'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Kitab (18)
Tuesday, November 13, 2007
Dialogkanlah
Oleh Ibn Ghifarie

‘Dialogkanlah antarumat beragama dan tumbuh kembangkan sikap toleran dalam menyikapi perbedaan yang ada. Termasuk maraknya alira-aliran yang dianggap sesat oleh kelompok tertentu, cara jitu yang ditawarkan oleh Ida Bagus Ray Adyana, ketua bidang Pendidikan Parsada Hindu Kota Bandung dalam acara Dialog Antaragama di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Se-Jawa Barat bertajuk ‘Menanamkan Nilai-nilai Toleransi Antar Umat Beragama Menuju Kesusksesan dan Kedewasaan Hidup’ yang diadakan oleh BEMJ (Badan Eksekutive Mahasiswa Jurusan) Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin di Auditorium UIN SGD Bandung, selasa (06/11)

Maraknya aliran-aliran ganjil yang merasuki kalangan muda bermula dari bobroknya system pendidikan kita demikian ungkap Edy Putranto, dosen Universitas Katolik Parahyangan dan wakil Gereja Mahasiswa (GEMA) Katolik, pendikikan sekarang ada kecenderungan untuk meninggalkan aspek-aspek spiritualitas dan hanya mengedepankan kemapanan lembaga agama.

Pendidikan agama hanya sekadar doktrin semata. Sudah tentu, menjadikan pemahaman yang sempit dan kaku,’ paparnya.

Nah, sikap toleran dan sering diadakan ruang-ruang dialog sangat diperlukan dalam menimimasilir terjadinya konflik yang berkepanjangan, tambahnya.

Lemahnya kepemimpinan dan tak ada figur menjadikan kaum intelek ikut membidani sekaligus menumbuhkembangkan pemahan berbeda tersebut bagi Abdul Rozak, mantan Dekan Ushuluddien menjelaskan ‘Justru karena tidak ada sosok pemimpin yang di idola, dan para pemuka agama sibuk dengan urusan pribadinya, pemahaman ini cepat berkembang,’ katanya.

Berdeda dengan Rozak, Suwarno M Sered, Direksi Head Of Coreforate Djarum Super nunuturkan, lebih pada cara menghormati perbedaan yang ada. Bukan mempersoalkannya.
Sejatinya keragaman dan toleransi merupakan modal utama yang harus dikembangkan dalam memperbaiki peradaban bangsa Indonesia ini supaya tercipta individu dan masyarakat yang mimiliki tanggungjawab dan masa depan lebih baik, tandasnya.

Hadir pula dalam acara itu, Agung Nogroho (Wakil Gereja Ilmupengetahuan Jakarta); Js Sukojo S Bambang, ST (Wakil Majelis Agama konghucu Indonesia). [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Auditorium,06/11/07;12.56 wib

Labels:

posted by ibn ghifarie @ 11/13/2007 04:52:00 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.