'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'-'Sampurasun Baraya Ibn Ghifarie Area Alakadarisme'

.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.

Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer

 
Wilujeung Sumping Di Blog Alakadarna. Mangga Baraya Tiasa Nyerat, Nafsirkeun, Ngomentaran Dugikeun Milarian Jati Diri Sewang-Sewangan.
Bubuka Sajak Babaledogan Coretan Forum Sawala
Milarian Nyalira Wae

Kokolot Urang
Orhanisasi Baraya
Ormas Alot
Rerencangan
Tempat Nyiar Elmu
Tempat Curhat Abdi
Noong Warta
Ngintip Warta
Kaping Sabaraha Yeuh
Ngintip Baraya
free web counter
free web counter
Kampanye



KabarIndonesia



Kitab (19)
Tuesday, November 20, 2012
Momentum Saling Memaafkan
Oleh IBN GHIFARIE
Artikel ini pernah dimuat pada Podium Tribun Jabar edisi 15 Oktober 2012

Harus diakui, peringatan sepuluh tahun atas tragedi bom bali I (12 Oktober 2002) yang terjadi di Paddy Club dan Sari Club dengan merenggut nyawa 202 orang harus menjadi momentum awal untuk mengutuk sekaligus membumihanguskan aksi terorisme dan bunuh diri di bumi pertiwi ini supaya terciptanya kedamaian, kesejahteraan, penegakan hukum yang tak pandang bulu.

Pasalnya, tindakan tak terpuji ini bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan agama (kepercayaan) apa pun yang menjunjung tinggi saling menghormati berpedaan, penafsiran, menabarkan kasih sayang, cinta kasih dan perdamaian.
Read more »

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 11/20/2012 05:03:00 AM   0 comments
Kitab (18)
Memupus Fanatisme, Menebar Dialog Antaragama
Oleh IBN GHIFARIe
Artikel ini pernah dimuat pada opini PelitaOnline edisi 31 Agustus 2012

Harus diakui, maraknya tindakan kekerasan atas nama agama dan konflik horizontal di Indonesia pasca lebaran, seperti yang terjadi di Desa Bojong Tipar, Kecamatan Jampangtengah, Sukabumi atas pengakuan Sumarna sebagai pemimpin ajaran Tijaniyah (22/8) yang menghapus Shalat Subuh dan Jumat; kelompok Syiah warga Karang Gayam dan Bluuran, Kecamatan Omben, Sampang (26/8) ini merupakan bukti nyata atas kegagalan pemerintah terhadap warganya dalam memberikan rasa aman, damai, perlindungan, hingga jaminan kebebasan beragama dan berkeyakinan yang telah diatur Undang-undang.

Padahal umat Islam menyakini berkah terdalam dari adanya bulan ramadhan adalah mengendalikan diri dari segala bentuk angkara murka, nafsu, keinginan niscaya tidak akan ada lagi upaya menertibkan keyakinan orang lain dengan cara kekerasan, bukan dengan duduk bersama-sama dan melakukan dialog atas perbedaan pendapat, penafsiran, pemahaman.
Read more »

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 11/20/2012 05:00:00 AM   0 comments
Kitab (17)

Puasa dan Kesinambungan Ajaran Agama-agama
Oleh IBN GHIFARIE
Artikel ini pernah dimuat pada Podium Tribun Jabar edisi 2 Agustus 2012

Membaca tulisan Mamat Muhamad Bajri, M.Ag tentang Puasa, Pencerahan Spiritual dan Sosial pada Tribun Jabar edisi 21 Juli 2012 perlu kita apresiasi dan diskusikan lebih lanjut. Pasalnya, shaum tidak hanya bersifat ritual personal (hablu minallah) semata, tetapi memberikan dimensi kemanusiaan (hablu minnas), mulai dari peduli terhadap fakir, miskin, gerakan perubahan sosial, solidaritas sampai kesinambungan ajaran agama-agama.

