'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Kitab (7)
Monday, February 05, 2007

Negeri Multi Bencana

Oleh Ibn Ghifarie

Laksamana di negeri multi bencana. Setelah peristiwa yang satu berlalu, datang bencana baru. Seolah-olah Bumi Pertiwi ini enggan terlepas dari sederetan bencana yang tak berkesudahan tersebut. Meski mengisahkan trauma yang begitu mendalam bagi sang korban bencana. Nyatanya, alam berkehendak lain sekaligus menunjukan kekuatanya.

Bila pada musim kemarau datang kekeringan, kebakaran hutan dan kelaparan acap kali mendera bangsa Indonesia. Tak lain, akibat hujan tak kunjung datang.

Kini, di musim penghujan tiba kehadiran air pun, malah berubah menjadi laknat, bukan rahmat. Tengok saja, banjir yang menimpa Ibu Kota. Hingga hari ini, Banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya, selain merendam ribuan rumah juga telah menelan banyak korban jiwa. Berdasarkan data yang diperoleh Metro TV hingga Senin (5/2) sekitar pukul 08.00, jumlah korban meninggal mencapai 29 orang. (5/02)

Dengan demikian, banjir seakan menjadi ritual tahunan dan terus terjadi berulang-ulang. Ia telah dianggap rutin dan lumrah. Seolah-olah menjadi bagian dari ritme kehidupan yang harus dilalui.

Ironis memang. Di tengat-tengah pengupayaan penanggulangan bencana dan sejatinya Jakarta terlepas dari siklus lima tahunan bencana tersebut, malah terkena malapetaka. Padahal, pelbagai upaya untuk menanggulangi kepungan air ke Ibu Kota telah banyak dicoba. Proyek Banjir Kanal Barat, yang berhulu di Sungai Manggarai dan berhilir di Muara Angke, memang telah dibangun. Namun, proyek Banjir Kanal Timur bernilai Rp4,9 triliun dan telah diresmikan presiden pada 2003 kini mandek (Media Indonesia, 01/02).

Nyatanya, banjir masih menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa Indonesia. Kehadiran menejemen bencana pun masih sebatas wacana semata. [Ibn Ghifarie]


Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 03/02; 23.24 wib dan 05/02; 09.34 wib
posted by ibn ghifarie @ 2/05/2007 06:00:00 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.