'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Kitab (4)
Monday, January 14, 2008
Indonesia; Negeri ‘Kurang Gizi’
Oleh Ibn Ghifarie

Di tengah-tengah upaya memerangi gizi buruk dan busung lapar dipelbagai dasa tertinggal. Kini, satu-satunya makanan pokok orang serba pas-pasan—tahu dan tempe. Kian hari kian susah ditemukan.

Pasalnya, meroketnya kacang sebagai bahan pokok makana orang pingiran itu, membuat pedagang dan pengrajin pengganti makanan hewani harus rela merugi, hingga gulung tikar. Mengerikan bukan?

Kalaupun memang ada harga kedua makanan itu bisa meroket tajam hingga selangit atau boleh jadi pengganjal perut itu malan lebih sedikit ukurannya.

Merosotnya omset tahu dan tempe ini membuat para pedagang melakukan aksi. Sekira Sekitar 400 pedagang tahu dan tempe yang terbagung dalam Primkopti daerah Bekasi, Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang mendatangi Gedung Dewan. Mereka memprotes pemerintah yang gagal menstabilkan harga kedelai. Senin (14/01)

Mereka menilai harga kedelai saat ini sudah diambang batas toleransi. Kenaikan harga kedelai dari Rp 3.500 menjadi Rp 7.500 per kilogram dalam empat bulan terakhir sangat tidak wajar dan memberatkan produsen makanan rakyat kecil (Metro TV, 14/01)

Masih hangat dalam benak kita, konvensi minyakl tanah ke migas membuat wong cilik kelabakan. Kuranya pasokan minyak tanah membuat pedagang dan pengrajin tahu dan tempe mengurangi karyawannya.

Asal tau saja, podak tempe telah menjadi hak milik kekayaan makanan khas Jepang, beberapa tahun silam. Haruskah makanan tahu pun mengikuti jejak tempe. Ya menjadi milik negara lain? Entahlah.

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 14/01/08;15.23 wib

Labels:

posted by ibn ghifarie @ 1/14/2008 12:43:00 PM  
1 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.