Ini dibenarkan oleh Nurcholish Madjid ihwal puasa merupakan salah satu matarantai akan kesinambungan (kontinuitas) ajaran agama-agama. Sebagaimana firman Allah SWT “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah [2]:183)
Read more »

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 11/20/2012 04:57:00 AM   0 comments
Kitab (16)
Puasa, Momentum Tepat untuk Melawan Kekerasan
Oleh IBN GHIFARIE
Artikel ini pernah dimuat pada Renungan, inilahkoran edisi 20 Juli 2012

Lepas dari perbedaan pendapat tentang penetapan awal ramadhan 1433 H, momentum Ramadhan harus menjadi kawah candradimuka (madrasah ruhaniyah) yang dapat melahirkan peradaban Islam berbasis keimanan yang kukuh dan tidak menciderai kemanusiaan. Yakni  tidak melakukan perbuatan tak terpuji, kotor, lalim dan berdosa.

Pasalnya, setiap datang bulan suci ini selalu diwarnai dengan aksi kekerasan atas nama agama melelui razia, sweeping, pengrusakan, penghancuran terhadap tamu hotel, gepeng, warung makan, rumah kos, dan segala perbuatan yang dianggap sebagai penyakit masyarakat dengan dalih "hormatilah orang yang berpuasa dan pemuliaan bulan ramadhan"
Read more »

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 11/20/2012 04:54:00 AM   0 comments
Kitab (15)
Menjadi Manusia Sejati
Oleh IBN GHIFARIE
Artikel ini pernah dimuat pada Opini Pikiran Rakyat edisi 5 Mei 2012

Bila sesama manusia saling menghormati, menghargai, mencintai, menyayangi dan setiap menyelesaikan segala persoalan dengan musyawarah mufakat, arif, bijaksana bukan membudayakan tindakan kekerasan, main hakim sendiri, niscaya tidak ada pengrusakan tempat ibadah (mesjid, gereja, vihara, kelenteng, pure), rumah pemuka agama dan fasilitas publik.

Pesan ini yang diangkat oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) saat menyambut peringatan Tri Suci Waisak 2556 BE/2012 di Candi Mendut dan Candi Agung Borobudur bertajuk "Meningkatkan Metta dan Karuna (Cinta Kasih dan Welas Asih)" dengan Sub tema "Pencerahan Menuju Manusia Arif dan Bijaksana" (www.walubi.or.id)
Read more »

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 11/20/2012 04:52:00 AM   0 comments
Kitab (14)

Nuzulul Quran dan Gairah Membaca Sejak Dini
Oleh IBN GHIFARIE
Artikel ini pernah dimuat pada Podium Tribun Jabar edisi 19 Agustus 2011

Harus diakui, minat baca masyarakat Jawa Barat sangat rendah. Keberadaan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca baik ditingkat provinsi, kota/kabupaten melalui program perpustakaan dan gerakan wakaf buku “satu orang satu buku” tak memberikan gairah berarti terhadap warganya supaya giat membaca.

Apalagi untuk sorogan naskah kuno sebagai usaha ngamumule khazanah Sunda dikalangan anak muda rasanya sudah kita tinggalkan secara perlahan-lahan.
Read more »

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 11/20/2012 04:50:00 AM   0 comments
Kitab (13)

Mahalnya Kejujuran
Oleh IBN GHIFARIE
Artikel ini pernah dimuat pada Opini Pikiran Rakyat edisi 28 juni 2011

Di tengah semakin memudarnya sikap kejujuran yang menimpa bangsa ini, kehadiran Siami ibarat oase di padang pasir. Sayang perlakuan kepada sang pembuka “kotak pandora” ini ternyata tidak sebaik perbuatannya. (Pikiran Rakyat, 16/6)

Alifah Ahmad Maulana siswa kelas 6 SDN Gadel II, Kecamatan Tandes, Surabaya, Jawa Timur disuruh gurunya untuk menyebarkan sontekan soal ujian kepada rekan-rekannya.
Read more »

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 11/20/2012 04:48:00 AM   0 comments
Kitab (12)
Memberikan Keteladanan
Oleh IBN GHIFARIE
Artikel ini dimuat pada Opini Pikiran Rakyat edisi 22 Maret 2012

Maraknya aski kekasan antaragama, kelompok, etis di Indonesia menjadi petanda pudarnya sikap saling menghormati perbedaan dan pemberian keteladanan dari pemuka agama, pejabat.

