'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Suhuf (15)
Wednesday, April 02, 2008
UIN SGD Bandung; Kukuhkan Dua Guru Besar
Oleh Ibn Ghifarie

Uiversitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung mengukuhkan Dua Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Adab. Yakni Prof. Dr. H. Abdul Rozak, M.Ag dan Prof Achmad Sudja’I Selasa (1/04).

Upacara pengukuhan ini dimulai sekitar pukul 09.30 WIB di Auditorium dan langsung dipimpin oleh Rektor UIN SGD, Nanat Fatah Natsir melalui Rapat Sidang Senat terbuka. Menurutnya, UIN mengucapkan selamat atas pengukuhan Guru Besar ini. Tentunya, bertambah pula jumlah Profesor yang ada di kampus menjadi 27 orang. Kendati, hari sabtu berkurang satu karena telah pensiun, paparnya.

Selain itu Ia berpesan ‘Paling tidak bertambahny Guru Besar diharapkan bisa membawa perubahan kea rah yang lebih baik, terutama pada; Pertama, Tradisi nilai. Kedua, Pengembangan keilmuan dan Ketiga, bisa memberikan sosusi terhadap persoalan yang aktual, jelasnya. Prof Dr H Abdul Razak, M.Ag adalah Guru Besar dalam Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Islam (SPPI) Fakultas Ushuluddin.

Dalam pengukuhanya Ia membawakan pidato ‘Filsafat Ilmu Kalam’. Diungkapkanya, Ilmu Kalam adalah ilmu yang membahas aspek ketuhanan dan segala sesuatu yang berkenaanya secara rasional. Objek kajian teologi islam; permasalahan ketuhanan dan segala sesuatau yang berkaitanya. Metodologi Ilmu Kalam ini upaya memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah secara mendalam diikuti elaborasi dan fakta empirik, tegasnya.

Secara ilmiah teologi Islam dapat diklarifikasikan menjadi dua bagian, diantaranya; pertama, Teologi Islam Klasik Teoritik. Yakni satu disiplin ilmu yang hanya membahas secara teoritik sekitar aspek-aspek ketuhanan dan pelbagai kaitanya—telah dibicarakan oleh aliran teologi dalm Islam.

Kedua, Teologi Islam Kontemporer Praktik. Yaitu satu disiplin ilmu secara praktik membahas ayat-ayat Tuhan dan Sunnah Rasul-Nya yang nilai doktrinya mengadvokasi pelbagai ketimpangan social. Pada Teologi kontempoter ini dapat di bagi menjadi; Teologi Lingkungan, Teologi Pembebasan dan Teologi Sosial, jelasnya. Bila kita merunut keterlahiran Filsafat Islam tidak bias dipisahkan dari pengaruh Barat.

Dalam perkembanganya Teologi berpangkal dari; Pertama, sebagai Metodologi Teologi. Satu cara memahami doktrin Agama melalui pendekatan wahyu dan pemikiran rasionalnya. Kedua, menjadi Ilmu Teologi. Ilmu yang membahas masalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya. Ketiga, menjadi Teologi Aksiologi. Upaya memahami doktrin Agama secara mendalam untuk mengadvokasi pelbagai permasalahan solial, kilahnya. Saat ditanya wilayah kajian Teologi Ia menuturkan ‘Mencakup aspek tokoh teologi, karya-karya, gagasan, sejarah perkembangan, pengaruh timbal baik dan perbandingan”

Prof Dr Achmad Sudja’I Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora. Pada saat pidatonya Ia memberikan petuah bertajuk ‘Fungsi Bahasa Dalam Memahami Al-Qur’an Tentang Leadership’.

Menurutnya, Upaya memahami dan memaknai ayat dalam Al-Qur’an harus memalui pendekatan kebudayaan (Arab) dan wahyu sambil menyetir satu ayat Q. S 43: 3 ‘Kami (Allah) telah menjadikannya Al-Qur’an dengan berbahasa Arab agar kamu berfikir’

Leadership dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan Khalifah. Tentu setiap diri adalah pemimpin. Namun, baginya kategori pemimpin itu harus mencakup; Amanah, Keadilan, Ketaatan dan Musyawarah, paparnya.

Satu hal yang lebih penting lagi dalam satu kepemimpinan. Seorang kepala harus manjadikan; Pertama, kholifah untuk melaksanakan aturan Allah SWT, mengadakan pembaruan dan penerus (pewaris). Kedua, harus memiliki sifat dan syarat Amanah, Adil dan Ulul Amri. Ketiga, Menghamba dan melaksanakan ajaran Allah SWT. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Auditorium 01/04/08;12.47 wib

Labels:

posted by ibn ghifarie @ 4/02/2008 04:08:00 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.