'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Suhuf (12)
Sunday, July 08, 2007
Sisi Lain Kenaikan Susu
Oleh Ibn Ghifarie

Di tengah-tengah meroketnya harga minyak goreng dan himpitan kekurangan gizi yang tak kunjung berkesudahan. Kini, dalam urusan susu saja warga Indonesia harus rela antri sepanjang beberapa meter untuk mendapatkannya.

Lebih mengerikan lagi, setelah ikut dalam barisan susu yang dicari pun tak kunjung juga. Kalau pun ada harganya bisa selangit.

Ironis memang. Betapa tidak. Negara yang punya segalanya, tetapi kekurangan banyak hal. Kita punya laut amat luas, tapi isi laut yang melimpah tidak membuat nelayan kita kaya. Pengais jala tetap saja dalam wajah lamanya. Yaitu miskin dan tak berdaya.

Hamparan hutan luas tak membuat binatang ternak beranak pinak. Malah mati kelaparan akibat huntanya gundul. Tentunya, banjir tak terelakan lagi.

Belum lagi, kita memang mempunya banyak kawah gunungg merapi, tetapi karena ulah lalim manusia. Penyangga bumi itu beralih fungsi menjadi malapetaka. Letusan lahar dingin daln lapa panas tak bisa dihindari lagi.

Bumi pertiwi ini juga punya banyak kandungan minyak tanah. Tetapi, benda ini juga bisa kapan saja menghilang dari pasar. Dan kalaupun ada, harganya bisa selangit. Rakyat kecil sering nanar dan kehabisan daya mencari energi ini.

Sebutan Negeri agraris pula tak bisa menyediakan beras untuk rakyatnya. Hingga harus di impor beras dari beberapa negara yang dulu belajar pertanian dari kita, seperti Thailand dan Vietnam.

Padahal Nenek moyang kita mewariskan tradisi mulia tersebut. Lantas kenapa harus meminta belas kasihan dari bangsa lain?

Tak hanya berhenti disini saja, bumi pertiwi ini juga punya banyak kandungan minyak tanah. Tetapi, benda ini juga bisa kapan saja menghilang dari pasar.

Kenaikan Susu Meresahkan Warga
Kenaikan harga susu, khususnya susu bayi formula terjadi di beberapa pasar dan toko swalayan di sejumlah daerah. Di Jakarta, sejumlah pedagang mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga susu. Namun, diperkirakan kenaikan harga susu ini akan terus berlanjut secara bertahap.

Hal senada diungkapkan Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Thomas Dharmawan. Thomas memperkirakan kenaikan harga susu ini akan terus terjadi hingga 2008. Menurut Thomas, kenaikan susu tersebut dipicu oleh menurunnya produksi susu di luar negeri. Padahal, 70 persen kebutuhan susu dalam negeri berasal dari impor.

Kenaikan harga susu juga terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Merambatnya harga susu membuat orangtua resah karena kenaikan tidak hanya pada susu impor, tapi juga susu lokal. Susu impor bermerek yang paling murah saat ini sekitar Rp 150 ribu per 900 gram dari sebelumnya sekitar Rp 115 ribu.(www.metritvnews.com, 29/06)

Air Tajin Jadi Pilihan
Melonjaknya harga susu membuat masyarakat berputar otak. Seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu di Panceng, Gresik, Jawa Timur, dengan mencampur susu untuk anaknya dengan air beras yang baru saja dimasak atau air tajin. Memberi minum balita dengan air tajin memang telah menjadi kebiasaan warga setempat sejak lama.

Namun, kebiasaan lama itu baru kembali dilakoni Mawartik sejak sepekan terakhir. Setiap kali usai memasak nasi, warga Panceng ini selalu mengambil air tajin untuk kemudian dicampur dengan susu anaknya. Komposisinya, seperempat botol susu dicampur dengan tiga perempat air tajin. Langkah tersebut diakui wanita ini sangat membantu menghemat pengeluaran keluarga, khususnya untuk membeli susu sang anak.

Menyoal kenaikan susu itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu justru menyatakan kenaikan harga susu yang terjadi saat ini masih tergolong normal.

Lain halnya dengan Fahmi Idris, Menteri Perindustrian Fahmi Idris sebelumnya mengatakan masalah itu bukan wewenangnya. Seharusnya pertanyaan mengenai kenaikan harga susu serta kebijakan apa yang harus diambil lebih tepat ditujukan ke Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu juga enggan memberikan penjelasan. Dia ingin mengetahui secara pastu permasalahnnya. "Tentunya produsen dan distributor yang mengetahui soal ini," kata Mari Elka. (www.liputan6.com)

Kendati kenaikanya tak begitu tingggi hanya 10 persen. Tetap saja dapat meresahkan wong cilik. Seperti yang diuratakan Ardiansyah Parman, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri "Tidak ada alasan itu (menaikkan harga hingga lebih 10 persen). Karena mereka harus memperhitungkan daya beli masyarakat. Kalau terlalu tinggi dan tidak terserap masyarakat produsen akan rugi," ujarnya.

Seperti diberitakan, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia memperkirakan harga susu bakal naik maksimal 15 persen hingga akhir tahun ini. Hal ini terjadi jika pemerintah tidak mengantisipasi dampak kekeringan di Australia, negara asal impor bahan baku susu Indonesia (Koran Tempo, 3/7).

