'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Suhuf (5)
Saturday, March 17, 2007

Lagi, Ibu Kandung Bunuh 4 Anaknya
Oleh Ibn Ghifarie

Lagi, seorang ibu tega membunuh 4 anaknya. Kali kedua peristiwa mengerikan itu terjadi di Malang. Keempat buah hatinya tewas terbujur kalu karena diracun ibu kandungnya sendiri. Setelah keempat anaknya meninggal, sang ibupun menyusul bunuh diri, dengan meminum racun yang sama. Kelima jenazah tersebut adalah Junania Mercy, 35, dan empat anaknya, yaitu Athena Latonia, 11, Prinsessa Ladova, 9, Hendrison, 9, dan Gabriela Al Cei, 1,5. Peristiwa menggegerkan itu baru diketahui masyarakat pada Minggu (11/3) siang.

Diduga mereka telah tewas pada Sabtu malam. Sebelum bunuh diri, Mercy menjajarkan keempat anaknya yang sudah tewas di atas tempat tidur di rumah mereka di Jl Taman Sakura RT 1/10 No 12, Lowok Waru, Malang. Tak jauh dari kelima mayat itu terdapat surat yang ditulis Mercy, yang berisi ucapan terimakasih pada suami Mercy yang juga ayah keempat bocah, Hendri Suwarno, 37. Mercy juga meminta agar jenazahnya dan anak-anaknya dikremasi. (Waspada online, 13/03)

Masih ingat dalam benak kita, di pertengahan tahun 2006. Bagaimana seorang ibu membunuh 3 anaknya. Alih-alih tak mampu membahagiakan pujaan hati pun berujung pangkal pada pengambilan nyawa ketiga anaknya.

Mesti pihak berwajib tak menetapkan terdakwa sebagai pelaku pembunuhan berencana sekaligus menjerat tersangka dalam hotel predeo. Pasalnya, Ia mengalami ganguan kejiwaan akut. Tentunya, setelah mendapatkan rekomendari dari rumah sakit jiwa.

Menjamurnya, aksi pembunuhan berdarah dingin bak fenomena gunung es. Terlebih lagi, dengan dalih kehidupan ekonomi keluarga yang tak kunjung membaik. Membuat sebagian orang menyudahi segala persoalan pelik itu dengan bunuh diri.

Keberadaan Sang Kholik pula sebagai tumpuan segala pertolongan dan kemauan kita malah ditinggalkan jauh-jauh. Semangat berusaha dan bekerja keras guna mencukupi keperluan rumah tangga, malah kian memudar. Hingga mengandalkan belas kasihan dari pihak berderma. Ironis memang.

Namun, inilah potret muram warga Indonesia yang tak bisa keluar dari multi krisis. Termasuk krisis kepercayaan dalam menghadapi hari esok. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 13/03;17.25 wib

Labels:

posted by ibn ghifarie @ 3/17/2007 02:13:00 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.