'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Kitab (1)
Saturday, May 31, 2008
1 Juni; Kelahiran Pancasila dan Kebebasan Beragama, Mungkinkah?
Oleh Ibn Ghifarie

Momentum Hari Kelahiran [kesaktian—masa Orba] Pancasila yang selalu diperingati pada 1 juni setiap tahun.

Sejatinya, hari kesaktian Pancasila harus menjadi modal dasar evaluasi sekaligus semangat toleransi dan pencerahan bagi seluruh dialog antariman dan pemerintahan yang memegang kebijakan dalam kebebasan beragama di Indonesia.

Kesucian Pancasila juga mesti dijadikan barometer sebagai ajang refleksi seberapa jauh kualitas kita dalam menghargai perbedaan (Suku, Agama, Ras, Budaya) semenjak bangsa ini merdeka.

Betapak tidak, kisruh antar golongan dalam urusan kebebasan berkeyakinan dan beragama menjadi menu hidangan keseharian kita yang tak bisa ditinggalkan begitu saja. Malah semakin tak tentu arah penyelesainya.

Yang lebih mengerikan lagi, pemerintah kadung mengeluarkan wacana SKB. Kendati belum pinah, tapi ribuan orang—anak-anak, ibu dan lanasia tersayak hatinya akibat ulah kelompok tertentu dan susah untuk dilupakanya, ratusan rumah ibadah tak rusak berat dan tak bertuan, puluhan bangunan sekolah—Perguruan Tinggi menanti aktivitas civitas akademik yang tak kunjung datang juga. Mengerikan memang.

Tengeoklah, perseteruan internal pemeluk ajaran islam antara Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dengan Majelis Ulama Islam (MUI) pascapengeluaran 11 Fatwa (2005). Hingga dikeluarkanya SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 Mentri (Mentri Agama, Dalam Negeri dan Jaksa Agung) tentang pelarangan jamaah Ahmadiyah pascapelaporan hasil investigasi Bakor Pakem (Badan Kordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) beberapa pekan yang lalu.

Menilik ketidakharmonisan antariman dan pemerintah yang mengambil kebijakan. Kiranya, bila saat tiba Hari Pancasila Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menggelar Seruan Apel Akbar Hari Pancasila bertajuk "Satu Indonesia untuk Semua" di Pelataran Monas (Belakang Stasiun Gambir) Minggu, 1 Juni 2008, Pukul 13.00 WIB
Bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, masyarakat adat, seniman, artis, profesional, aktivis perempuan, dan segenap elemen bangsa yang memiliki kepedulian bersama untuk menjaga perdamaian dan keutuhan bangsa.

Tunjukkan bahwa keragaman agama, keyakinan, budaya, adat, ras, etnis adalah ciri Indonesia. Tunjukkan bahwa kita bisa berjalan beriring dalam perbedaan. Tunjukkan bahwa kita masih memiliki Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Tunjukkan bahwa kekerasan atas nama apapun tidak bisa ditolerir di negeri ini.

Ajaklah sanak saudara dan seluruh handai taulan untuk merayakan keragaman dan perdamaian Indonesia.

Pasalnya, pancasila meruapakan dasar negara, falsafah bangsa, dan pemersatu segala umat Indonesia yang berbeda suku, agama, keyakinan, dan golongan.

63 tahun pancasila telah tumbuh berkembang sekaligus menyemai dalam diri kita, tapi tak berbanding lurus dengan jumlah yang tak sedikit itu, malah berbuah petaka bagi aliran-aliran [minoritas] saat bergaul dengan kelompok penguasa [mayoritas]

Kehadiran ribuan sekte, kadangkala dianggal ganjil, hingga meresahkan masyarakat sekaligus menisbikan Tuhan.

Diakui atau tidak Indonesia memang bukan negara islam, tapi bukan juga negara sekuler, melainkan sebuah agama sebuah negara hukum yang percaya pada perlindungan HAM sebagaimana tertuang dalam deklarasi Universal HAM dan UUD 1945.

Perbedaan pendapat, penafsiran antargolongan telah diatur sedemikian rupa dan jelas payung hukumnya. Semuanya terangkum dalam UUD 1945.

Kiranya, kebebasan masyarakat untuk berkumpul dan beda bendapat diberikan ruang seluas-luasnya, bukan dipersempit sekalipun tak beragama.

Bila perlakuan ini yang terjadi dan mendarah daging dalam tubuh kita, maka dimanakah kesaktian hari pascasila itu yang bisa mengatur, mengakomodir segala persoalan kebangsaan dan keumatan. Selamat hari Pancasila dan Selamat Pula Hari Kebebasan Beragama. Semoga. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 30/05/08;23.59 wib

Labels:

posted by ibn ghifarie @ 5/31/2008 08:51:00 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.