'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Coretan (13)
Wednesday, October 04, 2006
Geliat Mahasiswa Pun Tak Kunjung Selesai
published on 4 September 2006 | Berita Mahasiswa--Ibn ghifarie

A H Nasution--Memesuki hari pertama di mualinya proses belajar mengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) SGD Bandung mengisahkan berbagai ragam cerita. Mulai yang mengeluh kesal, bahagia, sampai berbuat aksi turun kejalan.

Pagi hari yang cerah itu, tak seperti hari-hari biasanya geliat mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati pun mulai kelihatan batang hidungnya, setelah berapa bulan sepi dari pelbagai kegiatan civitas akademik. Tengok saja, di pelataran mesjid ikomah hampir di setiap penjuru di dapati mahasiswa sedang melingkar; di daerah sekira DPR (di bawah Pohon Rindang) pun di padati puluhan mahasiswa sedang ngumpul bareng; di depan fakultas dan ruang perkuliahan masing-masing pun tak luput di banjiri lautan mahasiswa. Pasalnya, mereka sedang memasuki hari pertama kuliah tahun ajaran 2006/2007 (04/09).

Pemandangan tak biasa itu, membuat salah satu mahasiswa angkat bicara, sebut saja, Dodi berujar, ‘bener pisannya meni pinuh jeung rame pisan kampus the, bari nunjuk ka Mesjid Ikomah, katanya.

‘Alah meni loba pisan wajah-wajah brondong (sebutan bagi perempuan penjaja cinta-red), sambil melihat ke daerah sekira Aula Gedung Student Center ’, cetus mahasiwa yang tak mau di sebutkan namanya.

Menyoal hari pertama proses belajar-mengajar. Nyatnya, sebagin mahasiswa menyimpan sejuta kekecewaan, cacian, makian terhadap birokrasi kampus. Seperti yang di alami oleh Tedi Taufik, mahasiswa Sosiologi, ‘Pusing euweuh dosen euy. Jauh-jauh ge ti kosan saya datang ka kampus rek di ajar, eh malah euweh dosena. Padahal geu di teangan,keluhnya.

‘Saya kecewa datang ke kelas tidak ada dosennya. Ketika di cari ke Fakultas tidak ada dosennya. Masih mendingan kalau dosennya saya kenal, ini tak di kenal’, kata Abdul Kumis, mahasiswa Aqidah Filsafat.

Kekecewaan itu tak selamanya dirasakan oleh mahasiswa lama saja, mahasiswa baru pun ikut ambil bagian. Seperti yang di alami oleh salah satu mahasiswa Fakultas Ushuluddin, berkata ‘Ko tidak ada dosennya, sambil bertanya pada kawanya. Ketika ditemui pihak PusInfokom sudah di cari ke fakultas belum, ‘Ia malah berkata, alah nyantai ajalah ko, kan biasanya juga ngaret, sambil meniru ungkapan mahasiswa lamanya, ungkap salah satu mahasiswa baru yang tak mau disebutkan namanya.

Menggapi sederatan keluh-kesah karena tak ada dosen di awal perkuliahan, Badru, katua LPIK (lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) berkata, ‘Cari aja dunia lain. Jangan terlalu mengandalkan dosen. Sudah tau kulturnya seperti itu. Kalau perlu adakan kuliah jalanan, sambil menunjukan pada mereka yang sedang diskusi’

Berbeda dengan Tedi, Abdul kumis, M Rasyid Siddik, mahasiswa Muamalah berujar ‘Dosennya ada. Kita belajar pengantar silabus dan perkenalan mata kuliah etika profesi hukum oleh Muhammad Nuh. Bahkan dekanya (Drs, Hendi Muhammad,MsI-red) mengaontrol langsung ke kelas masing-masing guna mengecek dosen yang tidak bisa menyelnggarakan proses belajar mengajar di hari pertama, tegasnya.

Di lain sisi, hari pertama kuliah pun malah di idangai sekelompok mahasiswa yang etrgabung dalam Gerakan Mahasiswa Progresif (GMP) melakukan aksi turun kejalan, mereka menuntut transfaransi kejelasana SPP, dana Ikomah, kesehatan, praktikum, ungkap seoarng orator.

Nyatanya peralihan IAIN menjadi UIN di awal tahun ajaran baru, tak selamanya dibarengi dengan tradisi baru dan semangat baru. Malah terkesan melestarikan budaya lama. Akhirnya geliat mahasiswa pun tak kunjung selesai. Entah bersarang dimana? (Boelldzh PusInfoKomp).

Cag Rampes,Pojok Soto-Roti Bakar,04/09;10.45
posted by ibn ghifarie @ 10/04/2006 04:08:00 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.