Sejatinya, kehadiran Hari Raya Nyepi (1934 Saka) yang jatuh pada 23 Maret 2012 tidak hanya merayakan melasti (pertobatan); tawur (mengembalikan keseimbangan alam, manusia); catur brata Nyepi (empat ritual puasa; amati geni/tidak menyalakan api; amati karya/tidak melakukan pekerjaan sehari-hari; amati lelungaan/tidak bepergian; amati lelanguan/ tidak menghibur diri, tetapi harus menjadi momentum untuk memperbaiki kerukunan, kedamaian, dan kesejahteraan, seperti dikatakan I Made Widiada Gunakarya, Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Barat.
Read more »

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 11/20/2012 04:45:00 AM   0 comments
Kitab (11)

Aksi Menolak Kenaikan Harga BBM, Kemiskinan dan Kekerasan
Oleh IBN GHIFARIE
Artikel ini dimuat pada Opini PelitaOnline edisi 1 April 2012

Maraknya aksi penolakan kenaikan BBM oleh buruh, mahasiswa, guru, ibu rumah tangga yang berujung anarkis, bentrok di sejumlah kota besar (Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Makasar) menjadi petanda akan kekhawatiran hidup miskin.

Diakui atau tidak kekerasan dalam bentuk apa pun (fisik, mental, langsung, tidak langsung, kekuatan, paksaan, mati) erat kaitanya dengan kemiskinan. Pasalnya, manusia sering dikuasai oleh hasrat ingin menguasai, memiliki, sehingga tindakan saling bersaing, membenci,  kasar, jahat, tak peduli menjadi pemandangan biasa. Sikap ini semakin memperkuat ungkapan Hobbes, manusia  sebagai homo homini lupus.

Ini yang diyakini oleh Tamrin Amal Tomagola. Sosiolog UI itu menyatakan tindakan kekerasan di sejumlah daerah merupakan akibat kemiskinan yang tidak kunjung usai. (PelitaOnline, 18/2)
Read more »

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 11/20/2012 04:39:00 AM   0 comments
Kitab (10)

"Green Living" Ala Islam
Oleh IBN GHIFARIE
Resensi ini dimuat di Galamedia edisi 12 Januari 2012

Harus diakui, pemanasan global merupakan masalah serius bagi semua manusi di planet bumi ini. Untuk kontek Indonesia, dalam persoalan ini yang harus segera diatasi berkaitan dengan masalah penggundulan hutan, banjir, erosi, dan tanah longsor yang terus mendera masyarakat.

Dalam buku "Islamic Green Living, Gaya Hidup Islami", pemanasan global adalah efek negatif dari pola hidup manusia yang semakin konsumtif dan boros dalam memanfaatkan energy. (ix)
Read more »

Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 11/20/2012 04:34:00 AM   0 comments
Kitab (9)
Penyelamatan “Pohon Kehidupan”
Oleh IBN GHIFARIE
Artikel ini dimuat pada Podium Tribun Jabar edisi 29 Desember 2011

Masyarakat di semua wilayah di Jawa Barat diminta untuk waspada terhadap dampak buruk datangnya musim penghujan. Seakan-akan tibanya musim bukan menjadi berkah bagi keberlangsungan hidup bersama, malah menjadi petaka yang tak bisa terelakan karena kita berbuat serakah, perilaku jahil, sering alfa mensyukuri segala pemberian (anugrah) dari Tuhan.

