalah ketika di temui Pusinfokom.

Membincang Prospek lembaga keuangan Syari’ah di masa mendatang mendapat tangapan serius dari Syakir. Ia menyatakan, perkembangan bank Syari’ah masih terlalu lambat dibandingkan dengan bank konvesional. Apalagi nama itu masih sedikit asing di telinga masyarakat. Pasalnya sosialisasi dari kelembagaan terkait di nilali masih kurang mempuni, ungkap Pria kelahiran Palopo Sulawesi Selatan itu.

“Respon masyarakat terhadap bank syari’ah masih biasa-biasa saja,” kata Ketua Asosiasi Syari’ah Indonesia.

Namun, meskipun begitu, Alumnus Unpad itu, beharap mudah-mudahan dengan diadanya seminar ini dapat membuat kualitas SDM yang lebih baik guna tercapainya masa depan Pebankkan Syari’ah yang lebih baik. Apalagi semuanya telah tersedia di jurusan Mu’amalah, ujarnya.

“Lembaga keuangan Syari’ah diharapkan dapat menjadi pencerahan terhadap umat Islam. Tentunya guna membangun ekonomi islam di tengah-tengah maraknya perekonomian kapitalis dan sosilais” ungkap Hendi Suhendi.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Fakultas Syariah menambahkan keoptimisan prospek lembaga keuangan syari’ah tersebut dapat dan memberikan nuansa baru bagi kesejahteraan rakyat, papar Pria agak gemuk itu.

Bagi Luqyan, kehadiran bank syari’ah merupakan jawaban atas kerinduan umat terhadap bank yang bebas dari bunga, ungkapnya.

Lebih lanjut, Pria jebolan Unpad itu menambahkan kemunculan bank tersebut di harapkan menjadi pemicu bagi bangkitnya usaha halalan dan tayyiban serta merupakan salah satu lembaga yang harus ada dalam sistem perekonomian Islam, kata pembantu I STIE Tazkia itu.

“Meskipun ada tantangan yang berat guna meningkatkan pemahaman aspek perbankkan syari’ah kepada calon nasabah terutama pelaku bisnis. Tak lain karena minimnya pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap konsep-konsep pembiyaan bank syariah serta dunia bisnis dalam perbankkan syari’ah”. ungkap mantan ketua ICMI orsat Bandung Timur itu.

Sebelum acara dimulai, lantunan nada yang bernapskan islam dari salah satu personil “Nanda Nasyid” pun mewarnai hajatan tersebut. Meskipun, suasana seminar ini tidak terlalu mendapatkan perhatian lebih dari civitas akademik, kecuali mahasiswa mu’amalah dan pegiat serta pemerhati masalah ekomoni-syariah. Terlebih lagi perhelatan akbar itu tidak gratis, tapi harus bayar; mahasiswa SI Rp 10.000,00-, S2 Rp 50.000,00- dan umum/praktisi Rp 75. 000,00- . Hal itu diungkapkan, Wildan mahasiswa MKS “walaupun pembicara Dr H Muhammad Syafi’i Antonio, M.Sc, Direktur STIE Tazkia berhalangn tidak bisa hadir, saya kita seminar ini cukup berkesan, karena dapat menghadirkan pembicara-pembicara yang ahi dalam bidangnya, kata Pria asal banjaran itu.

Menyinggung ketidak hadiran nara sumber orang nomor satu Tazkia itu, Islahul Karimah, Ketua Oc berkata “kita sudah berusaha semaksimal mungkin, bahkan dua minggu sebelum hari H, beliau bersedia. Namun, ketika di konfirmasikan lebih lanjut Ia tak bisa hadir, karena ada satu. maka sebagai penggantinga Ia memandatkan pada Luqyan Tamanni, ungkap Perempuan asal Palembang itu.

Terlepas dari ketidak hadiran salah satu pemateri itu, perempuan agak gemuk itu menambahkan “terselengaranya kegiatan ini merupakan upaya mewujudkan ekonomi Islam di kalangan akademik. Salah satunya dengan membentuk BMT (Bank Muamalah At-Tanwil) di kampus UIN, papar mahasiswa muamalah semester VIII itu.

Senada dengan Islahul, Hasbi pun angkat bicara “di gelarnya acara ini guna mewujudkan perekonomian Islam di kalangan akademik, katanya.

Namun, bagi Wildan pembuatan BMT itu mesti melibatkan semua kalangan. Terutama mahasiswa MKS, kata mahasiswa MKS semester II itu. (Banu, Boelldzh)

posted by ibn ghifarie @ 8/30/2006 11:18:00 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.