'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Guratan (4)
Wednesday, October 04, 2006
G-30-SPKI; Mengeja Kecelakaan Sejarah

Oleh Ibn Ghifarie

Memasuki tanggal 30 september kita selalu dihadapkan pada satu peristiwa mengerikan, nanar, hingga nyaris hanyut dalam pangkuat sejarah ganjil. Betapa tidak, sebagian masyarakat menggugat tentang kebenaran PKI sebagai biang kerok kejadian tersebut.

Laksamana september kelabu. Kini, anggapan miring terhadap kaum komunis pun mulai perlahan-lahan dibantahnya. Seperti yang dilakuakn oleh Imam Soedjono dalam buku Yang Berlawan: Membongkar Tabir Pemalsuan Sejarah PKI, (2006;350) dan ditulis ulang oleh Syahrul Kirom dalam Media Indonesia (03/10)

Menurut Imam Soedjono, pemberontakan PKI 1926 harus dipahami sebagai bentuk perlawanan rakyat melawan kolonialisme. Sementara itu, peristiwa Madiun 1948 sebagai pemberontakan dalam mempertahankan diri dari serangan yang dilancarkan Red Drive Proposal (usulan pembantaian kaum merah) yang didanai Amerika Serikat (AS) untuk membendung kekuatan komunisme. Artinya bukan lagi pemberontakan antara PKI dengan pemerintah. Melainkan perseteruan rakyat jelata dengan penguasa modal.

Lagi, karena kuatnya pencitraan dan stereotip masyarakat terhadap PKI tetap buruk. Sejarah PKI yang sering disalahpahami di antaranya peristiwa pemberontakan PKI 1926, peristiwa Madiun 1948, dan peristiwa G-30-S serta pembantaian tokoh-tokoh Indonesia.

Tak salah kirannya, jika kemudian terjadi praktik rekayasa, manipulasi, imajinasi, penggelapan, pemalsuan, dan penghitaman peristiwa sejarah. Misalnya melalui buku-buku sejarah, pidato kenegaraan, film, khotbah, pemberitaan pers, khotbah agama, kemudian dijadikan suatu kebenaran.
Dengan demikian, upaya penghitaman sejarah komunis merupakan salah satu bentuk kecelakaan sejarah. Pasalnya, tak selamanya benturan sekaligus nyawa sebagai imbalanya dalam mempertahankan diri dari cengkaraman penguasa lalim.

Alih-alih menyelamatkan pancasila dari segala bentuk rong-rongan paham-paham tak berTuhan (ateis) dan melanggengkan kekuasaan Orde Baru (OrBa), Soeharto berusaha menutup-nutupi peristiwa sebenarnya, hingga dalam ranah keilmuan sejarah pun Ia berupaya menyeragamkan para sejarawan. Sudah tentu, bila mereka tak mau mengikuti selera Bapak Pembanguna, maka tunggu pembalsanya.

Pertanyaannya, bukankah ketika terjadi pemasungan secara besar-besaran terhadap ruang Intelektual. Hal ini merupakan kecelakaan sejarah? Ironis..[Ibn Ghifarie]

Cag Rampes,Pojok PusInfoKomp,03/10;08.34 wib.
posted by ibn ghifarie @ 10/04/2006 04:32:00 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.