Betapa tidak, di Kota Bandung intensitas curah hujan diprakirakan akan terus meningkat yang mencapai 5-50 milimeter dalam satu hari membuat tiga pohon tumbang di Jalan Sumbawa menimpa pengendara motor, Jumat (4/11); di Jalan Cipaganti menimpa pagar rumah, Minggu (6/11);  dan di halaman Kebun Binatang yang menimpa tiang listrik, Senin (7/11) pada satu pekan. Tiga warga tewas di Ciwaruga akibat tertimpa pohon tumbang merupakan bukti nyata atas ulah lalim perbuatan manusia.

Konon, usia pohon di atas 50 tahun dan kondisinya yang sudah rapuh tidak kuat saat diterpa angina kencang dan hujan yang memperparah tumbangnya pohon. Dalam catatan Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam) Kota Bandung, Yogi Supardjo  menunjukkan ada sekitar 2,3 juta pohon di Kota Bandung yang diperkirakan 800 ribu pohon berusia di atas 50 tahun dan tergolong rawan tumbang.

Daerah yang rawan terjadi pohon tumbang ada di Jalan Diponegoro, Imam Bonjol, Ganesha, Teuku Umar, Trunojoyo, Cipaganti, Pajajaran, BKR, Antapani, Arcamanik, dan Jalan Sukajadi.

Sepanjang tahun 2010 sebanyak lima belas unit mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Naripan,  Rajawali, Arcamanik, BKR, Kebonjati, Lengkong, dan Jalan Bojongloa. (Tribun Jabar, 3/11, 7/11, 24/11, 26/11)

Sejatinya, kehadiran Natal yang diperingati setiap tanggal 25 Desember tidak hanya menghadirkan pohon Natal (di rumah, pusat pembelanjaan, depan altar), tapi harus menjadi momentum untuk memberikan penyelamatan, semangat arti pentingnya kehidupan (jasmani,  rohani) di tengah-tengah maraknya tragedi banjir, longsor, akibat cuaca ekstrim yang mendera Tanah Pasundan ini.

Natal adalah perayaan kehidupan. Tuhan berpihak kepada kehidupan. Sebab itu, merayakan natal berarti merenungkan makna kehidupan, memobilisasi daya untuk membangun budaya cinta kehidupan.

Menurut Erich Fromm, ada perbedaan fundamental diantara manusia yang mencintai kehidupan (biofil) dengan yang mencintai kematian (nekrofil). Cinta akan kehidupan ini terungkap dalam kecenderungan dasar untuk mempertahankan hidup dan mengelakan maut. Dengan segala cara manusia yang sehat berusaha untuk hidup, melindungi hak hidupnya dari berbagai ancaman. Namun orang yang mencintai kehidupan tidak sekedar mempertahankan hidup dan menjauhkan diri dari kematian. Juga suka membangun dan mencipta daripada hanya mempertahankan apa yang telah ada. Ciri masyarakat yang mencintai kehidupan; Pertama, Mencintai keadilan. Kedua, Mencintai kebebasan untuk membangun dan mencipta. (Paul Budi Kleden, 2009:39-44)

Salah satu upaya mencintai kehidupan dengan menanam, memelihara, menjaga, merawat pohon mengingat Kota Bandung sangat membutuhkan pohon 1,5 Juta untuk 3 juta orang. Ini hasil hitungan anggota Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Sobirin, dalam catatannya, jika saat ini di Kota Bandung dihuni sekitar 3 juta orang, maka kota ini setidaknya memiliki 1,5 juta pohon. Apakah kota ini memiliki pohon sebanyak itu? (Tribun Jabar, 20/5)

Parahnya, dipohon-pohon yang ada malah dirusak dengan cara dipaku. Musim Pemilihan  (Legislatif, Lurah, Camat, Bupati, Walikota, Gubernur, Presiden) pohon akan semakin menderita karena banyak kadidat yang memasang (poster, slogan) di tatangkalan itu.