Ketua Umum Industri Pengolahan Susu (IPS) Abdullah Sabana juga memastikan kenaikan harga susu dan produk turunannya tidak akan lebih dari 10 persen. "Sebab stok ada di pasar hingga tahun depan. Dengan efisiensi, kami dapat meredam kenaikan harga bahan baku ini, sehingga kenaikan tak lebih dari 10 persen," katanya.

Faktor utama lainnya, kata Abdullah, adalah pergantian musim di Australia sehingga sangat kondusif untuk menurunkan harga bahan baku susu. "Menjelang akhir tahun kemungkinan besar harga bahan baku akan turun, di Australia mulai akan turun hujan," ujarnya.

Kalaupun ada lonjakan harga bahan baku yang sangat tinggi ke depan, dia memastikan, hal itu tidak langsung berdampak pada kenaikan harga susu. Sebab, porsi harga bahan baku terhadap biaya produksi bervariasi dan tidak besar dibandingkan faktor lainnya. "Biaya yang timbul tidak hanya dari susu, tapi dari pengemasan, energi, ongkos produksi di pabrik, upah karyawan, dan sebagainya," kata Abdullah.

Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Kelautan dan Perikanan Bayu Krisnamurthi mengatakan, pemerintah akan melakukan pemberian susu melalui program pos pelayanan terpadu (posyandu). "Khususnya pemberian susu dan makanan tambahan bagi bayi di bawah tiga tahun (6 bulan-3 tahun) kepada masyarakat berpendapatan rendah," katanya. Pengeluaran masyarakat untuk susu, kata dia, hanya 0,5 persen atau lebih rendah dari pengeluaran untuk minyak goreng.

Di tempat terpisah Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, pihaknya kemungkinan akan melakukan operasi pasar susu. Saat ini, kata dia, jajarannya sedang mempertimbangkan mekanisme yang akan dipilih.

Operasi pasar, kata Siti, merupakan salah satu opsi yang kemungkinan akan dipilih untuk mengatasi tingginya harga susu. Dia mengaku juga sedang mempertimbangkan membuat program susu murah untuk rakyat. Fokusnya adalah pada anak balita. "Tapi masih saya pikirkan," katanya (Tempo,04/07)

Sisi Lain Kenaikan Susu
Di lain pihak, kenaikan harga susu dapat menggairahkan para peternak sapi perah di sentra produksi susu murni di Indonesia karena mereka bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga jual komoditas andalannya itu.

"Kenaikan harga susu murni memang sudah saatnya setelah selama 12 tahun stagnan. Para peternak sapi perah saat ini bisa menikmati kenaikan rata-rata Rp700 per liter susu. Yah sesekali mereka merasakan keuntungan," kata Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Deddi Setiadi di Bandung, Selasa.

Ia menyebutkan harga susu saat ini berkisar Rp3.500 hingga Rp3.900 per liternya. Padahal harga biasanya berkisar Rp2.800 hingga Rp3.600 per liter susu di tingkat koperasi.

Deddi menyebutkan, kenaikan yang terjadi saat ini, bagi para petani sebenarnya belum mencapai angka "break event point" (BEP) dari biaya per liter susu sapi bila dihitung dari biaya pakan, obat-obatan dan upah kerja.

"Tidak fair jika pemerintah minta menekan harga susu dari peternak tanpa ada upaya untuk meningkatkan pendapatan mereka, sedangkan di lain pihak impor susu terus dilakukan," katanya.

Ia menyebutkan, kenaikan harga susu yang terjadi saat ini merupakan kesempatan `langka` bagi para peternak sapi untuk mendapat keuntungan atau minimal menambah modal kerja bagi mereka. (Antara, 03/07)

Sejatinya, kenaikan harga susu tak selamanya dapat mengecewakan warga. Malahan bisa bermakna bahagia. Betapa tidak, semula para peternak hanya bisa menjual susu perahnya kepada para tengkulak dengan harga minim.

Kini, dengan melejitnya harga susu dapat mengahairahkan para pengembala. Tentunya, prodak dalam negeri menjadi tumpual masyarakat. Yang selama ini tersisihkan. Hingga tak dikenal lagi. Akibat derasnya arus modernitas dan gaya hidup gelamor.
Dengan demikian, sudah saatnya warga negara beserta pemerintah mencintai hasil karya anak bangsa. Bukan malam memperburuk kondisinya. Yakni dengan mengkonsumsi susu buatan luar negeri. Semoga.

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 05/07;23.23 wib

Labels:

posted by ibn ghifarie @ 7/08/2007 02:53:00 PM  
1 Comments:
  • At Friday, July 13, 2007 5:33:00 PM, Blogger ichaAwe said…

    sebenernya sih bukan Indonesia aja yg harga barang2 pada naik. Di Mesir juga kan baru2 aja harga2 pada naik ... roti Fino, yg tdnya 1LE dapet 6 biji, sekarang cuma dapet 4 biji.
    kurasa ekonomi dunia secara luas memang bobrok ...
    mungkin gak yah perekonomian di restar ulang? maksudnya ... semua sejajar gitu US$1=Rp.1=Euro1=Yen1=...=...

    kalo gitu mungkin perekonomian dunia jadi membaik lagi.

     
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.