'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Kitab (5)
Wednesday, May 09, 2007
Sekali Lagi, Bubarkan IPDN
Oleh Ibn Ghifarie

Lagi, kasus kekerasan kembali terjadi di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Sumedang, Jawa Barat. Seolah-olah Institut Jagal Jatinangor itu tak jera. Malah kian membabi buta sekaligus melanggengkan tradisi barbar tersebut.

Aneh memang. Mestinya kehadiran pencetak pemimpin masa depan itu harus bersikap arif dalam menyelesaikan segala persoalan, bukan dengan cara bogem.

Fenomena Gunung ES
Kendati pemukulan terhadap Nanda Rizky, Seorang praja muda asal Aceh bukan kali pertama, bahkan tak terhitung jumlah praja yang mengalami perbuatan sama.

Pristiwa tak terpuji itu membuahkan luka di bagian telinga karena dikeroyok praja dari daerah Papua. Akibat luka itu, Rizky harus mendapat tiga jahitan.

Menurut Kepala Polres Sumedang AKBP Budi Setyawan, penganiayaan terjadi Ahad (6/5) malam di Barak Jawa Barat. Kejadian berawal ketika Rizky ditegur oleh Dominggus Nusagalang, praja asal Papua, karena kedapatan merokok di lingkungan barak. Karena tegurannya diabaikan, Dominggus langsung memukuli Rizky dan empat rekannya.

Setelah itu, Rizky kemudian dilarikan ke klinik asrama IPDN karena mengalami luka di telinga bagian kiri. Sementara Dominggus Nusagalang diperiksa di Polsek Jatinangor. Empat rekan Rizky yang menjadi korban kekerasan juga diminta keterangan serupa. (Merto TV, 07/05)

Tak hanya itu, sisi kelam IPDN pun mulai terkuak kembali. Seakan-akan terbongkarnya sindikat penjualan narkoba dan seks bebas petanda bobroknya lembaga proyek Rudini tersebut. Seperti yang dilansir Metro (08/05)

Tiga orang praja nindya IPDN harus menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat karena kedapatan mengkonsumsi narkoba. Menurut Kepala Bagian Pengasuhan IPDN Ilhami Bisri, ketiganya ditangkap Ahad malam. Dari hasil tes urine diketahui kencing ketiganya mengadung zat-zat psikotropika. Polisi kemudian memeriksa kamar ketiganya dan menemukan narkoba.

Selain tiga praja IPDN, polisi juga telah menangkap seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri berinisial JMG yang diketahui sebagai pemasok narkoba. Hingga kini keempat orang mahasiswa tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif guna penyelidikan lebih lanjut. Mereka kini mendekam di Ruang Tahanan Markas Polda Jawa Barat.

Menyikapi pelbagai persoalan ganjil itu, Komisi Disiplin Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), menggelar rapat di Kampus IPDN (8/5), untuk merumuskan hukuman terhadap para praja yang terbukti mengkonsumsi narkoba jenis ganja. Ketiga praja tersebut adalah Rizaldo, Lazuardi dan Lan Maulana.

Johannis Kaloh, Pelaksana Tugas Rektor IPDN mengatakan, kepada para praja yang kini mendekam di tahanan Polda Jawa Barat ini, pihak IPDN akan memberikan sanksi yang tegas berupa pemecatan atau penurunan pangkat.

Selain ketiga praja itu, pihak IPDN juga akan memberikan sanksi kepada praja Rominus Nusanggala, tersangka kasus pemukulan terhadap praja IPDN asal Nanggroe Aceh Darussalam, Nanda Rizki.

Segera Bubarkan IPDN

Menyoal perbuatan praja yang kadung berwatak preman. Tak ada cara terbaik dalam menyelesaikan mata rantai kebiasaan biadab itu selain dengan menutup segera sekaligus membubarkan IPDN tersebut.

Sejatinya kita, harus mengamini pernyataan Arif Rahman, pakar pendidikan menilai perlakuan tak wajar itu bukan saja dikategorikan sebagai kekerasan dalam pendidikan, tapi sudah termasuk pada kategori premanistik.

Untuk itu, dalam meminimalisir kekerasan tersebut, tak ada cara lain selain pangkas satu generasi. Yakni dengan cara menutup IPDN sekurang-kurangnya empat tahun.

Walau pembubaran IPDN bukan satu-satunya cara dalam mencegah praktik adu tojos. Pasalnya, selama manusia berwatak barbar, maka selam itu pula kekerasan akan terjadi di bumi ini.

Nah, paling tidak dengan pemutusan jaring-jaring pendisiplinan tubuh itu, negara dapat menghemat anggaran yang selama ini digunakan untuk membiayai IPDN. Bukan malah, rame-rame membuat tim penanggulangan korban kekerasan IPDN.

Sudah tentu, mengeluarkan alokasi yang tak sedikit dalam pengusutan tuntas kematian Cliff Muntu dan belum tentu membuahkan hasil yang memuaskan.

Ketidak berhasilan tim itu, terbukti dengan tampilnya kebiasaan kekerasan yang menimpa Nanda Rizky oleh praja seniornya.

Dengan demikian, sekali lagi pembubaran IPDN patut untuk diprioritaskan pemerintah dalam mengatasi berbagai kekerasan di IPDN. Haruskan kita tetap melanggengkan budaya kekerasan dalam mencari pemimpin bangsa? [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 08/05;23.36 wib

Labels:

posted by ibn ghifarie @ 5/09/2007 08:45:00 AM  
1 Comments:
  • At Thursday, May 10, 2007 2:45:00 PM, Anonymous osenk said…

    udah banyak penguatan untuk membubarkan IPDN... apa pemerintah masih mikir IPDN bisa menguluarkan orang2 yang bisa menyelesaikan masalah bangsa yang seabrek, dengan pola pendidikan seperti itu?

    kalo menurutku, bubarkan saja sementara... stop penerimaan...

     
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.