Apalagi bila meruju kepada UU No. 26/2007 tentang Tata Ruang Kota, ruang terbuka hijau (RTH) seharusnya 30 persen dari luas kota. Pemerintah berkewajiban menyediakan RHT sebanyak 20 persen dan 10 persen lainnya adalah tanggung jawab privat, yaitu kepala keluarga (KK), komunitas, dan perusahaan.

Mari kita dukung usaha pemerintah untuk pemeliharaan pohon-pohon lindung di Kota Bandung yang berjumlah 48.000 di sepanjang jalan 1.200 kilometer. Upaya mencintai pohon harus dtanamkan sejak dini, seperti yang dilakukan oleh Sinterklas sambil merogoh ke dalam tasnya dan mengeluarkan sebuah Pohon Natal mini. “Ajarilah anak-anak bahwa pohon cemara senantiasa hijau sepanjang tahun, melambangkan harapan abadi seluruh umat manusia. Semua ujung daunnya mengarah ke atas, mengingatkan kita bahwa segala pikiran kita di masa Natal hanya terarah pada surga.” (e-BinaAnak edisi 511, 1/12/2010)

Kiranya, kita harus meniru apa yang dilakukan oleh Sariban, warga Kota Bandung yang mendedikasikan sisa hidupnya untuk kebersihan pohon di Kota Bandung yang hatinya menangis ketika menjumpai pohon tertusuk paku. Lalu mencabutnya.Tanpa bantuan tangan lain, Sariban berhasil mengumpulkan paku yang menancap di pohon hingga belasan karung yang beratnya lebih dari satu ton. (Tribun Jabar, 20/5). Bila kita tidak bisa meniru, mengikuti jejak yang dialakukan oleh Saribah, maka kita tidak boleh menebang, merusak pohon dengan menancapkan paku.

Dalam kontek Natal, di mata Jan Dargatz menghadirkan (menanam) pohon cemara di jendela, depan rumah orang percaya perilaku ini akan menjadi cara untuk menyatakan kesaksian iman mereka pada masyarakat di sekitarnya. Walapun untuk berburu pohon Natal sendiri sangat susah karena yang kita terima kebanyakan cemara tiruan. (Jan Dargatz, 1999:77-79)

Inilah makna terdalam Natal bagi penyelamatan pohon yang menjadi bagian terpenting dalam keberlangungan kehidupan karena mehadirkan pohon Natal tidak hanya indah dipandang mata, tapi memberikan khotbah terselubung tentang arti kehidupan. Selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012.

IBN GHIFARIE, Mahasiswa Pascasarjana UIN SGD Bandung Program Religious Studies dan peneliti Academia for Religion and Social Studies (ARaSS) Bandung.



Labels:


Aos Salengkapna.....!
posted by ibn ghifarie @ 11/20/2012 04:23:00 AM   0 comments
Pribados

Name: ibn ghifarie
Home: Bungbulang Garut-Selatan (Garsel), Jawa Barat, Indonesia
About Me: Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam pangwanoh sikuring urang Kanangwesi Bungbulang Garut Selatan. Ayeuna, nuju milarian pangaweruh dipuseureun dayeun Kotakemang.Sasakali, nyerat, ngobrol, ngablog oge teu hilap. "Maka Ambillah Pena!!" Wassalamu`alaikum Wr. Wb.
See my complete profile
Paririmbon
Jang-Jawokan
Isian Wae Baraya

Ngahub Wae
Kana email: ibn_ghifarie@yahoo.com
Kampanye





© 2005 .:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:. Template by Isnaini Dot Com

"Baca, Tulis, Bergerak dan Lawan".
"Semoga segala hal yang berkenaan dengan keluh-kesah kita bermanfaat kelak dikemudian hari. Amien."

.:/Sejak 27 Juli 2006\:.