'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Suhuf (4)
Friday, January 05, 2007
Haji Tersandung Katering
Oleh Ibn Ghifarie

Lagi, penyelenggaraan haji menuai kontroversi. Bila tempo dulu, sebagian umat islam mempertaruhkan nyawa guna melaksanakan pelbagai rukun dan syarat haji. Meski harus rela saling berdesakan dengan semua umat dari penjuru dunia. Hingga menyandang gelar haji mabrur.

Terlebih lagi, kuatnya pemahaman sebagian masyarakat bila meninggal di Tanah Suci dalam mencari ridha Allah sekaligus di makamkan disana. Hal itu lebih baik daripada mati di tanah kelahirannya.

Kini,kontroversi pelaksanaan Rukun Islam kelima itu terulang kembali. Pasalnya, ratusan ribu jemaah Indonesia tidak mendapatkan pasokan makan saat melakukan wukuf di Padang Arafah hingga keberangkatan mereka ke Mina untuk melempar jumrah. Selama lebih dari 30 jam, sebanyak 189 ribu jemaah sejak Kamis sampai Sabtu (28-30/12) terpaksa menahan lapar karena ransum makanan tidak datang.

Ironis. Peristiwa itu sungguh sebuah tragedi. Meski kejadian yang memilukan ini, kali pertama dalam sepanjang sejarah penyelenggaraan haji, ratusan ribu jemaah Indonesia kelaparan karena tiadanya pasokan makanan.

Konon, musibah itu berawal ketika Panitia Ibadah Haji Indonesia di Arab Saudi menunjuk katering Ana for Development Est sebagai perusahaan yang memasok makanan bagi jemaah asal Indonesia. Sebelumnya, panitia selalu menggunakan Muasasah (lembaga pelayanan haji) Asia Tenggara yang sudah puluhan tahun melayani haji Indonesia.

Pengalihan itu dilakukan karena katering Ana menawarkan harga lebih murah daripada muasasah sebelumnya, dengan selisih harga 50 riyal atau sekitar Rp115 ribu per jemaah. Untuk 15 kali makan di Arafah dan Mina, katering Ana mematok harga SR250 per jemaah, sedangkan harga dari muasasah mencapai SR300.

Namun, ternyata katering Ana tidak mampu menyediakan makanan saat jemaah haji Indonesia berbondong-bondong ke Padang Arafah untuk melakukan wukuf. Padahal, wukuf termasuk prosesi ibadah yang membutuhkan keandalan fisik karena jemaah harus berjalan di Padang Arafah yang luas. Akibatnya, sejumlah jemaah jatuh pingsan karena kelaparan saat melakukan prosesi itu. (Media Indonesia,04/04)

Dengan demikian, terjadinya malapetaka itu dapat memalukan martabat bangsa Indonesia dalam mengelola rukun islam kelima tersebut.
Padahal, tak sedikit uang yang harus dikekuarkan oleh setiap jemaah haji. Sampai-sampai orang lain beranggapan ongkos naik Bumi Pertiwi lebih mahal bila dibandingkan dengan negara tetangga.

Sudah tentu, melambungnya harga haji harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, bukan malah prosesi ibadah itu dijadikan sebagai ajang bisnis tahunan pemerintah. Demi merauk keuntungan sesaat.

Terlebih lagi, berkenaan dengan isi perut. Sebab kekosongan makanan selain berakibat tak afdhlnya menjalankan perintah Tuhan guna meraih kebahagian hakiki kelak. Nyatanya, kelaparan dapat mendekatkan diri kita kepada kekafiran. Pertikain antar saurada seiman apalagi.

Pendek kata, terjadinya kelaparan itu menandakan pemerintah tak bisa mengelola ibadah haji dengan baik. Tawaran katering terrendah pun menjadi tumpuan pejabat lalim tersebut. Meski menuai kontroversi sekaligus menjadi objek bagi pemodal gunamemperlakukan semena-mena. Haruskah, kelahir menejemen haji dibayar mahal dengan kelaparan? [Ibn Ghifarie]


Cag Rampes, Pojok Sekre Kere,04/01;06.39 wib
posted by ibn ghifarie @ 1/05/2007 09:17:00 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.